Pakar Ekonomi Energi nilai Ahok kurang pas jadi dirut Pertamina
Elshinta
Jumat, 15 November 2019 - 08:27 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Pakar Ekonomi Energi nilai Ahok kurang pas jadi dirut Pertamina
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Dok Humas Setkab - https://bit.ly/376ysks

Elshinta.com - Masuknya nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam bursa direktur utama Pertamina menuai polemik. Bahkan, Ahok dinilai kurang pas jika menjadi dirut Pertamina.

Hal itu seperti dikatakan Pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Fahmi Radhi kepada Elshinta, Kamis (14/11) malam. Ia menilai kurang pas jika Ahok dipilih sebagai Dirut Pertamina. 

"Tapi kalau sebagai komisaris utama itu saya kira masih bisa ditolerir," ucapnya. 

Hal itu karena, menurutnya, untuk menjadi dirut Pertamina salah satu syaratnya adalah tidak pernah dihukum karena kasus pidana. "Ahok kan pernah (dipidana), sehingga justru ini akan menimbulkan permasalahan baru," kata dia. 

Selain itu, lanjut Prof Fahmi, bagaimanapun Ahok adalah politisi, dimana dia secara resmi adalah anggota PDI Perjuangan, meski nantinya bisa mundur jika terpilih. Namun, diakuinya ia khawatir jika BUMN energi dikelola oleh politisi akan menimbulkan conflict of interest yang cukup besar. 

"Jadi saya kira berdasarkan pertimbangan tadi saya kira tidak tepat lah kalau Ahok dipasangan sebagai Dirut Pertamina. Justru ini akan menimbulkan permasalahan baru dan berisiko," jelas Prof Fahmi. 

Prof Fahmi juga menilai berat bagi Ahok untuk menjadi dirut Pertamina karena tidak mempunyai latar belakang atau track record sebelumnya dalam masalah bidang energi. "Jadi ini menurut saya blunder kalau Ahok dipasang sebagai dirut Pertamina," tandasnya. 

"Kalau ingin Pertamina maju, maka seorang direktur utama itu harus memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan Pertamina. Kecuali memang dibiarkan saja, maju terserah tidak terserah, atau kemudian BUMN tadi dijadikan sapi perah, ini kan tidak menghasilkan untuk rakyat tapi justru jadi pemerahan berbagai kelompok kepentingan, ini yang harus dihindari," imbuh Prof Fahmi.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PLN Papua listriki 100 rumah warga daerah 3T, ini rincian lokasinya
Minggu, 15 Desember 2019 - 17:28 WIB
PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B), melalui Program One Man One Hope (Satu Orang ...
Ditjen PAS sebut penyelundupan narkoba ke lapas manfaatkan drone
Minggu, 15 Desember 2019 - 16:46 WIB
Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Tejo Harwanto menye...
Teater bobot dan teater patas juara FTP tahun 2019 
Minggu, 15 Desember 2019 - 15:56 WIB
Festival Teater Pelajar (FTP) yang digelar oleh Teater Djarum bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan da...
Jelang Natal, patroli gabungan digelar di wilayah Kudus
Minggu, 15 Desember 2019 - 15:43 WIB
Polres Kudus Jawa Tengah bersama jajaran Kodim 0722/Kudus, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Kudus meng...
 Tali putus saat panjat tebing, AKBP Andi Nurwandi jatuh dan meninggal
Minggu, 15 Desember 2019 - 15:28 WIB
Seorang perwira menengah Polri meninggal dunia, setelah terhempas dari ketinggian sekitar 50 meter d...
Menteri Syahrul: Makan kita sampai Maret 2020 aman
Minggu, 15 Desember 2019 - 15:05 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan pangan nasional aman hingga Mar...
Lapas Muara Teweh temukan barang terlarang di kamar napi
Minggu, 15 Desember 2019 - 14:17 WIB
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, me...
PCNU Cirebon dan para Kyai sepakat tolak pendirian SUTET dekat tanah Pesantren Bina Insan Mulia
Minggu, 15 Desember 2019 - 13:47 WIB
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon bersama dengan para Kyai se-Cirebon sepakat...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hari ini
Minggu, 15 Desember 2019 - 13:29 WIB
Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada Minggu (15/12) pukul 13.17 WIB berpotensi terja...
Sambut Hari Ibu, PT KAI Divre I Sumut gelar lomba mewarnai bagi anak-anak
Minggu, 15 Desember 2019 - 13:17 WIB
Ratusan anak-anak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) meriahkan lomba mewarnai yan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)