Rizal Ramli: Bila tak ubah cara, ekonomi Indonesia tahun depan hanya 4 persen
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 21:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Rizal Ramli: Bila tak ubah cara, ekonomi Indonesia tahun depan hanya 4 persen
Pakar ekonomi, Rizal Ramli. Sumber Foto: https://bit.ly/2PUUjFj

Elshinta.com - Pakar ekonomi, Rizal Ramli, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya 4 persen. Hal ini terjadi apabila tim ekonomi pemerintah tidak mengubah langkah ekonomi secara signifikan.

"Jika tidak ada perubahan ekonomi makro hingga Desember 2019, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan anjlok ke 4 persen, yang akan semakin menurunkan daya beli dan meningkatkan jumlah perusahaan yang mengalami gagal minus bayar (default). Tidak ada juga tanda-tanda indikator ekonomi makro seperti defisit perdagangan, defisit curent account akan membaik 2020,” kata mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu, Jumat (8/11)

Angka yang diprediksi Rizal Ramli itu lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,05 persen. Padahal, pada 2019, target pertumbuhan ekonomi dipatok di angka 5,1 persen. 

Terlebih lagi, sambung Rizal, peningkatan kegiatan ekonomi dan korporasi Tiongkok di Indonesia yang semakin masif juga menjadi dampak perekonomian di Tanah Air semakin memburuk. 

"Nilai tambah mereka (Tiongkok) terhadap ekonomi rakyat Indonesia sangat minimum, karena model bisnisnya menyedot nilai tambah dari hulu ke hilir, sangat berbeda dengan investasi asing lainnya di massa lalu, yang biasanya hanya membawa 10 tenaga kerjanya," tukas Rizal Ramli, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Belum lagi, imbuh Rizal Ramli, pemerintah masih menggunakan strategi berutang untuk mengatasi persoalan ekonomi. Ironisya, bunga utang-nya pun sangat besar bila dibanding negara yang ratingnya rendah dari Indonesia. 

"Bunga utang luar negeri lebih tinggi dibanding negara yang ratingnya lebih rendah dari Indonesia. Bunga utang Indonesia sampai 8,3 persen, sementara negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina bunganya 4 sampai 5 persen. Itu kenapa subsidi energi dan sosial dipangkas untuk bayar utang. Dampaknya daya beli rakyat lemah, karena harga TDL naik, BBM naik, dan akan menyusul iuran BPJS Kesehatan naik 100 persen," ungkap mantan Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.   

Meski demikian, Rizal Ramli masih optimis dengan kinerja beberapa menteri kabinet yang bisa menyelamatkan masa depan Indonesia. 

"Ada beberapa sektor yang akan melakukan perubahan positif, terutama Mendikbud, Nadiem Makarim dan Menteri BUMN Erick Thohir yang didampingi 2 mantan CEO Bank Mandiri," pungkas Rizal Ramli.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asosiasi industri dukung pembukaan bertahap aktivitas perekonomian
Sabtu, 06 Juni 2020 - 16:21 WIB
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mendukung pelonggaran Pembatasan Sosial Be...
Harga emas jatuh 44,4 dolar, data pekerjaan AS tekan logam mulia
Sabtu, 06 Juni 2020 - 08:30 WIB
Harga emas merosot lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena harap...
Kota Malang miliki Kampung Aloevera di Kecamatan Sukun, Kota Malang
Jumat, 05 Juni 2020 - 18:27 WIB
Siapa yang tak tahu Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) di Kelurahan Jodipan, Kota Malang, Kampung tem...
Kemenperin susun kriteria usaha penerima stimulus pemulihan ekonomi
Jumat, 05 Juni 2020 - 13:39 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang menyusun berbagai kriteria sektor usaha yang akan mend...
Pemerintah berupaya jaga kinerja ekspor manufaktur saat pandemi
Jumat, 05 Juni 2020 - 13:19 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menjaga kinerja ekspor nonmigas, khususnya pada sektor m...
Rupiah terus menguat, tembus level Rp13.885 hingga siang hari ini
Jumat, 05 Juni 2020 - 13:06 WIB
Rupiah terus menguat hingga perdagangan siang hari ini, Jumat (5/6). Pukul 11.45 WIB, rupiah di pasa...
IHSG melemah 0,42% ke 4.896 pada akhir perdagangan sesi I hari ini
Jumat, 05 Juni 2020 - 12:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 20,43 poin atau 0,42% ke 4.896,27 pada akhir perd...
Gugas COVID-19 umumkan sembilan sektor ekonomi yang kembali dibuka
Jumat, 05 Juni 2020 - 12:14 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan, pemerintah telah memperti...
Rupiah spot dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini 
Jumat, 05 Juni 2020 - 10:58 WIB
Rupiah dibuka menguat pada perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (5/6). Pukul 09.17 WIB, rupiah di ...
IHSG dibuka koreksi pada awal perdagangan hari ini 
Jumat, 05 Juni 2020 - 10:29 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah mengekor bursa saham global dan bursa regional pad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV