Gara-gara syarat sehat jasmani rohani, RSUD di Yogyakarta diserbu pelamar CPNS
Elshinta
Kamis, 21 November 2019 - 18:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Gara-gara syarat sehat jasmani rohani, RSUD di Yogyakarta diserbu pelamar CPNS
Kabid Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Pemkot Yogyakarta, Ary Iryawan. Foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Salah satu syarat bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kota Yogyakarta adalah surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Akibat syarat tersebut, RSUD di Kota Yogyakarta diserbu pelamar CPNS hingga menyebabkan antrian panjang untuk mendapatkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

Kabid Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Pemkot Yogyakarta, Ary Iryawan mengatakan persyaratan untuk masing-masing instansi di kabupaten/ kota maupun pusat memang ada kekhasan masing-masing. Dari masing-masing daerah atau kementerian memang diperbolehkan menambahkan persyaratan. Untuk di pemerintah kota Yogyakarta ada persyaratan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dan AK 1 atau kartu kuning. 

"Sejak kemarin ada keluhan dari RSUD karena pelamar membludak untuk mencari surat keterangan sehat jasmnai dan rohani. Untuk keterangan jasmani di Puskesmas bisa, tapi untuk rohani di Puskesmas tidak bisa. Kebijakan Pemkot Yogyakarta di Puskesmas sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi syarat, ini hanya untuk melamar di Pemkot Yogya. Surat keterangan jasmani ini harus di Puskemas dan RS pemrintah," kata Ary Irawan di Balaikota Yogyakarta, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Izan Raharjo, Kamis (21/11).

Pihaknya mengingatkan kepada pelamar CPNS untuk cermat. Karena penafsiran pelamar berbeda-beda. Misal banyak kejadian, pelamar yang ingin mendaftar formasi Pemda DIY justru memaskukan ke Pemkot Yogyakarta dan sebaliknya. 

"Ini banyak ketempat kami melamar ke Pemda DIY tapi masuknya ke Kota Yogya dan sebaliknya. Seperti ini pasti tidak lolos, maka harus cermat ketika upload dokumen," katanya.

Pemkot Yogyakarta membuka kuota CPNS sebanyak 419 dimana 8 diantaranya diperuntukan bagi difabel. Formasi yang disediakan adalah  tenaga kesehatan 206, tenaga pendidikan 50, tenaga teknis 163. Dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan adalah Sarjana dan D3.

Sampai hari ini, yang telah mengisi formulir CPNS Pemkota Yogyakarta sebanyak 1.581 orang. Yang udah daftar dan  sudah upload dokumen 315 orang. 

Formasi yang sudah banyak pendaftar yaitu analis perencanaan evaluasi dan pelaporan, pamong budaya, bidan, guru IPA dan perawat. 

Sementara formasi yang madih kosong ada 9 yaitu pranata pemadam kebakaran, penyusun bahan bantuan hukum, fasilitator kemitraan, analis bahan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, fisikawan medis, psikolog klinis, Pol PP, arsiparis dan perancang peraturan perundang-undangan.

"Mungkin yang masih kosong ini mereka sudah submit daftar, tetapi mungkin ada dokumen yang kurang sehingga belum di upload. Karena kalau sekali upload tidak bisa diperbaiki jadi mungkin masih nunggu," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPR RI secepatnya akan panggil Helmi Yahya
Selasa, 21 Januari 2020 - 19:15 WIB
Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha memandang perlu pemanggilan mantan Direktur TVRI Helmi Yahya ke Ko...
Prabowo sebut bentuk tim investigasi dugaan korupsi PT Asabri 
Senin, 20 Januari 2020 - 21:12 WIB
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyatakan telah membenuk tim investigasi untuk menuntaskan kas...
PKS minta Jaksa Agung balap KPK terkait Jiwasraya
Senin, 20 Januari 2020 - 17:56 WIB
Anggota Komisi III  DPR RI dari FPKS Achmad Dimyati Natakusumah meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin ...
Komisi A DPRD DIY ajukan Raperda Pendidikan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:28 WIB
Kasus-kasus intoleransi radikalisme, terorisme, dan kenakalan remaja marak terjadi di wilayah DI Yog...
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut beri `Raport Merah` pada Gubernur Sumut
Jumat, 17 Januari 2020 - 18:36 WIB
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara memberikan `raport merah`kepada Gubernur Sumatera Utara un...
Bawaslu Sukoharjo bukukan pengalaman pengawasan Pemilu 2019
Kamis, 16 Januari 2020 - 18:46 WIB
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah meluncurkan buku Risalah Demokrasi.
PKB siapkan kader muda untuk posisi Ketua DPC PKB Majalengka
Kamis, 09 Januari 2020 - 16:38 WIB
Sinergitas NU dan PKB adalah syarat penting dalam memajukan kehidupan sosial masyarakat Nahdhiyin di...
PRC inginkan penguatan partai politik di Pilkada 2020
Senin, 06 Januari 2020 - 16:15 WIB
Politika Research and Consulting (PRC) mengusulkan kepada DPR RI untuk merumuskan kebijakan atau mem...
Analis sebut dinamika politik 2020 relatif tinggi
Sabtu, 04 Januari 2020 - 13:50 WIB
Analis politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan, dinamika politi...
PDIP DIY siap menangkan pertarungan Pilkada 2020
Sabtu, 04 Januari 2020 - 06:58 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi mengatakan bahwa Partainya optimis untuk memenangi pertarungan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV