Kiri Kanan
Tiga hektare hutan lindung Gunung Salak Sukabumi terbakar
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 20:10 WIB |
Tiga hektare hutan lindung Gunung Salak Sukabumi terbakar
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/36Lweqp

Elshinta.com - Sekitar tiga hertare kawasan konservasi Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) yang berada d Blok Legok Ipong Pasir Malang, Kampung Cihandeulem, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terbakar.

Demikian disampaikan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu BPBD Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni di Sukabumi, Jumat (8/11).

"Kami (relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sukabumi bersama petugas dari BTNHGS, Pemadam Kebakaran  Kabupaten Sukabumi, Koramil dan Polsek Cidahu dan potensi SAR lainnya sudah ke lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar lahan kawasan konservasi itu sejak Kamis, (7/11)," kata Jujun.

Menurutnya, meskipun api sudah berhasil dipadamkan sejak Kamis malam tetapi, kepulan asap muncul dan kebakaran kembali terjadi tepatnya di Kampung Legoknyenang. Hingga saat ini petugas gabungan masih berada di lokasi tepatnya di Desa/Kecamatan Cidahu.

Kuat dugaan kebakaran kawasan konservasi ini akibat puntung rokok yang masih menyala yang dibuang orang tidak dikenal yang sedang mencari ranting atau kayu bakar.

Dia mengatakan beratnya medan dan sulitnya petugas serta peralatan pemadam kebakaran menembus lokasi sehingga, membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memadamkan. Tapi diduga masih ada titik bara yang masih menyala menyebabkan api kembali menyala.

"Petugas gabungan saat ini terus berupaya memadamkan api yang kembali muncul dan jika melihat kondisi cuaca yang seperti in cukup terik dan kering luas lahan yang terbakar akan bertambah," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Jujun mengatakan api yang masih menyala ada di dua titik dan untuk menuju lokasi sangat sulit dijangkau. Petugas pun saat ini masih mencoba menuju titik api untuk memadamkan.

Selain itu, kendaraan pemadam kebakaran milik BTNGHS yang sudah disiapkan untuk memadamkan api masih bertahan di bawah gunung yang disebabkan tidak bisa masuk karena, untuk menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPPTKG: Erupsi merapi terakhir tergolong erupsi kecil
Rabu, 20 November 2019 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (B...
Rabu dini hari, gempa M 5,2 guncang Bali
Rabu, 20 November 2019 - 06:07 WIB
Elshinta.com - Gempa berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Bali, pada Rabu (20/11) dini ha...
60 rumah warga rusak akibat angin kencang di Jember
Selasa, 19 November 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 60 ruma...
BPBD Jatim: Waspadai angin kencang hingga Desember
Selasa, 19 November 2019 - 14:57 WIB
Elshinta.com - Munculnya fenomena angin kencang pada sejumlah wilayah di Jawa Timur mendap...
Gunung Merapi mengalami dua kali gempa guguran
Senin, 18 November 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Masyarakat diminta tak panik terkait letusan Gunung Merapi
Senin, 18 November 2019 - 06:56 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBPTKG) ...
Dua gempa susulan landa Ambon
Senin, 18 November 2019 - 06:26 WIB
Elshinta.com - Dua gempabumi susulan melanda Ambon, Maluku, pada Senin (18/11) dini hari, ...
Senin dini hari, gempa M 4,9 guncang Maluku Tengah
Senin, 18 November 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Gempabumi dengan Magnitudo 4,9 mengguncang Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku,...
Gunung Merapi meletus, masyarakat diimbau tidak lakukan aktivitas dalam radius 3 km
Senin, 18 November 2019 - 06:00 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi meletus pada Minggu (17/11), pukul 10.46 WIB. Letusan tercata...
94 rumah rusak akibat gempa beruntun 12 November
Minggu, 17 November 2019 - 07:17 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku menyebutkan 94 u...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)