Kapal tenggelam di Mauritania tewaskan hingga 57 migran
Elshinta
Kamis, 05 Desember 2019 - 10:29 WIB |
Kapal tenggelam di Mauritania tewaskan hingga 57 migran
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/34SJAj5

Elshinta.com - Sebanyak 57 orang tewas setelah kapal yang membawa sekitar 150 migran dari Gambia tenggelam di lepas pantai Mauritania pada Rabu, menurut badan migrasi PBB.

Jalur laut berbahaya dari Afrika Barat ke Eropa pernah menjadi rute utama bagi migran yang mencari pekerjaan dan kesejahteraan. Insiden ini merupakan salah satu yang paling mematikan sejak sejumlah upaya tidak cukup ketika Spanyol memperketat patroli pada pertengahan tahun 2000an.

"Otoritas Mauritania mengatakan hingga 57 orang tewas setelah kapal yang membawa migran tenggelam di lepas pantai hari ini," cuit Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Twitter.

"Para penyintas mengatakan kepada staf IOM bahwa kapal berlayar dari Gambia pada Rabu lalu dengan sedikitnya 150 orang."

Otoritas Mauritania tak langsung dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Meskipun menjadi rumah untuk sejumlah negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di benua tersebut, Afrika Barat sedang berjuang menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi populasi kaum muda yang menjamur. Walhasil, para migran terus menempuh rute berbahaya demi tiba di Eropa, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sekjen PBB desak pemimpin Ethiopia lindungi warga sipil di Tigray
Rabu, 25 November 2020 - 11:05 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak ...
Komisi Ethiopia: Kelompok pemuda Tigray tewaskan 600 warga sipil
Rabu, 25 November 2020 - 09:45 WIB
Sekelompok pemuda Tigray menikam, mencekik dan juga memukul hingga tewas sedikitnya 600 warga sipil ...
Cegah kelaparan, PBB tarik Rp1,4 triliun dari dana darurat
Rabu, 18 November 2020 - 11:20 WIB
Kepala Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa Mark Lowcock mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan me...
Presiden Afrika Selatan: Pengunjung dari semua negara boleh masuk
Kamis, 12 November 2020 - 11:15 WIB
Afrika Selatan akan mengizinkan masuk pengunjung dari semua negara dalam upaya untuk meningkatkan se...
Penjaga perdamaian PBB tewas akibat serangan di Republik Afrika Tengah
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:49 WIB
Milisi menewaskan salah satu penjaga perdamaian PBB asal Rwanda dan melukai dua personel lainnya dal...
Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya
Kamis, 23 April 2020 - 18:15 WIB
Dua dokter, satu perawat dan satu pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik ol...
Gaji presiden dan menteri Malawi dipotong 10 persen karena corona
Minggu, 05 April 2020 - 16:50 WIB
Presiden dan para menteri anggota kabinet Malawi akan mengalami pemotongan gaji sebesar 10 persen da...
Tekan penularan COVID-19, Aljazair perpanjang jam malam
Minggu, 05 April 2020 - 16:16 WIB
Aljazair mulai Minggu akan memperpanjang aturan jam malam demi menekan penularan COVID-19, kata Perd...
Afrika Selatan konfirmasi penularan lokal COVID-19 pertama
Kamis, 12 Maret 2020 - 19:35 WIB
Afrika Selatan mengonfirmasi laporan kasus pertama penularan lokal virus corona (COVID-19), pada Kam...
Pesawat latih militer Aljazair jatuh, 2 pilot tewas
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:10 WIB
Dua pilot militer Aljazair tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Provinsi Oum El Bouaghi, Aljaza...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV