KTT ASEAN-RoK Summit
Presiden Jokowi dorong ASEAN dan Korea lakukan tiga terobosan 
Elshinta
Selasa, 26 November 2019 - 07:41 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Presiden Jokowi dorong ASEAN dan Korea lakukan tiga terobosan 
Presiden Jokowi berbicara pada KTT ASEAN-RoK CEO Summit, di Busan, Korsel, Senin (25/11). Sumber foto: https://bit.ly/2Onomo1

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengemukakan, sejak tahun 2014, dunia berubah begitu sangat cepatnya. Kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis.

"Jika satu dekade lalu kita mengenal perusahaan besar dengan armada taksi, saat ini dengan teknologi perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perorangan," kata Presiden Jokowi saat berbicara pada KTT ASEAN-RoK Summit, di Busan, Korea Selatan (Korsel), Senin (25/11). 

“Tantangan ini semakin besar saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir,” ucapnya. 

Menurut Presiden, gerakan anti pasar bebas yang mengemukakan pendekatan proteksionis pun semakin mendominasi. Kolaborasi paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis kerjasama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional yang semakin marak. 

Presiden mengingatkan, jika ini dibiarkan maka terjadinya resesi ekonomi dunia akan disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global, serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 2013 dapat kembali berpulang. 

“Inilah yang harus kita hindari bersama dan kalau ini terjadi semua negara maju, emerging ekonomi, terlebih negara berkembang, dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar,” tutur Pesiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Tiga Terobosan

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan negara-negara ASEAN dan Korea untuk melakukan terobosan-terobosan. Ia menyebutkan, ada tiga hal terobosan besar yang harus dilakukan negara ASEAN dan Korea. 

Pertama, pembangunan infrastruktur yang berkualitas. “Infrastruktur harus dibangun secara maxi. Pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui terciptanya pusat-pusat ekonomi baru termasuk di daerah-daerah terpencil,” kata Presiden Jokowi. 

Presiden menyampaikan, bagi Indonesia, infrastruktur juga sebagai pemersatu bangsa karena Indonesia memiliki 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke. Selama 5 tahun terakhir Indonesia terus membangun infrastruktur dan akan terus dilanjutkan pada periode ke-2 pemerintahannya. 

“Tahun depan Indonesia akan menggelar forum infrastruktur dan konektivitas di kawasan Indo Pasifik. Saya undang semua pelaku usaha untuk hadir merebut infrastruktur dan konektivitas di Indonesia dan juga di kawasan Indo Pasifik,” kata Presiden Jokowi dalam kesempatan itu. 

Untuk menarik investasi khususnya pada proyek infrastruktur dan konektivitas, Presiden menjelaskan, debirokratisasi dan deregulasi harus dilakukan di Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan segera merevisi 74 undang-undang yang menghambat investasi dengan menerapkan undang-undang omnibus. 

“Intinya satu, sederhanakan akses investasi dalam negeri maupun ASEAN. Jadi intinya hanya satu yaitu sederhanakan akses investasi maupun asing,” jelas Presiden. 

Terobosan kedua, lanjut Presiden Jokowi, peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Presiden menjelaskan, sumber daya manusia adalah kunci bagi lompatan ekonomi bagi sebuah negara. Untuk itu, revitalisasi pendidikan guna menciptakan link and match antara pendidikan dan dunia kerja menjadi sebuah keniscayaan. “SDM juga kunci bagi sebuah negara untuk antisipasi bagi ekonomi ke depan,” tutur Presiden. 

Menurut Presiden Jokowi, ekonomi pada masa depan adalah ekonomi industri kreatif dan digital. Ia menilai, ASEAN dan Korea memiliki potensi besar dalam industri kreatif. Sebagaimana disampaikan Bloomberg inovation indeks pada tahun 2014 sampai tahun 2017 yang menempatkan Korea pada peringkat teratas di sektor ekonomi kreatif atau industri kreatif. 

Presiden Jokowi juga menyampaikan, ekspor industri kreatif Korea menyumbang 5,79 miliar dollar AS ke perekonomian nasionalnya. Sementara ASEAN dengan lebih dari 647 juta penduduk  merupakan aset bagi  pengembangan industri kreatif. 

“Penguatan kerjasama ekonomi kreatif ASEAN dan Korea akan menjadi lompatan besar di kawasan,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, dalam konteks tersebut, Indonesia akan mengeluarkan peta jalan, Making Indonesia 4.0 untuk membangun industri yang berdaya saing global di era digital. 

