Somalia tuduh negara asing di balik ledakan dahsyat Mogadishu
Elshinta
Selasa, 31 Desember 2019 - 16:36 WIB |
Somalia tuduh negara asing di balik ledakan dahsyat Mogadishu
Suasana tempat kejadian perkara ledakan bom mobil di Mogadishu, Somalia, Sabtu (28/12). Sumber Foto: https://bit.ly/2SI69Uu

Elshinta.com - Somalia menuduh bahwa ada negara asing yang membantu merencanakan ledakan bom pada Sabtu di Mogadishu, yang merenggut sedikitnya 90 korban.

Pihaknya juga mengatakan akan menyelidiki serangan tersebut dengan bantuan lembaga intelijen asing.

Pemboman itu merupakan yang paling mematikan dalam lebih dari dua tahun di negara yang hancur akibat kekerasan dan perang klan selama hampir tiga dekade. "Negara asing merencanakan pembantaian terhadap rakyat Somalia di Mogadishu pada 28 Desember 2019," tulis Badan Keamanan dan Intelijen Nasional (NISA) di akun Twitter pada Senin.

Pihaknya mengaku akan menggunakan bantuan dari lembaga intelijen asing untuk mendalami peristiwa itu.

Tak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan dahsyat di pos pemeriksaan Ex-Control di barat laut Mogadishu. Namun Wali Kota Mogadishu Omar Muhamoud menyalahkan kelompok al Shabaab yang terkait al-Qaeda.

Kelompok itu kerap melakukan pemboman dalam upaya mengacaukan pemerintah pusat Somalia, yang didukung oleh pasukan penjaga perdamaian PBB dan Uni Afrika.

Sebelumnya, serangan paling mematikan dituduhkan kepada kelompok al Shabaab pada 2017 ketika sebuah truk sarat dengan bom meledak di dekat tangki BBM di Mogadishu, menewaskan hampir 600 orang.

Dalam beberapa tahun belakangan, Somalia menjadi ajang persaingan militer dan diplomatik antara Turki dan Qatar di satu sisi, dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di sisi lain, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Afsel kurangi pembatasan, miras dijual lebih bebas
Senin, 13 September 2021 - 12:06 WIB
Afrika Selatan akan melonggarkan pembatasan COVID-19 mulai Senin setelah jumlah kasus infeksi menuru...
Wabah diare di Nigeria, 35 orang meninggal
Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:09 WIB
Sedikitnya 35 orang meninggal akibat wabah diare di sebuah kota perbatasan di Negara Bagian Borno, N...
Pantai Gading dilanda wabah flu burung H5N1
Jumat, 20 Agustus 2021 - 16:12 WIB
Kementerian Peternakan Pantai Gading melaporkan kemunculan wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen...
Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS
Jumat, 16 Juli 2021 - 22:04 WIB
Hampir 50 negara Afrika akan menerima 25 juta dosis vaksin COVID-19 yang disumbangkan oleh Amerika S...
Gedung terbakar di Afrika Selatan, ibu lempar bayi ke tempat aman
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:08 WIB
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun selamat tanpa cedera setelah ibunya melemparkannya ke tempat ...
PBB ingatkan tiga negara Afrika terkait bendungan raksasa
Rabu, 07 Juli 2021 - 11:24 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Ethiopia, Sudan dan Mesir untuk tetap berkomitmen pada p...
Mesir akan produksi hingga 60 juta dosis vaksin Sinovac setiap tahun
Jumat, 09 April 2021 - 08:31 WIB
Mesir telah sepakat dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech Ltd untuk memproduksi vaksin ...
Empat penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
Sabtu, 03 April 2021 - 11:15 WIB
Misi PBB di Mali pada Jumat (1/4) mengatakan bahwa empat penjaga perdamaian tewas dan sejumlah lainn...
Bom mobil bunuh diri di Somalia tewaskan 20 orang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 12:01 WIB
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka dalam peristiwa bom mobil bunuh diri tepat d...
WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika
Senin, 30 November 2020 - 12:20 WIB
Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Or...
Live Streaming Radio Network