Pohon matoa, mangga dan ketapang kencana hiasi Bukit Mbah Celeng
Elshinta
Jumat, 22 November 2019 - 15:35 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Pohon matoa, mangga dan ketapang kencana hiasi Bukit Mbah Celeng
Pohon matoa, mangga dan ketapang kencana hiasi Bukit Mbah Celeng. Foto: Dudy Supriyadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Bukit Mbah Celeng yang terletak di kawasan atas Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, dihiasi berbagai macam pohon seperti 100 pohon matoa, 200 pohon ketapang kencana dan 50 pohon mangga, sebagai bagian dari penanaman pohon serentak di seluruh kecamatan pada acara Bandung Menanam Jilid 1, Kamis (21/11). 

Camat Cibiru Didin Dikayuana menyampaikan, untuk wilayah yang dipimpinnya, penanam pohon dilaksanakan di Situs Bukit Mbah Celeng dengan luas lahan delapan hektar. Menurutnya, kawasan tersebut idealnya ditanami 8.000 pohon dan dibagi beberapa blok. 

"Untuk kali ini ditanami pohon matoa, ketapang kencana, mangga juga ada pohon lain bisa manfaatkan," tutur Didin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi, Jumat (22/11).. 

Didin menambahkan, penanaman pohon tersebut akan menjadi lebih menarik, karena kawasan tersebut akan menjadi objek wisata outdoor, yakni bersepeda, hiking dan bisa memanjakan mata melihat pemandangan Kota Bandung. 

Sementara itu, Kepala UPT Balai Benih Ikan Cibiru dan Mengger, Deni asmara menyampaikan, kawasan tersebut memiliki kontur tanah yang bagus untuk ditanami berbagai macam tanaman. 

"Tanah di sini bagus. Cocok di daerah suhu wilayah Cibiru ini. Kemudian kami tanam berdasarkan pertimbangan tim survei, sehingga setiap wilayah tidak sama untuk menanam. Pohon matoa ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, buahnya seperti lengkeng yang manis dan bisa dikonsumsi," jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Batan perketat pengelolaan limbah nuklir
Senin, 13 Juli 2020 - 16:47 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperketat pengelolaan limbah nuklir agar limbah tidak menyeba...
Pasca banjir, Polres Tanah Laut lakukan bakti sosial bersihkan tempat ibadah
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:39 WIB
Puluhan personil Polri Polres Tanah Laut Polda Kalsel melaksanakan bakti sosial membersihkantempatib...
RW 16 Kelurahan Mekarjaya Depok bangun KRPL
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:13 WIB
Inovasi warga di massa COVID-19 dari Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kementerian Pertani...
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB
Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat micropla...
 Aktif cegah alih fungsi lahan, produktivitas padi di Kabupaten Ngawi meningkat
Kamis, 09 Juli 2020 - 16:57 WIB
Pencegahan terhadap alih fungsi lahan ternyata berdampak positif pada produktivitas pertanian di sua...
LIPI sebut hutan bakau Indonesia dalam kondisi baik
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:28 WIB
 Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) I Wayan Dharmawan ...
Ingat, kebijakan penggunaan KBRL berlaku mulai besok
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:56 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta semakin menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan kan...
Limbah infeksius di Riau melonjak 500 persen akibat wabah COVID-19
Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menyatakan terjadi lonjakan jumlah limbah ...
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB
Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang b...
Menteri KKP ajak nelayan turut jaga sumber daya laut nasional
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak nelayan untuk turut menjaga sumber daya l...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV