Satgas khusus dibentuk selidiki pemilik granat asap meledak di Monas
Elshinta
Kamis, 05 Desember 2019 - 06:46 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Satgas khusus dibentuk selidiki pemilik granat asap meledak di Monas
Olah TKP dilakukan pasca-ledakan granat asap di kawasan Monas, Jakpus, Selasa (3/12). Sumber Foto: https://bit.ly/2OOltwH

Elshinta.com - Polda Metro Jaya membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus untuk mengusut pemilik granat asap yang meledak di dalam kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12). 

“Tentunya dari Polda Metro Jaya sudah membuat satgas, satuan untuk mengungkap atau mendalami kasus tersebut,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Raden Argo Prabowo Yuwono, di Mako Polairud Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (4/12) kemarin.

Argo menuturkan, terkait kasus granat asap yang meledak, Selasa pagi, ring 1 Istana Negara sepenuhnya ditangani Polda Metro Jaya.
 
“Masih didalami. Ditunggu saja nanti penyidik akan memberikan hasilnya,” jelas Argo, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri.

Polisi menyita kamera pengawas yang berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat, terkait pengusutan kasus granat asap yang meledak tersebut. 

Kasubag TU Unit Pengelola Kawasan Monas, Arista Nurbaya menyebutkan, setidaknya ada 52 CCTV yang terpasang di kawasan Monas. Pihak kepolisian telah mengambil alat penyimpan rekaman CCTV (DVR) untuk menyelidiki ledakan di Monas.

“Kami belum tahu berapa DVR CCTV yang diperiksa. CCTV yang memantau ke arah TKP bisa dicek dipastikan ada,” ucap Arista di lokasi, Selasa lalu.

Kasubag TU ini juga menjelaskan bahwa, pihaknya hanya mengelola CCTV yang berada di dalam Monas. Sedangkan yang ada di kawasan Monas dikelola Jakarta Smart City (JSC).

“Kebetulan CCTV ada dua sistem jadi kami ada yang di tugu dan juga di kawasan. Mungkin tadi pihak kepolisian sudah mendapatkan dari pihak Bali Tower yang mempunyai Instalansi CCTV di Monas,” ucap Arista.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan, pihaknya mengumpulkan bukti-bukti untuk mengusut tuntas penyebab granat asap meledak, termasuk salah satunya memeriksa CCTV.

“Itu SOP yang kita lakukan. Selain saksi yang sangat signifikan tentu saksi yang pertama di TKP. Saksi yang mengetahui yang mendengar. Paling penting itu saksi korban kita akan mintai keterangan. Untuk saksi korban perlu dipahami ini masih tahap pengobatan kalau udah lebih baik kita minta keterangan pada saksi korban,” tutup Kapolda Metro Jaya soal ledakan di Monas. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi usut kasus video mesum mantan anggota DPRD Mimika
Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:47 WIB
Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua, kini terus mengusut kasus video mesum yan...
KPK: Luas lahan sawit yang disita terkait kasus Nurhadi 530 Hektare
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:47 WIB
KPK mencatat luas lahan kelapa sawit di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, yang telah disita te...
Mantan Hakim Agung MA: Perma No.1/2020 jangan sampai belenggu independensi hakim
Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:45 WIB
Kehadiran Peraturan MA (Perma) Nomor 1 tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 Und...
KPK hadiri gelar perkara kasus korupsi Djoko Tjandra Jumat
Kamis, 13 Agustus 2020 - 12:12 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan lembaganya telah menerima...
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin bebas murni
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:55 WIB
Terpidana korupsi kasus proyek wisma atlet Hambalang M Nazaruddin dinyatakan bebas murni setelah dua...
 Ingat! Tilang elektronik mulai berlaku di Yogya besok
Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:11 WIB
Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement...
KPK pantau pemda lewat aplikasi JAGA Bansos
Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:11 WIB
 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) aktifkan pemantauan terhadap Pemerintah Daerah untuk menindakla...
Mulai hari ini, pelanggar ganjil genap akan langsung ditilang
Senin, 10 Agustus 2020 - 07:56 WIB
Sosialisasi sistem ganjil genap di Jakarta sudah berakhir. Mulai hari ini, Senin (10/8/2020), pengen...
Djoko Tjandra jalani isolasi mandiri setelah dipindah ke Lapas Salemba
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:41 WIB
Terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra saat ini menjalani isolasi mandiri selama 14 hari se...
Pembunuh dua anak kandung di Pulau Adonara terancam hukuman mati
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:12 WIB
Seorang ayah, AP, diduga pelaku pembunuh dua anak kandung, masing-masing YBO (3) dan ABD (2) di Desa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)