Era revolusi industri 4.0, data ibarat komoditas yang lebih berharga dari emas
Elshinta
Senin, 11 November 2019 - 14:59 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Era revolusi industri 4.0, data ibarat komoditas yang lebih berharga dari emas
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. Sumber foto: https://bit.ly/2Cvqwel

Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pentingnya menguasai data (big data) di era Revolusi Industri 4.0.

Dilansir dari laman resmi Kemenristek, Senin, data itu ibarat komoditas yang lebih berharga daripada emas. Salah satu faktor yang yang harus diperhatikan dalam penggunaan ‘big data’ adalah sistem keamanan. Sebab, semakin berkembangnya bisnis, kemungkinan terjadi jual beli data dan penyalahgunaan data juga akan semakin meningkat.

“Penggunaan ‘big data’ harus dibatasi dan levelnya diatur. Penggunaan ‘big data’ dapat menjadi senjata ampuh bagi bisnis maupun pemerintah untuk mendapatkan prediksi yang akurat mengenai banyak hal. Namun, sebaliknya ‘big data’ dapat menjadi sesuatu yang berbahaya, jika terjadi penyalahgunaan,” ujar Menteri Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, saat ini penggunaan dan pemanfaatan ‘big data’ semakin meningkat di Indonesia. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya penggunaan dan pemanfaatan ‘big data’ dalam perancangan kebijakan dan eksekusi program di berbagai sektor semakin tinggi.

“Indonesia menjadi salah satu negara yang unggul dalam memanfaatkan ‘big data’. Menurut Asosiasi Big Data dan Artificial Intelligent (ABDI), pertumbuhannya bahkan mencapai 19,7 persen sejak 2018 yang digunakan di banyak sektor,” sebut Bambang.

Urgensi penggunaan ‘big data’ pun harus didukung dengan pasokan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, serta mampu mengolah dan mengelola ‘big data’. Sebab, masih belum banyak orang di dunia yang mampu menguasai kemampuan sebagai analis ‘big data’.

“Dalam mengembangkan ‘big data’ perlu sumber daya manusia berkualitas, yang bisa menyongsong era big data di tatanan pemerintahan. Jika data sudah terintegrasi dan dianalisis dengan benar, pemetaan masalah dan atau tantangan ke depan, bisa ditangani dengan menentukan program strategis yang tepat sasaran, sehingga menjadi efisien,” demikian Menteri Bambang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sebarkan praktik baik inovasi penanganan COVID-19 di level internasional
Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:26 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui Kedeputian Bidang ...
Presiden Jokowi perintahkan percepatan akses infrastruktur digital
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:38 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan percepatan akses didukung pembangunan infrastruktur digital untuk...
Presiden Jokowi: Indonesia butuh 9 juta talenta digital
Senin, 03 Agustus 2020 - 13:10 WIB
Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital dalam 15 tahu...
Peretas bisa pecahkan sandi Zoom Meeting dalam hitungan menit
Jumat, 31 Juli 2020 - 12:41 WIB
Aplikasi konferensi video populer Zoom baru-baru ini memperbaiki kelemahan keamanan yang memungkinka...
Peretas asal Tiongkok diduga curi informasi dari komputer milik Vatikan
Kamis, 30 Juli 2020 - 09:18 WIB
Peretas yang dicurigai terkait dengan Pemerintah Tiongkok telah memasuki jaringan komputer Vatikan, ...
Menkominfo: Hanya tiga persen data center penuhi standar global
Rabu, 29 Juli 2020 - 07:38 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate mengatakan saat ini data center di Indonesia ...
Kolaborasi Bigi dan Uniview, luncurkan produk dukung penerapan new normal
Selasa, 28 Juli 2020 - 18:20 WIB
PT Bigi Multi Internasional yang merupakan bagian dari PTI Group bersama perusahaan Zhejiang Uniview...
Google izinkan karyawan WFH hingga Juli 2021
Selasa, 28 Juli 2020 - 10:48 WIB
Google berencana mengizinkan 200.000 karyawan tetap dan kontrak bekerja jarak jauh hingga Juli 2021.
Ketahui ini perbedaan thermogun klinik dan thermogun industri, apa saja?
Rabu, 22 Juli 2020 - 08:22 WIB
Salah satu peralatan ukur yang sering dijumpai oleh masyakarat pada masa pandemi Covid-19 ini adalah...
Inovasi dan pembuatan wastafel tenaga surya terus dilakukan di masa COVID-19
Rabu, 22 Juli 2020 - 07:59 WIB
Hingga akhir tahun 2020, Balai Besar Pengembangan dan Pelatihan Kerja (BBPLK) Kementerian Ketenagake...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV