Polemik rokok elektrik, Indef nilai kenaikan tarif tembakau tak efektif
Elshinta
Senin, 09 Desember 2019 - 07:38 WIB |
Polemik rokok elektrik, Indef nilai kenaikan tarif tembakau tak efektif
Peneliti Indef Esther Sri Astuti. Sumber foto: https://bit.ly/2rj3t4C

Elshinta.com - Peneliti dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menilai rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menaikkan tarif Harga Jual Eceran (HJE) Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) pada 2020, tidak efektif menyelesaikan polemik rokok elektrik.

"Sebaiknya pemerintah mengantisipasi dampaknya terhadap kemungkinan lay-off tenaga kerja," kata Esther dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (8/12).

Esther menyarankan Kemenkeu memberikan insentif fiskal bagi produk tembakau alternatif. "Pemerintah bisa memberikan insentif fiskal kepada produk HPTL yang lebih rendah risiko dengan pertimbangan dapat menjadi salah satu solusi bagi perokok dewasa yang sulit untuk berhenti merokok," ungkap Esther.

Esther melanjutkan sama halnya dengan produk-produk lain yang mempunyai dampak lebih baik dari produk konvensionalnya, dengan adanya insentif fiskal, perokok dewasa lebih mampu menjangkau produk yang lebih rendah risiko tersebut.

Dari sisi produsen pun akan semakin terpacu melakukan inovasi di industri produk tembakau alternatif. Dengan demikian, lanjut dia, yang diuntungkan adalah perokok di Indonesia yang mempunyai pilihan lebih banyak. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
1.451 rumah berdiri tepat di atas jalur kereta bakal digusur
Sabtu, 18 Januari 2020 - 15:47 WIB
Sebanyak 1.451 bidang rumah berdiri tepat di atas jalur kereta dari Rangkasbitung menuju Pandeglang,...
Menhub sebut kecepatan kereta ke Merak ditingkatkan hingga dua kali lipat
Sabtu, 18 Januari 2020 - 14:49 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tengah menyelesaikan proyek mempercepat laju kereta h...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang ini
Sabtu, 18 Januari 2020 - 14:15 WIB
Wilayah Jabodetabek siang ini, Sabtu (18/1) masih berpotensi diguyur hujan.
Wali Kota Bandung ingin club motor sejalan dengan program pemkot
Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:48 WIB
Wali Kota Bandung, Oded M Danial menginginkan program club motor di Kota Bandung sejalan dengan visi...
Kementerian PUPR siap hadapi Revolusi Industri 4.0
Sabtu, 18 Januari 2020 - 12:29 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan telah menyiapkan sejumlah strategi...
Pemkot Bogor tingkatkan derajat PKL melalui relokasi
Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:59 WIB
Pemerintah Kota Bogor terus melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan merelokasinya masuk ke d...
KKP tegaskan program Pugar solusi permasalahan garam di hulu
Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:44 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (P...
Prajurit TNI Yonif 755 Kostrad ajarkan anak-anak disabilitas jadi pengibar bendera
Sabtu, 18 Januari 2020 - 11:26 WIB
Prajurit TNI Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Papua di bawah pimpinan Letkol...
Kominfo: Netflix harus patuh UU ITE
Sabtu, 18 Januari 2020 - 10:28 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai konten yang dimuat di platform streaming vi...
Menhub akan tinjau infrastruktur perkeretaapian di Banten
Sabtu, 18 Januari 2020 - 10:12 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (18/1) direncanakan akan meninjau sejumlah proyek pemba...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV