Kiri Kanan
Anggota DPR minta KPPU tindak tegas `predatory pricing` semen Tiongkok
Elshinta
Sabtu, 09 November 2019 - 10:38 WIB |
Anggota DPR minta KPPU tindak tegas `predatory pricing` semen Tiongkok
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2K4nz8V

Elshinta.com - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk segera menuntaskan upaya pemeriksaan dugaan penerapan strategi `predatory pricing` yang dilakukan pelaku industri semen dari Tiongkok di Indonesia.

Mufti menilai strategi jual rugi itu mengancam keberadaan industri semen nasional sehingga membuat harga jual semen produksi perusahaan Tiongkok di Indonesia jauh lebih murah dibanding semen BUMN.

"Ukuran 50 kilogram misalnya, semen pabrik Tiongkok dijual di kisaran harga Rp42.000-Rp44.000 per zak. Sedangkan untuk ukuran yang sama, harga semen BUMN di kisaran Rp51.000," kata dia saat dikonfirmasi Antara di Surabaya, Sabtu (9/11).

Adapun untuk ukuran 40 kilogram, harga semen Tiongkok di kisaran Rp34.000-Rp36.000 per zak, sedangkan semen BUMN di harga Rp43.000 per zak.

"Dugaan praktik predator pricing ini dilakukan dengan menjual produk di harga yang sangat rendah, yang menghasilkan persaingan usaha tidak sehat. Ini juga merugikan ekosistem industri semen nasional, yang otomatis berpotensi berdampak ke nasib puluhan ribu karyawan dan keluarganya,” ujarnya.

Mufti mengatakan, dalam rapat bersama KPPU kemarin, persoalan tersebut sudah dibahas, dan telah menerima laporan senada dari serikat pekerja semen BUMN. "Oleh karena itu, kita meminta segera dituntaskan. Di KPPU kan ada prosesnya, pengumpulan bahan-bahan, pemeriksaan, dan seterusnya. Nah itu kita minta segera dituntaskan, ditindak tegas jika memang terbukti," tutup dia. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apakah vape akan dilarang?
Jumat, 15 November 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai akan melakukan sejumlah up...
Pakar Ekonomi Energi nilai Ahok kurang pas jadi dirut Pertamina
Jumat, 15 November 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Masuknya nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam bursa direktur utama P...
Luhut respons rencana Edhy Prabowo serahkan kapal ikan ilegal ke nelayan
Jumat, 15 November 2019 - 08:06 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaita...
Paman Birin: Pesan penting Jokowi, rakyat harus mendapat manfaat dari uang belanja negara
Kamis, 14 November 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor mereview pengarahan Presiden ...
Polemik pesangon eks karyawan PT Tyfountex dibawa ke PHI
Kamis, 14 November 2019 - 21:22 WIB
Elshinta.com - Mediasi terakhir antara mantan buruh PT Tyfountex dengan pihak pengusaha di...
Bantu peserta CPNS, Disdukcapil Kudus buka help desk pengaduan NIK dan KK
Kamis, 14 November 2019 - 21:06 WIB
Elshinta.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuka ...
Bakorwil III Malang, sosialisasikan Program EJSC
Kamis, 14 November 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka mendekatkan Bakorwil III Provinsi Jawa Timur di Malang kepada ...
KKN tematik revmen masih strategis dan perlu dilanjutkan
Kamis, 14 November 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Kegiatan KKN RM sangat strategis dalam upaya mensosialisasikan Program...
Heboh, ada tas mencurigakan di samping pom bensin Kartini Kota Depok
Kamis, 14 November 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Heboh sebuah tas berwarna hitam di tepi sebuah gang di samping sebuah SPBU ...
Seorang ibu melahirkan di tengah acara Wisata Dirgantara
Kamis, 14 November 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Ditengah-tengah kemerihan wisata dirgantara di Lanud Suryadarma, Kalijati, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)