Jurus Teten untuk pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional
Elshinta
Rabu, 11 Desember 2019 - 09:59 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Jurus Teten untuk pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional
Sumber foto: https://bit.ly/2RFO2hG

Elshinta.com - Kementerian Koperasi dan UKM menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Strategi ini merupakan implementasi dari program pemerintah dalam pengarusutamaan UMKM dalam ekonomi nasional. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan dalam roadmap pengembangan UMKM 2020 -2024, ada lima target yang hendak dicapai yakni kenaikan ekspor UMKM, kontribusi UMKM terhadap PDB, rasio kewirausahaan, koperasi modern dan UMKM naik kelas. 

Dilansir dari laman resminya, Rabu, Menkop menargetkan pada akhir 2020 kontribusi UMKM terhadap ekspor meningkat menjadi 18% dari sebelumnya 14%. Begitu juga dengan kontribusi UMKM terhadap PDB nasional meningkat menjadi 61% dan rasio kewirausahaan menjadi 3,55%. 

"Kita juga akan meningkatkan jumlah koperasi moderen dan UMKM naik kelas," kata Teten. 

Ia mengungkapkan bahwa pada 2024 mendatang, ditargetkan ekspor UMKM sudah harus berada di level 30,20%, kontribusi terhadap PDB 65%, dan rasio kewirausahaan 4%. 

"Pertumbuhan ekonomi nasional bisa sebesar 5% itu karena belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Kita harus menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. Di sini, peran UMKM amat besar diperlukan," jelas Menkop.

Lebih dari itu, Teten juga menyebut bahwa struktur ekonomi berbentuk piramida seperti saat ini, bukanlah struktur yang bagus. Dimana usaha mikro begitu besar, sekitar 60 juta unit namun tidak berkontribusi siginifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

"UMKM yang jumlahnya 99% namun dengan kontribusi yang tidak signifikan. Bandingkan dengan usaha besar yang hanya 1% namun memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 40% dan ekspor 80%," kata Menkop.

Oleh karena itu, Teten menegaskan beberapa hal kebijakan pengembangan UMKM ke depan. Pertama, pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan kelompok, komunitas, dan kluster. 

"Arahnya akan ke one village one product atau OVOP. Daerah harus konsentrasi ke produk unggulan yang berbahan dasar lokal dan memiliki supply banyak," ucap Teten.

Kedua, prioritas pada sektor riil (produksi) yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. 

"Komoditinya harus dipilih, dan Pemda harus memandu dan mengarah sektor apa yang bakal dikembangkan. Di sini, kita butuh peran market intelejen," tandas Teten.

Ketiga, pemberdayaan KUMKM dilakukan secara lintas sektoral dengan One Gate Policy, dan melibatkan kemitraan dengan pihak ketiga (swasta). Keempat, pemberdayaan UMKM dilakukan secara variatif sesuai dengan karakteristik dan level UMKM. 

"Yang tak boleh ketinggalan adalah modernisasi dan inovasi UMKM, harus sama dengan yang diterapkan usaha besar," kata Menkop.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ciptakan koperasi sehat, Menteri Teten: Izin dan syarat pendirian koperasi akan dipermudah
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:48 WIB
Upaya Kementerian Koperasi dan UKM menciptakan koperasi yang sehat, pihaknya akan mempermudah perizi...
Tak sekadar ikut tren bisnis kopi, Angga Adipura: Menu kami anti mainstream
Senin, 24 Februari 2020 - 08:17 WIB
Bisnis kopi kekinian makin semerbak. Peluangnya yang besar membuat pelaku di industri ini terus bert...
Tertarik dengan waralaba kaki lima? Agar tidak merugi, ini tipsnya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 14:37 WIB
Kelebihan dari waralaba kaki lima adalah pencapaian sales pada target minimumnya dapat cepat diraih ...
Wah, perputaran bisnis burung ternyata capai Rp1,7 T, ini kata Teten Masduki
Senin, 17 Februari 2020 - 11:09 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkope...
Ini 6 kunci sukses UKM kelola bisnis kedai kopi
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:29 WIB
Ada enam kunci sukses bagi para pelaku UKM dalam mengelola bisnis kedai kopi. Yaitu, produk inovatif...
Jadi etalase produk UKM, Sarinah bakal genjot peluang ekspor
Selasa, 11 Februari 2020 - 16:35 WIB
Sejak Sarinah bertransformasi menjadi etalase produk UKM, penjualan produk UKM di Sarinah mengalami ...
Punya modal pas-pasan, bisnis apa yang paling cocok?
Jumat, 07 Februari 2020 - 12:11 WIB
Berbisnis itu nomor satu tidak kepentok dengan modal kecil. Jadi Anda harus keluar dulu dari pagar m...
Masih tren nih, bagaimana peluang bisnis di industri kopi?
Jumat, 31 Januari 2020 - 10:36 WIB
Industri kopi yang terus booming saat ini, membuka kesempatan berusaha dengan mendirikan bisnis kopi...
Dorong UKM naik kelas, Kemenkop gandeng komunitas pekerja kreatif
Kamis, 23 Januari 2020 - 10:18 WIB
Kali ini, kementerian yang dikomandoi Teten Masduki itu menggandeng Kreavi, sebuah wadah ekonomi kre...
Jumlah warung tradisional capai 3,5 juta, Teten: Tantangan warung itu besar, harus mulai serba pintar
Senin, 16 Desember 2019 - 15:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan warung tradisional yang kini jumlahnya 3,5 juta wa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)