Dokter: Diabetes sebabkan kematian jika ada komplikasi
Elshinta
Jumat, 08 November 2019 - 17:07 WIB |
Dokter: Diabetes sebabkan kematian jika ada komplikasi
Pemaparan materi dalam kegiatan The 6th Indonesian Health Economics Association (InaHEA) ASM, di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11). Sumber foto: https://bit.ly/2WUld1n

Elshinta.com - Dokter Penyakit Dalam RSUP Sanglah, Bali, Prof. Dr dr. Ketut Suastika, SpPD (KEMD) mengatakan, penyakit diabetes memang berkaitan erat dengan kelebihan gula, namun yang menyebabkan kematian adalah adanya komplikasi dengan penyakit lainnya.  

"Memang ada orang diabetes meninggal karena ketoasidosis yang artinya kegawatan diabetes. Tapi itu nggak banyak jumlahnya, yang banyak jumlahnya adalah yang berdampak dari komplikasi," katanya dalam kegiatan di The 6th Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Annual Scientific Meeting (ASM), di Nusa Dua, Kamis (7/11).

Ia menjelaskan, pasien diabetes memang ditandai oleh gula dan sering dikaitkan dengan obesitas, namun bisa menyebabkan kematian itu karena komplikasi seperti dengan hipertensi atau ginjal. 

Dikatakannya, diabetes dipengaruhi dua komponen yang paling penting yang juga terjadi di seluruh dunia, yakni disebabkan oleh pola makan yang berlebihan dan seberapa banyak kita lakukan latihan fisik sehingga biasanya dikaitkan dengan obesitas.

Ia mengingatkan bahwa jumlah penderita diabetes Indonesia cukup mengkhawatirkan dan masuk dalam deretan 10 besar di dunia. 
 
"Jadi kita belakangan memang cenderung latihan fisiknya kurang dan pola makan juga mulai berubah saat ini, tidak kekurangan lagi dan malah jadi berlebihan. Ini bisa jadi pemicu," jelasnya. 

Ia menyebut, sekarang ini banyak orang muda  yang obesitas sejak awal karena pola hidup.

"Kalau sudah ada usaha menurunkan berat badan dengan latihan fisik dan diet, ini bisa jadi cara mencegah komplikasi," ucapnya.

Sadari Gejala Awal

Prof. Dr dr. Ketut Suastika mengatakan, penyakit diabetes memang tidak memberikan gejala awal yang jelas, jika gula darahnya tinggi biasanya buang air kecilnya banyak, cepat haus, dan lesu.

Pihaknya menyayangkan masih ada yang tidak menyadari gejala awal ini dan membiarkannya terjadi, sehingga mengancam terjadinya komplikasi.

"Banyak sekali yang tidak sadar, dianggap biasa saja  karena kelelahan, padahal kalau terus-menerus tidak peduli, maka nanti saat diperiksa pasti ada komplikasi," jelasnya.

Untuk mengenali gejala diabetes ini bisa dengan deteksi dini melalui Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan berat badan apakah tergolong normal atau masuk dalam kategori obesitas.

"Pakai meteran juga bisa, melingkar di pinggang di bawah pusar, kalau lebih dari 90 cm, untuk laki-laki sudah gemuk, kalau perempuan lebih dari 80 cm. Lingkar perut ini sering dihubungkan dengan diabetes dibandingkan sekedar indeks masa tubuh," kata dr. Suastika.

Kegiatan InaHEA ASM ini berlangsung selama tiga hari dari 6 sampai 8 November 2019, di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri oleh mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia.

Para narasumber memaparkan presentasinya terkait dengan penelitian-penelitian yang dilakukannya. (Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Bagaimana ciri dan karakteristik penis yang sehat?
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:15 WIB
Bagi pria, penis merupakan organ penting yang tak hanya berfungsi sebagai saluran kemih tetapi juga ...
BIN bantu 120 ribu masker untuk penanganan COVID-19 di Surabaya
Selasa, 02 Juni 2020 - 22:24 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) RI kembali memberikan bantuan berupa 120 ribu masker non-medis untuk pe...
Ganjar tegaskan Jateng tidak gegabah terapkan normal baru
Selasa, 02 Juni 2020 - 20:27 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan Provinsi Jawa Tengah tidak gegabah menerapkan protokol kehidupan ...
Pasien sembuh COVID-19 di Magelang bertambah
Selasa, 02 Juni 2020 - 18:38 WIB
Kabar menyenangkan disampaikannya juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19, Kabupaten...
Kopi dapat turunkan risiko penyakit batu empedu, bisakah?
Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:25 WIB
Sebuah studi terbaru melaporkan bahwa kopi memiliki potensi untuk melindungi Anda dari penyakit batu...
Apakah pria juga bisa menopause? Apa penyebabnya?
Jumat, 29 Mei 2020 - 23:15 WIB
Menopause pada pria juga tidak serta merta menyebabkan disfungsi organ seksual sepenuhnya. Namun bai...
BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:36 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk membantu Pemerintah Kota Suraba...
 Apa penyebab disfungsi ereksi pada usia muda?
Kamis, 28 Mei 2020 - 23:15 WIB
Biasanya impotensi selama ini identik dengan penyakit usia tua. Namun jumlah pria berusia di bawah ...
Wagub Sumbar apresiasi kerja tim laboratorium periksa sampel swap
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:26 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengapresiasi tim laboratorium yang bertu...
Hadapi COVID-19, terapkan 4 Sehat 5 Sempurna kekinian
Kamis, 28 Mei 2020 - 07:37 WIB
Masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV