Puluhan ribu tahanan ISIS di Suriah berpotensi jadi bom waktu
Elshinta
Rabu, 13 November 2019 - 17:07 WIB |
Puluhan ribu tahanan ISIS di Suriah berpotensi jadi bom waktu
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2QdDp4P

Elshinta.com - Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat di Suriah timur laut menimbulkan risiko besar keamanan, menurut pejabat senior Departemen Luar Negeri pada Selasa, meskipun milisi Kurdi Suriah yang bersekutu dengan AS mampu menjaga mereka dengan aman.

"Itu bukan situasi yang sangat aman," kata pejabat itu kepada Reuters yang dikutip Antara saat telekonpers. "Ini akan menjadi bom waktu untuk mendapatkan bagian yang lebih baik dari 10.000 tahanan, yang di antaranya banyak petempur asing," katanya dan mengulangi sikap Washington bahwa mereka harus dipulangkan ke negara asalnya.

ISIS kehilangan hampir semua wilayahnya di Irak dan Suriah. Mantan pemimpinnya Abu Bakr al-Baghdadi terbunuh dalam penyerbuan yang dilancarkan pasukan AS pada Oktober lalu. Para pemimpin dunia menyambut kematiannya, namun mereka dan para pakar keamanan memperingatkan bahwa kelompok itu, yang melakukan kekejaman terhadap minoritas sekaligus mengerikan sebagian besar Muslim, tetap menjadi ancaman di Suriah dan sekitarnya.

Para sekutu khawatir jika kelompok ISIS dapat melarikan diri akibat ofensif Turki terhadap milisi Kurdi Suriah, yang menahan ribuan petempur kelompok tersebut dan puluhan ribu anggota keluarga mereka.

"Kami sangat yakin soal kemampuan SDF untuk mengamankan semua fasilitas penahanan di kamp al-Hol, tetapi sekali lagi, kami tidak ingin menempatkan ini di bawah risiko apa pun seperti kemanusiaan, kontra terorisme dan alasan lainnya," katanya. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korut sementara larang turis asing masuk karena virus corona
Rabu, 22 Januari 2020 - 07:51 WIB
Seorang operator tur asing, Selasa (21/1), mengatakan, Korea Utara untuk sementara waktu melarang tu...
Virus China capai AS, Wall Street ditutup jatuh
Rabu, 22 Januari 2020 - 07:14 WIB
Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mundur dari rekor tertingginya ke...
ILO perkirakan berakhirnya penurunan tingkat pengangguran global
Selasa, 21 Januari 2020 - 10:45 WIB
 Tingkat pengangguran global telah stabil setelah menurun selama sembilan tahun sejak krisis. Namun...
PM Mahathir: Jika tak ada perubahan, koalisi hanya satu periode saja
Senin, 20 Januari 2020 - 12:28 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Senin (20/1) mengatakan koalisinya dapat memerintah satu ...
Tiongkok konfirmasi 139 kasus baru pneumonia selama akhir pekan
Senin, 20 Januari 2020 - 11:18 WIB
Wabah virus korona di Tiongkok menyebar ke sejumlah kota lainnya, menurut otoritas Tiongkok pada Sen...
Badai dahsyat Gloria hantam Spanyol
Senin, 20 Januari 2020 - 10:58 WIB
Badai dahsyat Gloria diiringi dengan angin kencang, hujan lebat dan salju, menghantam sejumlah wilay...
Keluar dari Kerajaan Inggris, ini alasan Pangeran Harry
Senin, 20 Januari 2020 - 08:49 WIB
Untuk pertama kalinya Pangeran Harry berbicara mengenai keputusan untuk keluar sebagai anggota senio...
KJRI Jeddah dan Pokjar Madinah tandatangani kerja sama pendidikan tinggi
Senin, 20 Januari 2020 - 06:54 WIB
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah terus berupaya membuka akses seluas-luasnya ke la...
Meghan Markle banyak dapat pemberitaan jelek dibanding Kate Middleton
Minggu, 19 Januari 2020 - 11:17 WIB
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Guardian pada ratusan artikel dari 14 koran di Inggris mengungk...
Bom mobil di Somalia hatam kontraktor Turki
Sabtu, 18 Januari 2020 - 20:13 WIB
Bom mobil yang menyasar kelompok kontraktor Turki meledak pada Sabtu di Afgoye, barat laut ibu kota ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV