Dorong daya saing, Pemerintah petakan `pohon` industri kosmetik dari hulu ke hilir
Elshinta
Jumat, 15 November 2019 - 14:48 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Sigit Kurniawan
Dorong daya saing, Pemerintah petakan `pohon` industri kosmetik dari hulu ke hilir
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih. Sumber: https://bit.ly/352V7Mv

Elshinta.com - Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri komestik di dalam negeri agar bisa lebih berdaya saing di kancah global. Apalagi Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, dengan kekayaan sumber daya alam seperti tanaman herbal yang sudah banyak digunakan untuk produk kesehatan dan kosmetik.

“Hal tersebut merupakan suatu kekuatan yang harus dioptimalkan agar produk kosmetik dalam negeri dapat mendominasi pasar dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis, Jumat (15/11).

Dilansir dari laman resmi Kemenperin, ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2017 tumbuh sebesar 29,8% dan mencapai angka USD522 juta. Di tahun 2018, ekspornya menjadi USD677 juta. Saat ini, jumlah perusahaan industri kosmetik di Tanah Air mencapai lebih dari 760 perusahaan.

“Dari total tersebut, sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional berskala industri kecil dan menengah (IKM), dan sisanya industri skala besar,” tutur Gati. Jumlah tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung serta 600 ribu tenaga kerja tak langsung.

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin E. Ratna Utarianingrum mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan stakeholder terkait lainnya tengah mendorong sertifikasi halal untuk industri kosmetik.

Untuk meningkatkan daya saing IKM kosmetik, Kemenperin memfasilitasi cara pembuatan kosmetik yang baik (CKPB) dan pengurusan izin edar sebagai persyaratan untuk mengantongi sertifikat halal dari BPJPH. “Tujuannya untuk mendorong daya saing IKM kosmetik kita dalam menghadapi kosmetik impor,” ungkapnya.

Ratna optimistis, pemerintah akan mampu menekan impor bahan baku industri kosmetik, mengingat banyaknya bahan baku alami di Indonesia yang dapat digunakan untuk membuat produk kosmetik.

Menurut Ratna, rantai produksi kosmetik cukup panjang dari hulu ke hilir, yang di tengahnya terdapat proses untuk menghasilkan bahan baku siap pakai. “Nah, sumber bahan bakunya kita sebenarnya punya, tetapi untuk menjadi produk yang siap pakai di industri kosmetik itu perlu teknologi, yang kita belum miliki, sehingga harus impor," imbuhnya.

Kendati demikian, Ratna menyampaikan bahwa Kemenperin berupaya menarik industri yang mampu memproses bahan baku dari dalam negeri menjadi bahan baku antara di sektor kosmetik. Untuk itu, Kemenperin akan memetakan pohon industri kosmetik dari hulu hingga ke hilir, sehingga mendorong investasi yang tepat sasaran.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kembali ke kantor, cara bersihkan dan disinfeksi perangkat elektronik
Minggu, 31 Mei 2020 - 15:26 WIB
Setelah cukup lama memberlakukan bekerja dari rumah (WFH), sebagian perkantoran mulai meminta karyaw...
Puasa Syawal bagus untuk sistem cerna adaptasi usai Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 12:10 WIB
Melakukan puasa di bulan Syawal bisa menjadi solusi bagus untuk sistem pencernaan Anda menyesuaikan ...
Lebaran usai, ini tips sehat dari pakar gizi
Senin, 25 Mei 2020 - 13:11 WIB
Ramadan sudah usai dan hari begitu juga Lebaran yang artinya pola makan Anda kembali ke normal, term...
Orang tua perlu rutin ajak anak berdialog
Rabu, 13 Mei 2020 - 09:46 WIB
Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Wisnu Widjanarko mengatakan orang tua perlu...
Perusahaan bioteknologi ini luncurkan e-juice herbal dengan kandungan ekstrak rempah
Jumat, 08 Mei 2020 - 08:00 WIB
PT. PUF Sains Lab, perusahaan bioteknologi inovatif dari Indonesia meluncurkan PUFFpod CovHerbal, va...
Ahli gizi: Ikan kembung kaya akan omega 3 gantikan ikan salmon
Kamis, 07 Mei 2020 - 15:39 WIB
Pengurus Dewan Pusat Perwakilan Persatuan Ahli Gizi (DPP Persagi) Triyani Kresnawan mengatakan masya...
Pasca pandemi, co-living diprediksi akan jadi tren di masyarakat
Rabu, 06 Mei 2020 - 22:57 WIB
Pandemi COVID-19 memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah, baik di Indonesia maupun penjuru dun...
Bukan di pintu kulkas, ini tempat terbaik menyimpan telur
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:14 WIB
Pada umumnya lemari pendingin menyediakan wadah untuk menyimpan telur di bagian pintu. Namun, bila A...
Di tengah pandemi, brand lokal ini tetap disambut anak milenial
Sabtu, 02 Mei 2020 - 08:00 WIB
Pandemi corona membuat sejumlah usaha terpaksa tutup dan membuat merugi para pelaku usaha. Namun hal...
Suhu AC yang pas supaya produktif saat WFH
Rabu, 29 April 2020 - 13:35 WIB
Menurut riset ilmiah yang dikumpulkan perusahaan pendingin Taqeef, suhu di dalam ruangan bisa memili...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV