Polri sebut diperoleh petunjuk signifikan kasus teror Novel Baswedan. Segera terungkap!
Elshinta
Selasa, 10 Desember 2019 - 07:03 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Polri sebut diperoleh petunjuk signifikan kasus teror Novel Baswedan. Segera terungkap!
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal menjawab wartawan mengenai hasil pertemuan antara Kapolri dengan Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12). Sumber foto: https://bit.ly/2RCBd7y

Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12), guna melaporkan perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi M. Iqbal mengatakan, dalam pertemuan yang berlangsung selama 20 menit itu, Kapolri menyampaikan laporan tentang perkembangan penanganan kasus yang menimpa Novel Baswedan. Menurut Iqbal, nantinya ke depan tim teknis akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini. 

“Kita sudah mendapatkan petunjuk yang signifikan tentang upaya terungkapnya kasus ini, kami sangat optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini,” kata M. Iqbal, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Kadiv Humas Mabes Polri itu memohon doa masyarakat agar tim teknis akan segera merampungkan, dan Insyaallah akan disampaikan ke publik tentang pengungkapan kasus ini. 

Mengenai motif dari tindakan penyerangan terhadap Novel Baswedan itu, M. Iqbal mengemukakan, Polri akan menyampaikan ke publik, ke media, setelah kasus terang benderang terungkap jelas. Walaupun, lanjut Iqbal, di dalam mekanisme proses upaya penyelidikan dan penyidikan, Polri mempunyai teori bahwa motif itu, motif A, motif B, motif C, motif D, selalu disandingkan untuk lebih memperjelas alat bukti dan petunjuk yang sudah didapat. 

Saat didesak wartawan mengenai kapan persisnya hasil pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan diungkapkan, M. Iqbal mengatakan, tidak akan berapa lama lagi. 

“Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan. Doakan, Insyaallah dalam waktu dekat,” tegas Iqbal. 

73 Saksi, 114 Toko Kimia 

Dalam kesempatan itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. M. Iqbal memastikan, kasus penyiraman dengan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan ini tidak akan mati suri. Ia meminta wartawan memahami bahwa sudah ada 73 saksi yang diperiksa Polri. Selain itu, 114 toko kimia yang sudah diperiksa dan 38 titik CCTV diperiksa secara laboratorium forensik kepolisian saintifik di Mabes Polri maupun di AEP di Australia. 

“Ini adalah salah satu bukti bahwa kita sangat serius, sabar saja, tidak akan berapa lama lagi. Tim teknis akan segera mengungkap kasus ini, kiita sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang sangat sangat sangat signifikan,” jelas Iqbal. 

Mengenai pesan yang disampaikan Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis, Iqbal mengatakan, Presiden berpesan agar segera menyelesaikan kasus ini. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Resmi kerjasama BI Corner, Kajari Medan: Ajang tingkatkan kemampuan jaksa
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:12 WIB
Bank Indonesia Sumatera Utara (BI Sumut) dan Kejaksaan Negeri Medan melakukan kerjasama pembuatan B...
Hari ini terakhir sosialisasi sistem ganjil genap
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:45 WIB
Sosialisasi sistem rekayasa lalu lintas ganjil genap di Jakarta memasuki hari terakhir, Rabu (5/8) h...
Polda Metro Jaya segera undang Anji dan Hadi Pranoto
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:33 WIB
Polda Metro Jaya segera melayangkan undangan kepada musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Had...
Pemilik ratusan ganja divonis delapan tahun penjara di Bali
Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:37 WIB
Pemilik narkotika jenis ganja seberat 622,5 gram neto dan 0,37 gram neto sabu-sabu bernama Yosua Kar...
Kejagung jelaskan soal eksekusi Djoko Tjandra
Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:25 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, menjelaskan alasan Kejaksaan Agung lan...
Aturan MA nomor 1 tahun 2020 tentang Koruptor bentuk terobosan hukum
Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:11 WIB
Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan aturan terbaru nomor 1 tahun 2020 tentang pemidanaan pelaku ...
LeCI: Penangkapan Djoko Tjandra momentum bongkar kasus Bank Bali
Minggu, 02 Agustus 2020 - 16:15 WIB
Direktur Legal Culture Institute (LeCI) M Rizqi Azmi mengatakan penangkapan Djoko Tjandra menjadi mo...
Sahroni minta lembaga hukum tindak oknum terlibat kasus Djoko Tjandra
Minggu, 02 Agustus 2020 - 12:39 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta lembaga hukum, seperti Kepolisian, Kejaksaan Agu...
Bareskrim tahan Brigjen Prasetijo Utomo
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:29 WIB
Bareskrim Polri menahan Brigjen Pol Prasetijo Utomo terkait kasus penerbitan surat jalan palsu untuk...
Djoko Tjandra resmi berstatus warga binaan Rutan Salemba
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 09:14 WIB
Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra resmi berstatus sebagai warga binaan Rumah Tahanan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV