Sandiaga ingatkan medsos ibu-ibu majelis taklim dapat berkontribusi positif
Elshinta
Rabu, 11 Desember 2019 - 16:06 WIB |
Sandiaga ingatkan medsos ibu-ibu majelis taklim dapat berkontribusi positif
Pengusaha Sandiaga S Uno. Foto: https://bit.ly/2RGJqri/elshinta.com.

Elshinta.com - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan media sosial yang dimiliki ibu-ibu majelis taklim dapat berkontribusi positif bagi Indonesia.

Misalnya, untuk meningkatkan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah. Adapun caranya dengan menggiatkan promosi iklan digital, kata Sandiaga dalam rilis yang diterima Antara di Jakarta. 

Kalau dahulu mereka susah pasang iklan di media untuk produknya, sekarang mereka melalui medsos bisa mengiklankan produk-produknya kepada komunitasnya sendiri.

"Ini menurut saya malah dapat menjadi peluang. Kita gunakan digitalisasi sebagai langkah mereka meningkatkan pelaporan keuangannya," katanya.

Dengan pendekatan teknologi, ibu-ibu majelis taklim juga dapat meningkatkan skala usahanya. Jika skala usahanya meningkat, kemandirian ekonominya juga meningkat.  Hal ini diharapkan mereka juga dapat membuka lapangan kerja lebih luas lagi.

Sandiaga mengatakan bahwa kekuatan ekonomi keluarga Indonesia itu adanya justru pada ibu-ibu. Belanja dan kegiatan ekonomi keluarga rata-rata semuanya ibu-ibu lakukan.

"Oleh karena itu, semestinya ibu-ibu juga bisa menghasilkan. Kalau punya produk-produk UMKM, kuliner, kecantikan, fesyen, dan lain sebagainya," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Melalui UMKM, menurut dia, paling tidak, apa yang dikonsumsi sehari-hari bisa diproduksi sendiri di majelis taklim yang biasa ibu-ibu ikuti. Busana yang dipakai juga bisa beli dari produk-produk anak bangsa. Begitu seterusnya sehingga ekonomi bisa tumbuh melalui majelis taklim.

"Majelis taklim ini 'kan silaturahmi, silaturahmi kuat ini. Mereka bisa berjejaring, sampai majelis ini punya jejaring yang kuat dan jadi pasar yang kuat juga," ujar Sandiaga.

Dengan memperkuat ekonomi berbasis majelis taklim itu pula, menurut dia, perlambatan ekonomi yang mulai terasa saat ini bisa segera dilalui.
  
"Mudah-mudahan, 2 atau 3 tahun ke depan kita bisa mandiri dari segi pertumbuhan bangsa ke depan," katanya.

Untuk itu, Sandiaga mengingatkan agar ibu-ibu majelis taklim menjadi masyarakat yang produktif, bukan hanya konsumtif.

Ia juga memberi semangat agar ibu-ibu majelis taklim tidak mudah menyerah jika mengalami kesulitan.

"Saya yakin di balik suatu kesulitan Allah akan memberikan banyak kemudahan. Kalau kita alami kesulitan, kita berprasangka baik saja pada Allah. Saya sekarang ini sedang merasakan roda itu di bawah saat ini. Akan tetapi, ini pasti berputar," ujar Sandiaga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mekanisme blokir IMEI ditetapkan pekan ini
Kamis, 27 Februari 2020 - 08:31 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menentukan mekanisme yang dipakai untuk memblo...
Bahaya keamanan siber APT mengintai di 2020
Rabu, 26 Februari 2020 - 16:36 WIB
Perusahaan keamanan siber Kaspersky melihat bahaya serangan Advanced Persistent Threats (APT) masih ...
Di era 4.0, kini berzakat semakin mudah dengan layanan berbasis digital
Rabu, 26 Februari 2020 - 14:31 WIB
Dalam Public Expose 2020 yang mengusung tema Sustainable Transformation for Philanthropy in Era 4.0,...
Hati-hati, tautan grup WhatsApp bisa muncul di pencarian Google
Senin, 24 Februari 2020 - 13:19 WIB
Undangan untuk bergabung dalam obrolan grup WhatsApp, yang harusnya bersifat privasi, dilaporkan dit...
SpaceX gandeng agen wisata buat tur keliling bumi
Rabu, 19 Februari 2020 - 14:36 WIB
SpaceX berencana membuat tur untuk empat orang keluar angkasa untuk melakukan perjalanan keliling bu...
Google berencana hentikan program wifi gratis Google Station
Selasa, 18 Februari 2020 - 12:36 WIB
Google berencana menghentikan program Google Station, sebuah program yang menghadirkan wifi gratis d...