MemoRI 05 Januari
5 Januari 1949: Rengat banjir darah
Elshinta
Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
5 Januari 1949: Rengat banjir darah
Sumber Foto: https://bit.ly/371IsdQ

Elshinta.com - Tragedi kelam dialami Masyarakat Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, 5 Januari 1949. Saat itu Provinsi Riau belum terbentuk dan Rengat berada dibawah Provinsi Sumatera Tengah. Dalam masa Agresi Belanda II itu, ribuan nyawa masyarakat Rengat melayang saat Rengat diserbu Belanda.

Dua pesawat Belanda jenis Mustang dengan cocor merah di depannya terbang rendah dilangit Kota Rengat yang baru diguyur hujan malam harinya.

Dua pesawat itu melayang-layang diantara kerumunan masyarakat yang akan memulai aktivitas. Sebelumnya sudah tersiar kabar bahwa tentara Belanda akan menyerang Kota Rengat sebagai upaya merebut kembali kekuasannya. 

Kedatangan dua pesawat Belanda itu bukan hendak mengantarkan berita baik, melainkan membawa bom yang ditembakkan begitu saja di pasar, jalan raya, rumah warga hingga markas tentara Indonesia. Seketika bunyi bom yang meledak di tanah bersatu dengan pekik histeris warga yang panik.

Aksi dua pesawat Mustang yang mengebom setiap penjuru Rengat baru berakhir pukul 09.45 WIB. Begitu Pesawat Mustang menghilang dari langit Rengat, muncul kembali tujuh pesawat Dakota yang menerjunkan ratusan pasukan baret merah Belanda atau sering disebut Korp Spesialie Tropen (KST), pasukan terlatih Belanda yang telah mengikuti pelatihan di Batu Jajar, Bandung. Pasukan ini diterjunkan di daerah Sekip yang berawa-rawa dan selama ini tidak begitu terjaga oleh tentara Indonesia.

HM Wasmad Rads, mantan Komandan Markas Bataliyon III, Resimen IV Banteng Sumatera berpangkat Letnan Muda TNI AD yang dituturkan dalam sebuah biografi bertajuk Lagu Sunyi Dari Indragiri menyebutkan, perhatian tentara republik terpecah. 

Antara menghadang laju pasukan penerjun dengan korban yang bergelimpangan. Seorang ibu memeluk tubuh anaknya yang tercabik-cabik. Ada juga wanita yang berteriak histeris di depan putrinya yang terluka parah. Entah siapa yang mau ditolong terlebih dahulu. 

Masuk ke lubang perlindungan disana sudah ada mayat-mayat dan korban yang terluka parah. “Terlintas dalam pikiran saya jika serangan itu terus dilanjutkan, maka menjelang petang mungkin seluruh penduduk Rengat sudah musnah,” kata Wasmad.

Menjelang petang, situasi di Kota Rengat terus memburuk. Belanda kembali menurunkan pasukan Baret Hijau dalam jumlah besar. Mereka diperkirakan tiga kompi atau sekitar 350 orang. Pasukan ini datang dari Tembilahan melalui jalur sungai. Banyak yang tentara republik yang terbunuh, sedangkan yang hidup ditangkap. Wasmad berupaya menyelamatkan diri dengan cara bergerilya. 

Dalam perjalanan menyusuri sungai dan hutan ia bertemu dengan para pejuang lainnya. Namun pada tanggal 11 Januari 1949, Wasmad berhasil ditangkap pasukan Belanda di rumah orangtua angkatnya di daerah Sekip. Wasmad kemudian digelandang ke dalam sel. Dalam tahanan, Wasmad bertemu dengan sejumlah tentara republik yang telah lebih dulu ditangkap. 

(Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sosok mayat wanita ditemukan di Baubau
Minggu, 23 Februari 2020 - 22:10 WIB
Mayat sosok seorang wanita ditemukan tergeletak di Jalan Padat Karya, Area Simpang Lima Kota Baubau,...
Ke Pacitan, SBY mampir dan makan siang di Sukoharjo
Jumat, 21 Februari 2020 - 15:04 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dalam per...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pagi hari ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:35 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpeluang diguyur hujan pada Kamis (20/2).
 Kapolda Sumut apresiasi petugas tak gentar berantas narkoba
Kamis, 20 Februari 2020 - 09:27 WIB
Sebagai bentuk kepedulian dan simpatiknya, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin menjeng...
Jakarta diprakirakan diguyur hujan hari ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:27 WIB
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan akan mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sek...
Jabar diprediksi hujan ringan sepanjang hari ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:18 WIB
Wilayah Jawa Barat diprakirakan terjadi hujan ringan sepanjang hari ini, Kamis (20/2)
Peringatan dini cuaca Jabodetabek pagi hari ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:08 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada Kamis (20/2) hari ini.
Banten diprakirakan berawan dan hujan hari ini
Kamis, 20 Februari 2020 - 07:58 WIB
Wilayah Banten diprakirakan berawan dan turun hujan.
BMKG: Tangsel berawan dan hujan ringan
Kamis, 20 Februari 2020 - 07:46 WIB
Cuaca di wilayah Tangerang Selatan diprakirakan berawan dan hujan ringan sepanjang hari ini.
Katulampa Siaga III, BPBD Jakarta siarkan peringatan dini
Kamis, 20 Februari 2020 - 06:18 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Kamis (20/2) pagi menyiarkan peringatan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)