Dishub usulkan denda maksimal pelaku parkir liar
Elshinta
Minggu, 08 Desember 2019 - 15:25 WIB |
Dishub usulkan denda maksimal pelaku parkir liar
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/38gsHRv

Elshinta.com - Dinas Perhubungan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengusulkan pengenaan denda tilang maksimal kepada para pelaku parkir liar yang telah kena sanksi penggembokan untuk memberikan efek jera terutama pada kawasan tertib lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh di Mataram, Minggu (8/12) mengatakan denda tilang yang diberikan dari aparat kepolisian terhadap para pelaku parkir liar saat ini merupakan denda minimal yakni Rp60.000 untuk kendaran roda dua dan Rp100.000 untuk roda empat. "Sebenarnya denda maksimalnya adalah Rp100.000 untuk kendaran roda dua dan Rp250.000 untuk roda empat," katanya.

Pengenaan denda minimal itu, katanya, memang menjadi salah satu tahapan dalam proses pembinaan, namun saat ini kegiatan pencanangan KTL pada 31 Oktober 2019 di Jalan Pejanggik mulai dari simpang empat BI sampai simpang empat Kantor Gubernur NTB sudah berjalan lebih dari satu bulan sehingga dendanya perlu dievaluasi.

Terkait dengan itu, Dishub akan melakukan komunikasi dengan tim dalam hal ini aparat dari kepolisian terkait dengan kemungkinan penerapan denda maksimal terhadap pelaku parkir liar. "Setelah pencanangan KTL, tim kami setiap hari melakukan pengawasan dan penertiban di kawasan tersebut dan melakukan penggembokan terhadap kendaraan yang terbukti parkir liar sehingga mampu mengurangi kemacetan arus lalu lintas," katanya.

Penggembokan kendaraan roda empat dan perantaian kendaraan roda dua juga terus dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku parkir liar. "Gembok atau rantai, dibuka setelah pelaku membayar denda tilang kepada aparat kepolisian," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Saleh yang didampingi Kabid Keselamatan dan Pengendalian Lalu Lintas Dishub Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, jumlah kendaraan yang sudah digembok dan dirantai selama KTL dicanangkan sekitar 90 unit. "90 unit kendaran tersebut, sudah kami data baik itu nomor plat polisi, jenis kendaraan, lokasi dan jam pelanggaran serta lainnya. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada pelanggaran yang dilakukan dua kali oleh kendaraan serupa," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, sejauh ini dari hasil kegiatan yang dilakukan belum ada kendaraan yang digembok dua kali, dan angka tersebut diharapkan terus menurun hingga tidak ada lagi penindakan yang dilakukan tim. "Penurunan angka pelanggaran itu, menjadi salah satu indikasi masyarakat merespon apa yang menjadi program pemerintah dengan mentaati aturan yang ada," katanya. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WNI terdampak kebijakan penghentian umrah akan dipulangkan dari Turki
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:59 WIB
Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebijakan penghentian penerimaan jemaah umrah ol...
Pemeriksaan klinis, 188 WNI kru World Dream tidak terindikasi COVID-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 09:20 WIB
Pemeriksaan klinis terhadap 188 warga negara Indonesia (WNI) kru Kapal World Dream yang dilakukan ol...
Kesiapan Pulau Sebaru untuk Observasi WNI sudah capai 85 persen
Jumat, 28 Februari 2020 - 08:25 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manu...
Evakuasi WNI di Diamond Princes, Pemerintah sedang negosiasi slot penerbangan ke Jepang
Jumat, 28 Februari 2020 - 08:10 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menyampaikan, bahwa saat ini baru dilakukan negosi...
Sebulan, RSUD Salatiga sudah tangani lebih dari 10 pasien demam berdarah
Jumat, 28 Februari 2020 - 07:53 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga, Jawa Tengah, mulai awal bulan Februari 2020 hingga sekarang...
Prakiraan cuaca wilayah Jawa Barat hari ini
Jumat, 28 Februari 2020 - 07:40 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang b...
Hujan sedang-lebat berpotensi guyur Banten
Jumat, 28 Februari 2020 - 07:26 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hu...
Pemerintah siapkan langkah lindungi kepentingan jemaah umrah
Jumat, 28 Februari 2020 - 06:57 WIB
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan sementara masuknya jemaah umrah ma...
Menlu Retno jelaskan soal penghentian umrah hingga WNI di kapal pesiar dan Korsel
Jumat, 28 Februari 2020 - 06:34 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi menyatakan telah meminta kepada duta besar (dubes) Ind...
Sukur Nababan ajak semua pihak duduk bersama atasi banjir 
Kamis, 27 Februari 2020 - 19:25 WIB
Politisi partai PDIP Sukur Nababan mengatakan banjir yang terjadi akhir-akhir ini karena steakholder...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)