Perubahan iklim ancam kesehatan generasi mendatang
Elshinta
Kamis, 14 November 2019 - 09:39 WIB |
Perubahan iklim ancam kesehatan generasi mendatang
Sumber Foto: https://bit.ly/2O9joKa

Elshinta.com - Seorang anak yang dilahirkan hari ini menghadapi banyak ancaman kesehatan seumur hidup akibat perubahan iklim dunia yang makin hangat dengan resiko kekurangan pangan, penyakit menular, banjir dan panas ekstrem.

"Perubahan iklim sudah membahayakan kesehatan rakyat dengan meningkatnya peristiwa cuaca ekstrem dan polusi udara yang bertambah parah," kata satu studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet, sebagaimana dikutip Reuters yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (14/11). 

Dan jika tak ada yang dilakukan untuk meringankannya, dampaknya dapat membebani seluruh generasi dengan penyakit dan sakit sepanjang hidup mereka.

"Anak-anak sangat rentan terhadap resiko kesehatan akibat perubahan iklim. Tubuh mereka dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang, sehingga mereka jadi lebih mudah terserang penyakit dan zat polusi lingkungan hidup," kata Nick Watts, yang ikut memimpin studi The Lancet Countdown on Health dan Climate Change.

Ia memperingatkan kerusakan kesehatan pada anak usia dini "terus-menerus dan meresap", dan membawa konsekuensi seumur hidup.

"Tanpa aksi segera dari semua negara untuk memangkas buangan gas rumah kaca, prestasi dalam kesejahteraan dan harapan hidup akan terancam, dan perubahan iklim akan menentukan kesehatan seluruh generasi," kata Watts dalam satu taklimat di London.

Namun pemberlakuan semua kebijakan untuk membatasi buangan gas dan mengekang pemanasan global akan menyaksikan hasil yang berbeda, kata tim penelitian itu.

Di dalam skenario tersebut, seorang anak yang dilahirkan hari ini, akan melihat akhir penggunaan batu-bara, misalnya, saat ia memasuki ulang tahun ke-6, dan dunia akan mencapai buangan nol-net sampai mereka berusia 31 tahun.

Studi The Lancet itu bekerjasama dengan 120 ahli dari 35 lembaga termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, Bank Dunia, University College London dan Tsinghua University. "Di antara ancaman kesehatan yang paling dekat dan berlangsung lama dari perubahan iklim ialah polusi udara," kata para peneliti itu. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB
Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat micropla...
 Aktif cegah alih fungsi lahan, produktivitas padi di Kabupaten Ngawi meningkat
Kamis, 09 Juli 2020 - 16:57 WIB
Pencegahan terhadap alih fungsi lahan ternyata berdampak positif pada produktivitas pertanian di sua...
LIPI sebut hutan bakau Indonesia dalam kondisi baik
Selasa, 30 Juni 2020 - 21:28 WIB
 Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) I Wayan Dharmawan ...
Ingat, kebijakan penggunaan KBRL berlaku mulai besok
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:56 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta semakin menggencarkan sosialisasi dan edukasi penggunaan kan...
Limbah infeksius di Riau melonjak 500 persen akibat wabah COVID-19
Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menyatakan terjadi lonjakan jumlah limbah ...
Warga diingatkan gunakan masker kain kurangi limbah medis
Kamis, 25 Juni 2020 - 10:32 WIB
Masyarakat yang biasa menggunakan masker sekali pakai diingatkan untuk beralih ke masker kain yang b...
Menteri KKP ajak nelayan turut jaga sumber daya laut nasional
Jumat, 19 Juni 2020 - 09:49 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengajak nelayan untuk turut menjaga sumber daya l...
 Pemerintah daerah harus aktif cegah alih fungsi lahan
Selasa, 16 Juni 2020 - 20:10 WIB
Indonesia sebagai negara agraris kini menghadapi ancaman serius atas alih fungsi lahan pertanian. I...
Turunkan emisi gas rumah kaca, perilaku saat pandemi harus dipertahankan
Minggu, 07 Juni 2020 - 07:48 WIB
Pandemi COVID-19, ternyata memberi dampak terhadap lingkungan, termasuk kualitas udara. Antara lain,...
Budidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember ditengah pandemi Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:57 WIB
Seorang Kapolsek di Majalengka berhasil membudidayakan ikan lele dan kangkung dalam ember. Hasilnya ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV