Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Riau bersiap hadapi banjir kiriman dari Sumbar
Elshinta
Selasa, 10 Desember 2019 - 17:57 WIB |
Riau bersiap hadapi banjir kiriman dari Sumbar
Sumber Foto: https://bit.ly/2P6XHfl

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau menyatakan dalam waktu dekat daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut harus bersiap menghadapi bencana banjir kiriman dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Selasa (10/12).

"Belum lagi lurus pinggang ini dari atasi kebakaran hutan dan lahan, sekarang sudah datang banjir lagi. Daerah Sumbar sudah banjir, dan banjir kirimannya akan sampai ke Riau," kata Edwar.

Riau baru saja mengakhiri masa Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan pada 31 Oktober lalu. Pada bulan Desember ini Riau mulai banjir diawali dengan Kabupaten Rokan Hulu akibat luapan air sungai dan tingginya intensitas hujan.

"Banjir kini masih terjadi di daerah Bonai, bagian hilir di Kabupaten Rokan Hulu," katanya, seperti dikutip Antara.

Dalam waktu dekat, Kabupaten Kampar akan mengalami banjir kiriman dari Sumbar karena hulu Sungai Kampar di tanah Minangkabau juga sudah meluap. Hal ini ditandai dengan dibukanya pintu air di waduk PLTA Koto Panjang selama dua hari terakhir.

"Kalau pintu air waduk sudah dibuka, daerah Bangkinang Kampar pasti banjir, terus mengalir ke Buluh Cina sampai ke Palalawan di daerah Langgam dan terakhir ke Kabupaten Kuantan Singingi," ujarnya.

Menurut dia, banjir setiap musim hujan tidak bisa dihindari akibat daerah tangkapan air di hulu di Sumbar makin rusak. Dampaknya masyarakat Riau terkena bencana banjir tersebut. "Hutan sudah rusak di hulu sana, itu sebabnya," kata Edwar.

Ia mengatakan sudah menyiagakan personel untuk bersiap menghadapi banjir kiriman. Saat ini tim BPBD Riau masih berada di daerah Bonai, Kabupaten Rokan Hulu.

PT PLN (Persero) terpaksa membuka pintu waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, akibat bertambahnya debit air karena pengaruh banjir dan intensitas hujan yang meningkat di daerah hulu di Sumatera Barat.

"Pada hari ini, kita tambah pembukaan pintu air pada jam 10 pagi dan jam tiga sore," kata GM PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Bambang Iswanto di Pekanbaru, Selasa.

Waduk PLTA Koto Panjang menampung air dari Sungai Kampar yang hulunya berada di Sumatera Barat (Sumbar). Ketika debit air sudah melebihi ketinggian yang aman untuk daya tampung waduk, PLN kerap membuka pintu pembuangan air menuju Sungai Kampar.

Hal ini tentu mengakibatkan konsekuensi meningkatnya debit air ke Sungai Kampar yang kerap menimbulkan banjir di daerah tersebut. Karena itu, Bambang mengatakan pembukaan pintu air dilakukan PLN dengan secermat mungkin dan langsung menginformasikannya kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

"Kita memang harus jaga keseimbangan air yang masuk dan yang keluar. Dalam kondisi normal, waduk digunakan untuk menjalankan tiga generator yang membutuhkan air 600 meter kubik per jam, tapi semalam pukul satu sudah mendekati 2.000 meter kubik per jam. Ini harus diimbangi dengan melakukan pembukaan pintu air bertahap," katanya. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir landa Pekalongan dan Batang, ratusan warga mengungsi
Minggu, 26 Januari 2020 - 11:57 WIB
Hujan deras disertai angin yang melanda Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sejak Sab...
 BMKG catat ada 13 titik panas di Bengkalis
Minggu, 26 Januari 2020 - 11:46 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan sebanyak 13 titik p...
Bencana tanah longsor menimpa satu rumah warga di Garut
Minggu, 26 Januari 2020 - 10:48 WIB
Bencana tanah longsor menimpa satu rumah warga di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sab...
Sebanyak 40.844 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bandung
Minggu, 26 Januari 2020 - 09:39 WIB
Sebanyak 40.844 jiwa terdampak banjir yang melanda Kawasan Bandung Selatan, tepatnya di lima kecamat...
Pasca gempa Turki, tiga WNI di Elazig selamat
Sabtu, 25 Januari 2020 - 18:28 WIB
Pasca gempa bumi yang mengguncang Turki pada Jumat (24/1) malam, tiga warga negara Indonesia yang be...
Wali Kota mencatat 1.100 jiwa terdampak banjir di Gedebage Bandung
Sabtu, 25 Januari 2020 - 17:40 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial mencatat sebanyak 259 kepala keluarga (KK) atau 1.100 jiwa menjadi b...
Sandi dan Relawan Siaga kunjungi korban banjir di Cipanas
Sabtu, 25 Januari 2020 - 17:15 WIB
Relawan Siaga menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban banjir dan longsor di Cipanas, Kabupaten L...
Puluhan hektar lahan hutan di Ambon terbakar
Sabtu, 25 Januari 2020 - 13:58 WIB
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Air Besar, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) pada Jum...
Sebanyak 3.744 rumah terendam akibat banjir di Kabupaten Bandung
Sabtu, 25 Januari 2020 - 12:52 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan banjir yang menerj...
Binmas dan Babinsa kontrol kawasan industri terendam banjir di Desa Solokanjeruk
Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:43 WIB
Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Bandung akhir-akhir ini berdampak terjadinya banj...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV