Kiri Kanan
Ribuan babi mati di Sumut terindikasi virus ASF
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 13:16 WIB |
Ribuan babi mati di Sumut terindikasi virus ASF
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/32phOsI

Elshinta.com - Ribuan ternak babi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang mendadak mati diduga tidak hanya terjangkit virus Hog Cholera atau Kolera Babi, melainkan juga terindikasi virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Hal itu berdasarkan hasil uji laboratorium sempel bangkai babi di Medan yang dilakukan Balai Veteriner Medan.

"Saya katakan indikasi karena selama ini tidak pernah ada dan saya katakan sampai saat ini tidak ada serangan virus ASF, tapi kalau indikasi ASF, iya. Beda antara ada dan indikasi ya," kata Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia MP di Medan, Jumat (8/11), seperti dikutip Antara.

Agustia menuturkan, untuk membuktikan adanya ASF, harus dilakukan uji lab berkali-kali. Karena katanya, virus ASF ini belum pernah ada di Indonesia dan belum ada obatnya.

"Virus ini serangannya cepat dan sistemik. Babi yang diserang tidak kelihatan sakit namun bisa tiba-tiba mati. Virus ASF ini masuk ke dalam tubuh dan mematikan organ-organ," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara mencatat ada 11 Kabupaten/Kota yang terkena wabah virus hog cholera yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

Dari 11 kabupaten/kota tersebut sebanyak 4.682 ekor babi dilaporkan mati akibat virus ini. Hingga kini, Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah berupaya keras untuk menangani masalah tersebut. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Puluhan ribu tahanan ISIS di Suriah berpotensi jadi bom waktu
Rabu, 13 November 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Sekitar 10.000 tahanan ISIS beserta keluarganya di sejumlah kamp terdekat d...
Situasi Gaza memanas, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan
Rabu, 13 November 2019 - 06:49 WIB
Elshinta.com - Pembangunan rumah sakit Indonesia, yang telah memasuki tahap kedua, tetap b...
Ribuan babi mati di Sumut terindikasi virus ASF
Jumat, 08 November 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Ribuan ternak babi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang mendadak mati di...
Gempa Magnitudo 5,8 guncang Iran
Jumat, 08 November 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang barat laut Iran pada Jumat (8/11) pagi, m...
Sekjen PBB apresiasi peran Indonesia di Dewan Keamanan
Senin, 04 November 2019 - 09:31 WIB
Elshinta.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengapresiasi peranan Indonesia, khususnya...
Tonton tarung bebas, Trump malah diejek penonton
Minggu, 03 November 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diteriaki ejeken oleh penggemar olah ...
Presiden Jokowi bahas krisis Rakhine State dan Filipina bersama PBB
Minggu, 03 November 2019 - 12:29 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jendera...
Wow, animo warga Saudi di Makkah belajar Bahasa Indonesia meningkat
Jumat, 01 November 2019 - 14:00 WIB
Elshinta.com - Sekolah Indonesia Makkah (SIM) telah menggelar pembukaan kursus Bahasa Indonesia...
Siswa sekolah Indonesia Jeddah ikrarkan persatuan dalam Kebhinnekaan
Senin, 28 Oktober 2019 - 18:59 WIB
Elshinta.com - Dalam balutan busana adat dari berbagai daerah, para siswa dan guru sekolah...
Korban tewas akibat hujan lebat di wilayah timur Jepang bertambah
Sabtu, 26 Oktober 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Hujan lebat penyebab banjir dan longsoran lumpur di bagian timur Jepang men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)