Rumah rusak tertimpa tower akibat angin beliung diperbaiki provider
Elshinta
Sabtu, 09 November 2019 - 14:38 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Rumah rusak tertimpa tower akibat angin beliung diperbaiki provider
Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sebuah tower seluler (McP) Telkomsel setinggi 33 meter roboh mengenai rumah warga di Jalan Keadilan, Gang Sosial III, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Lima rumah warga rusak parah tertimpa tower ini, nasib baik tak ada korban jiwa. Robohnya tower itu diduga karena angin puting beliung pada Rabu (6/11) lalu sekitar pukul 17.30 WIB.

Pascakejadian ini, utusan pihak provider Iqbal langsung mengevakuasi warga pemilik rumah untuk tinggal sementara ke Hotel Bumi Wiyata di Jalan Raya Margonda. 

"Karena tidak ingin tinggal jauh dari rumahnya, mereka selanjutnya memilih disewakan kontrakan di sekitar lokasi tempat tinggal mareka selama ini. Kami diberi kebebasan memilih tinggal dimana sebenarnya, tapi kami semua sepakat untuk ngontrak dekat rumah. Agar dapat melakukan pengawasan langsung renovasi rumah dari dekat," tuturnya ujar Iqbal seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Sabtu (9/11).

Selanjutnya, pascaevakuasi besi tower, PIC Provider Tower menawarkan kepada warga korban untuk memilih tempat tinggal sementara, selama proses renovasi rumah mareka. 

Korban, Gianto warga Gang Sosial III RT 09, RW 21, sambut baik sikap responsif pihak provider ini.  "Kami terima ini sebagai musibah. tapi. Apalagi tanggapan dari provider menurut saya sudah bertanggung jawab," tutur Giarto di lokasi, saat menerima uang kontrakan dari provider selama rumahnya direnovasi.

Hal senada juga disampaikan Bahrim warga korban lainnya, "Bagus dan puas dengan akomodasi dan sikap respon cepat dari pihak provider. Bahkan biaya laundry warga korban pun di bayar oleh pihak provider. Kami ucapkan terima kasih kepada manajemen provider yang telah bertanggung jawab seratus persen. Ini tidak saya lebih-lebihkan, tapi memang apa yang saya dan keluarga rasakan, semuanya memuaskan dan transparan dari pihak manajemen," ujar Bahrim.

Pantauan di lokasi tower tumbang, provider menerjunkan tim appraisal untuk menghitung biaya kerusakan yang dialami yang disaksikan oleh Ketua RW, dan warga korban.

"Kita sudah mengadakan MoU, itu kemarin rumah kita sudah di survey kerusakannya apa aja. Semuanya ter-cover tidak ada satu pun yang tertinggal semisal, dipan, televisi, perabotan, dan  bangunan rumah yang rusak termasuk kontrakan tempat tinggal kita sementara," kata Suherman korban lainnya. 

Sebutnya perbaikan rumah ditanggung penuh oleh pihak provider. Korban yang RAB dan dibayar oleh provider kemudian direnovasi sendiri agar sesuai dengan keinginan hasilnya. 

Iqbal bersama manajemen provider menyerahkan dana untuk biaya kontrakan warga korban sepenuhnya selama waktu perbaikan rumahnya. Iqbal menyampaikan permohonan maaf atas musibah ini sekaligus mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan pengertian warga sekitar dan korban.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Petani kopi tewas diterkam harimau
Jumat, 13 Desember 2019 - 11:45 WIB
Seorang petani kopi tewas asal Kabupaten Lahat diduga diterkam harimau di kawasan hutan lindung di D...
Krisis air bersih masih melanda Sumba Timur 
Kamis, 12 Desember 2019 - 18:56 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur menyebutkan wilayah Kabupaten Sumba T...
Dua bocah ditemukan mengambang di Waduk Serut
Kamis, 12 Desember 2019 - 18:36 WIB
Dua anak dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam saat bermain di Waduk Serut, Kecamamatan Nguter...
Bank Dunia sebut Indonesia rugi 5,2 miliar dolar AS akibat kebakaran hutan 
Rabu, 11 Desember 2019 - 20:32 WIB
Bank Dunia menyebutkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sejak Juni hingga Oktober 201...
 Tersesat di hutan, 2 petugas Telkomsel ditemukan Tim SAR 
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:45 WIB
Dua orang petugas teknisi menara Telkomsel yang yang sempat tersesat di hutan selama satu hari, berh...
Kapal tol laut tenggelam di Pelabuhan Lewoleba
Selasa, 10 Desember 2019 - 20:48 WIB
Sebuah kapal tol laut KM Shippo 16, dilaporkan tenggelam di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, N...
Longsor di Koto Alam putuskan lalu lintas Sumbar-Riau
Selasa, 10 Desember 2019 - 12:32 WIB
Longsor yang terjadi pada Selasa (10/12) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Km 160 Nagari Koto Ala...
BPBD imbau masyarakat Yogyakarta waspadai cuaca ekstrem awal musim hujan
Selasa, 10 Desember 2019 - 10:15 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspad...
Tertimpa pohon saat hujan deras, mahasiwa di Kediri meninggal
Senin, 09 Desember 2019 - 20:57 WIB
Seorang warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah tertimpa pohon yang ambruk...
Ditinggal kerja pemiliknya, satu rumah di Cipayung terbakar
Senin, 09 Desember 2019 - 10:10 WIB
Satu unit rumah di Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, terbakar saat ditinggal oleh p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once