Buaya muara muncul, petugas imbau warga tak dekati Sungai Lematang
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 08:41 WIB |
Buaya muara muncul, petugas imbau warga tak dekati Sungai Lematang
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2P6b8MJ

Elshinta.com - Petugas mengimbau warga di sekitar Sungai Lematang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan tidak beraktivitas di sungai usai kemunculan seekor buaya muara (Crocodylus porosus) selama satu pekan terakhir.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) VII Isau-Isau BKSDA Sumsel, Raswandi mengatakan Sungai Lematang masih termasuk wilayah jelajah dan habitat buaya muara, sehingga kemunculannya hal yang wajar tapi wajib diantisipasi.

"Buaya itu muncul mungkin karena debit air sungai mengecil akibat kemarau, jadi kelihatan oleh warga, misalnya tinggi air sudah meningkat buaya-buaya mungkin tidak terlihat," kata Raswandi saat dihubungi Antara dari Palembang, Minggu (8/12).

Menurut dia buaya muara yang menggegerkan warga Muara Enim selama satu pekan terakhir berjumlah satu ekor dengan ukuran 2 meter dan posisinya berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain.

Selain faktor debit sungai, ia menduga buaya tersebut hendak mencari wilayah pinggiran yang bisa didiami untuk bertelur, meski kemungkinan itu kecil jika melihat kebiasaan buaya meletakkan telurnya di dekat muara.

Raswandi menyebutkan jarak antara sungai ke pemukiman hanya sekitar 100 meter, sehingga warga terus diimbau mengawasi keluarganya, terutama anak-anak yang gemar mandi di Sungai Lematang yang menjadi wilayah jelajah buaya muara. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mahfud jelaskan soal Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Buruh diutamakan?
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan, Ranc...
Terkait Omnibus Law, ancaman pun dikeluarkan KSPI
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:29 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mewakili elemen buruh dan pekerja di seluruh Indonesia ...
Kekhawatiran KSPI soal Omnibus Law
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:16 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mewakili elemen buruh dan pekerja di seluruh Indonesia ...
Ini enam alasan serikat pekerja tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Selasa, 21 Januari 2020 - 08:02 WIB
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, terdapat enam alasan meng...
DPR minta pemerintah cari solusi kenaikan iuran BPJS Kesehatan, begini kata Menkes
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:24 WIB
Komisi IX DPR RI meminta pemerintah untuk mencari solusi atas kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jam...
Pelancong ke Korea dan Jepang diimbau waspada virus nCov
Selasa, 21 Januari 2020 - 07:11 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para pelancong yang ingin mengunjungi Korea dan juga Jepa...
WNI kembali disandera Abu Sayyaf, Mahfud akan koordinasi dengan Menlu
Senin, 20 Januari 2020 - 19:26 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku pihaknya akan be...
Keraton Pajang mustahil peroleh pengakuan sebagai kerajaan
Senin, 20 Januari 2020 - 17:46 WIB
Munculnya Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo turut mengungkap keberadaan Keraton Pajang di Desa Mak...
Kondisi terkini para korban Posyandu di RSUI yang kecelakaan bus pariwisata di Subang
Senin, 20 Januari 2020 - 17:36 WIB
Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyampaikan perkembangan terkini kondisi korban kecelakaan...
KSOP Ambon tidak terbitkan SIB KLM Panji Saputera
Senin, 20 Januari 2020 - 17:07 WIB
Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon menegaskan tidak pernah menerbitkan Su...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV