Pelaksanaan Reuni PA 212 diharap hormati hak orang lain dan taati aturan hukum
Elshinta
Jumat, 29 November 2019 - 09:03 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Pelaksanaan Reuni PA 212 diharap hormati hak orang lain dan taati aturan hukum
Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra. Sumber foto: https://bit.ly/33vGPD4

Elshinta.com - Kepolisian mengingatkan agar pelaksanaan reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 tetap menghormati hak orang lain dan menaati aturan hukum. 

“Kegiatan tetap harus menghormati hak-hak orang lain dan menghormati aturan dan norma yang diakui secara umum,” ungkap Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/11) lalu.

Kombes Pol Asep mengatakan, pelaksanaan Reuni 212 merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Hal itu sudah diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum. 

Mantan Kapolres Metro Bekasi Polda Metro Jaya itu menjelaskan, berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, ada lima hal yang harus diperhatikan pada pelaksanaan Reuni 212 tersebut selain menghormati hak orang lain dan mentaati hukum, yaitu:
1. Kegiatan tetap harus menghormati hak-hak orang lain.
2. Menghormati aturan aturan norma yang diakui secara umum.
3. Menaati hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4. Menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum.
5. Menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri, Kamis (28/11), Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Mabes Polri sudah menerima surat pemberitahuan kegiatan reuni 212 yang akan diadakan di Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (2/12). 

Argo mengatakan, Mabes Polri akan meminta rekomendasi dari Polres Jakarta Pusat terkait hal ini karena lokasi berada disekitaran Monas.

Selanjutnya, Karo Penmas mengatakan, bahwa Polres Jakarta Pusat juga akan meminta rekomendasi dari Polda Metro Jaya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
26 Juli 1950: Bubarnya angkatan perang Hindia Belanda
Senin, 26 Juli 2021 - 06:00 WIB
Pada 26 Juli 1950, KNIL dinyatakan bubar dengan penyerahan kepemimpinan Dir Cornelis Buuman van Vree...
Polda Riau gagalkan selundupan sabu 3 kg asal Malaysia
Minggu, 25 Juli 2021 - 00:05 WIB
Kapal Cepat Lancang Kuning Polda Riau saat berpatroli di Perairan Desa Kedabu Rapat, Kepulauan Meran...
Polri pastikan video demo rusuh pada Sabtu 24 Juli 2021 adalah hoaks
Sabtu, 24 Juli 2021 - 23:10 WIB
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan video dengan narasi demonstrasi serentak yang berla...
Ganjil-genap di Kota Bogor untuk turunkan mobilitas masyarakat
Sabtu, 24 Juli 2021 - 22:59 WIB
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan kebijakan ganjil-genap kendaraan ...
Novel Baswedan: saya khawatir Dewan Pengawas KPK dikelabui
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:47 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan menyampaikan kekhawatiran mengenai Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang dikel...
Orang tua wajib buatkan akte kelahiran agar anak miliki hak sipil
Sabtu, 24 Juli 2021 - 20:13 WIB
Orang tua wajib membuatkan akte kelahiran bagi anaknya setelah lahir agar sang buah hati memiliki ja...
Polisi sebut bom lontong milik teroris Poso berdaya ledak tinggi
Sabtu, 24 Juli 2021 - 19:40 WIB
Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan bom lontong milik terduga teror...
Anggaran Rp7 miliar Setda SBB tidak bisa dipertanggungjawabkan
Sabtu, 24 Juli 2021 - 16:20 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Maluku Rorogo Zega mengatakan, dana belanja langsung pada lingkup...
Polisi tangkap dua provokator aksi 24 Juli 2021 di Semarang
Sabtu, 24 Juli 2021 - 13:34 WIB
Polisi meringkus dua orang di Semarang yang merupakan terduga provokator ajakan aksi demonstrasi yan...
Kejari Karawang tetapkan mantan pejabat Distan tersangka korupsi DAK
Sabtu, 24 Juli 2021 - 11:53 WIB
Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menetapkan mantan pejabat Dinas Pertanian Karawang ...
Live Streaming Radio Network