Facebook hapus miliaran akun palsu tentang kekerasan anak
Elshinta
Kamis, 14 November 2019 - 08:21 WIB |
Facebook hapus miliaran akun palsu tentang kekerasan anak
Sumber Foto: https://bit.ly/2k5tRHL

Elshinta.com - Facebook menghapus 3,2 miliar akun palsu pada periode April-September 2019, salah satu pelanggaran yang terbanyak adalah mengenai kekerasan terhadap anak dan kasus bunuh diri.

Facebook menyatakan jumlah akun palsu yang dihapus pada 2019 dua kali lipat lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada 2019. Pada April-September 2018, Facebook menghapus 1,55 miliar akun palsu, seperti dikutip Reuters.

Untuk pertama kalinya, Facebook juga memasukkan Instagram dalam laporan moderasi konten. Konten-konten Instagram juga turut dikritik karena menjadi tempat penyebaran berita palsu.

Facebook menggunakan perangkat deteksi untuk menjaring konten bermasalah di kedua platform tersebut. Hasil deteksi itu menunjukkan kategori pelanggan di Instagram lebih rendah dibandingkan di Facebook.

Facebook menghapus lebih dari 11,6 juta konten yang memuat gambar vulgar dan kekerasan seksual terhadap anak-anak di platform Facebook. Sedangkan di Instagram, konten serupa berjumlah 754.000.

Mereka juga mendeteksi konten yang berafiliasi dengan kelompok teroris di Facebook. Jumlah konten itu mencapai 98,5 persen, sedangkan di Instagram 92,2 persen.

Facebook juga untuk pertama kalinya memasukkan laporan penghapusan konten terkait menyakiti diri sendiri. Menurut laporannya, Facebook menghapus 2,5 juta konten yang bisa mengajak orang untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Raksasa media sosial itu juga menghapus 4,4 juta konten yang berkaitan dengan penjualan narkoba, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Facebook akan bayar rekaman suara pengguna
Jumat, 21 Februari 2020 - 10:57 WIB
Facebook akan membayar sejumlah pengguna untuk rekaman suara yang akan digunakan untuk membantu meni...
Facebook batalkan konferensi di San Francisco karena virus corona
Sabtu, 15 Februari 2020 - 09:27 WIB
Facebook telah membatalkan konferensi pemasaran global yang dijadwalkan bulan depan di San Francisco...
Twitter benarkan akun Facebook dan Messenger miliknya diretas
Sabtu, 08 Februari 2020 - 19:19 WIB
Twitter pada Jumat (7/2) membenarkan bahwa akun resmi raksasa media sosial Facebook Inc dan platform...
Twitter akan beri label untuk konten manipulatif
Rabu, 05 Februari 2020 - 12:28 WIB
Twitter akan mulai memberikan label pada cuitan yang mengandung material manipulatif di platform mik...
Twitter tambahkan cuitan balasan ke utas di iOS
Minggu, 02 Februari 2020 - 20:18 WIB
Twitter mengumumkan perubahan desain untuk aplikasi iOS-nya yang membuat percakapan lebih mudah dili...
Facebook akan tunjuk dewan pengawas tahun ini
Rabu, 29 Januari 2020 - 12:53 WIB
Facebook Inc akan menunjuk nama-nama anggota dewan pengawas lembaga tersebut tahun ini, menyikapi kr...
Pejabat PBB dilarang pakai WhatsApp sejak tahun lalu
Jumat, 24 Januari 2020 - 11:38 WIB
Para pejabat PBB dilarang menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi karena `tidak didukung sebagai me...
Google kembangkan aplikasi penangkal kecanduan smartphone  
Kamis, 23 Januari 2020 - 14:27 WIB
Google dikabarkan baru saja meluncurkan tiga aplikasi eksperimen sebagai bagian dari Digital Wellbei...
Facebook rilis tema gelap di Android ke lebih banyak pengguna
Kamis, 23 Januari 2020 - 11:50 WIB
Setelah meluncurkan tema gelap untuk aplikasi Messenger dan laman Facebook kini mulai merilis uji co...
WhatsApp mode gelap baru tersedia untuk pengguna beta
Rabu, 22 Januari 2020 - 11:45 WIB
WhatsApp akhirnya menambahkan mode gelap pada aplikasinya pada platform Android. Namun, fitur terseb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)