Hujan ekstrem landa Palembang, ini penjelasan BMKG
Elshinta
Jumat, 27 Desember 2019 - 12:56 WIB |
Hujan ekstrem landa Palembang, ini penjelasan BMKG
Pohon tumbang menghadang jalan akibat hujan ekstrem di Kota Palembang, Kamis (26/12). Sumber foto: https://bit.ly/2F2gceV

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, hujan ekstrem yang melanda Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (26/12) sore hingga malam, ikut dipengaruhi Badai Tropis Phanfone di Laut Cina Selatan.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan, secara regional adanya Badai Tropis Phanfone di Laut Cina Selatan menyebabkan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel.

"Sehingga terjadi peningkatan pertumbuhan awan hujan (cumulonimbus) yang berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang-sore hari, serta potensi hujan ringan pada malam hari yang berdurasi lama," jelas Beny, Jumat (27/12), dikutip Antara.

Sedangkan secara lokal, adanya awan konvektif hitam pekat berbentuk kembang kol dalam bentuk single cumulonimbus mengakibatkan perbedaan tekanan dan suhu yang cukup signifikan antara daerah terpapar hujan dan belum terpapar hujan, sehingga menyebabkan angin kencang.

Berdasarkan observasi cuaca BMKG, hujan lebat pada Kamis sore terkategori ekstrem karena intensitas mencapai 102,6 mm, sedangkan kecepatan angin mencapai 89 km/jam.

"Angin kencang paling berpotensi terjadi di wilayah dengan permukaan datar yang luas namun minim pepohonan atau tidak di dekat hutan, jadi kami mengimbau masyarakat di wilayah tersebut memperkokoh struktur bangunan rumah terutama atap serta memperbaiki drainase untuk mencegah banjir," kata Beny.

Sementara, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori menyebut, terdapat 16 titik lebih pohon dan tower tumbang akibat hujan ekstrem pada Kamis sore di Kota Palembang.

"Kejadian pohon tumbang tercatat di Jalan Makrayu, Baliton, Talang Kerangga, Panca Usaha, Veteran, Anwar Sastro, Jaksa Agung R Suprapto, Basuki Rahmad, Tanjung Api-Api, Ahmad Yani, Pasar Palimo, Soak Sukawinatan, komplek PDAM, Kartini, PSCC, Kamboja, Museum SMB II, dan Letnan Simanjutak," sebut Ansori.

Hampir seluruh pohon tumbang menyebabkan kabel jaringan listrik terputus dan menghadang jalan, serta sebagian besar menimpa rumah dan mobil warga yang tengah melintas maupun yang terpakir di pusat perbelanjaan.

Hingga Jumat siang, unsur tanggap bencana di Kota Palembang masih berjibaku memotong dahan pohon yang tumbang. BMKG mengimbau warga berhati-hati saat berkendara pada siang dan sore.

"Jika ingin gunakan transportasi air dan udara kami sarankan tidak mengambil waktu siang dan sore juga, sebab Desember merupakan bulan dengan curah hujan paling tinggi selama 30 tahun terakhir di Sumsel," jelas BMKG. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gempa bumi M 3,6 guncang Lombok Utara 
Senin, 17 Februari 2020 - 06:43 WIB
Wilayah Lombok Utara diguncang gempa bumi tektonik pada Senin (17/2) pukul 00.29 WITA. Hasil analisa...
Tol Cipularang KM 118 aman dilalui kendaraan pascalongsor
Minggu, 16 Februari 2020 - 17:38 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan berdasarkan keterangan PT ...
Pengamat: Krisis air ancam masyarakat Pulau Bintan
Minggu, 16 Februari 2020 - 14:39 WIB
Krisis air setiap tahun akan mengancam masyarakat Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bin...
Seram Timur dan Fakfak hadapi gempa dengan magnitudo 5,6
Minggu, 16 Februari 2020 - 12:29 WIB
Wilayah Seram Timur di Maluku dan Fakfak di Papua Barat pada Minggu (16/2) pukul 06.00 WIB menghadap...
Warga Pesisir Selatan ditemukan tewas tertimbun longsor
Minggu, 16 Februari 2020 - 11:50 WIB
Warga Nagari Ampuan Lumpo, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Irdin (67) d...
Banjir dua meter landa dua perumahaan di Kalimulya Kota Depok
Minggu, 16 Februari 2020 - 11:14 WIB
Puluhan rumah warga di pemukiman Puri Bella dan Villa Bunga, RT 2, RW 6, Kelurahan Kalimulya, Kecama...
Gempa 5,8 Magnitudo di laut Seram dirasakan hingga Sorong
Minggu, 16 Februari 2020 - 08:57 WIB
Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 Magnitudo di laut Seram Timur Maluku, Minggu (16/2) pukul 08.00 ...
Ratusan rumah terendam banjir di Ranah Batahan Pasaman Barat
Sabtu, 15 Februari 2020 - 11:49 WIB
Sedikitnya 236 unit rumah warga di Jorong Taming, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, ...
Diguyur hujan, ruang kelas IV SD 2 Mlatinorowito Kudus ambruk
Jumat, 14 Februari 2020 - 16:26 WIB
Tidak mendapatkan rehabilitasi bangunan dari Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabup...
PVMBG: Gunung Slamet masih berstatus Waspada
Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37 WIB
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meny...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)