Presiden menegaskan, industri kreatif dan digital itu adalah salah satu the next big thing Indonesia. Indonesia saat ini telah menjadi tuan rumah perusahaan-perusahaan besar, decacorn, unicorn, dan start up. 

“Saya mengundang partisipasi pelaku usaha Korea dalam mendukung tumbuh kembangnya start up di Indonesia yang potensinya masih sangat besar,” kata Presiden Jokowi. 

Terobosan ketiga, Presiden menyebutkan, pengembangan energi terbarukan mutlak harus dilakukan. Menurut dia, ASEAN dan Korea harus menjadi champion dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan. 

Presiden Jokowi mengemukakan, di Indonesia sejak tahun lalu telah mencanangkan kewajiban untuk mencampur biodiesel kelapa sawit dengan solar sebesar 20 persen atau B20. “Tahun depan, kami akan mewajibkan peningkatan campuran biodiesel  tersebut menjadi 30 persen atau B30,” ungkap Presiden Jokowi. 

Presiden juga menyampaikan, Indonesia saat ini juga telah mengembangkan energi listrik berbasis air. “Kami memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan listrik berbasis air dengan jumlah yang signifikan. Setidaknya ada dua lokasi, yaitu di Kalimantan Utara dengan potensi sebesar 11 megawatt dan di Papua dengan potensi sebesar 23 watt,” sambung Presiden. 

Dengan menggunakan potensi listrik dari tenaga air, menurut Presiden, pengembangan industri  yang dilakukan Indonesia akan memiliki emisi  yang rendah. 
Pada bagian penutup, Presiden Jokowi mengingatkan, tantangan yang akan kita hadapi tidak semakin ringan. Ia menilai, keberanian untuk mengambil terobosan besar di era age of disruption adalah opsi satu-satunya untuk kita bisa menjadi pemenang. 

“Saya ajak pengusaha se-ASEAN, pengusaha Korea untuk mengambil pilihan ini,” pungkas Presiden Jokowi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Akibat Corona, utang baru korporasi global capai rekor 1 triliun dolar
Senin, 13 Juli 2020 - 08:35 WIB
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan menghadapi utang baru sebanyak satu triliun dolar AS pad...
Rekor, dalam 24 jam WHO catat 230.370 kasus corona global
Senin, 13 Juli 2020 - 07:04 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat rekor lonjakan kasus virus corona global pada Minggu (12/7...
Ulama Malaysia dukung Hagia Sophia jadi masjid
Minggu, 12 Juli 2020 - 18:15 WIB
Sejumlah ulama Malaysia menyatakan dukungan penuh pada keputusan Pengadilan Tinggi Turki, yang merub...
Venezuela perpanjang status darurat COVID-19 hingga sebulan
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:49 WIB
Pemerintah Venezuela pada Jumat (10/7) memperpanjang status darurat di negara tersebut hingga satu b...
Trump pertama kalinya gunakan masker saat kunjungi faskes militer
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:16 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang selama ini enggan masker di hadapan publik, bahkan di te...
Lima tewas dalam serangan gereja di Afrika Selatan
Minggu, 12 Juli 2020 - 12:14 WIB
Lima orang tewas dalam serangan gereja di bagian barat Johannesburg pada Sabtu (11/7) dini hari, dem...
Bill Gates sebut obat COVID-19 harus tersedia bagi yang membutuhkan
Minggu, 12 Juli 2020 - 09:51 WIB
Filantropi miliarder Bill Gates menyerukan agar obat dan vaksin COVID-19  tersedia untuk negara-neg...
Ratusan perempuan Prancis protes mendagri yang baru
Sabtu, 11 Juli 2020 - 13:27 WIB
Ratusan perempuan di pusat kota Paris pada Jumat (10/7) menggelar aksi protes terhadap penunjukan Me...
10.000 lebih gerilyawan Suriah bertempur di Libya
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:53 WIB
Lebih dari 10.000 gerilyawan Suriah dukungan Turki bertempur di Libya bersama pemerintah Libya yang ...
Emas tergelincir tertekan kenaikan ekuitas meski kasus virus meningkat
Sabtu, 11 Juli 2020 - 08:50 WIB
Emas berjangka turun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena penguatan ekuitas AS...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV