Kiri Kanan
Presiden marah tender elektronik ramai di penghujung tahun
Elshinta
Rabu, 06 November 2019 - 14:45 WIB |
Presiden marah tender elektronik ramai di penghujung tahun
Presiden Joko Widodo. Sumber Foto: https://bit.ly/33mIbAO

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menilai bahwa belanja barang dan jasa kementerian dan lembaga masih menggunakan pola pikir (mind set) lama.

"Sejak 15 tahun yang lalu saya melihat proses-proses pengadaan kita sebetulnya sudah tadi e-procurement, e-purchasing, e-tendering bagus sekali tapi praktiknya masih dengan 'mind set yang lama," kata Presiden Jokowi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto mengatakan, sampai November 2019, masih ada paket pekerjaan senilai Rp39 triliun yang masih berproses pada sistem e-tendering, termasuk pekerjaan konstruksi senilai Rp31,7 triliun, yang akan mempengaruhi kinerja dan penyerapan anggaran.

Jumlah tersebut berasal dari pagu pengumuman e-tendering sejumlah Rp304,1 triliun namun yang sudah selesai tender baru Rp265,1 triliun dengan Rp182 triliun adalah proyek konstruksi.

"Oleh sebab itu saya ingatkan jangan main-main. Terutama di Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kementerian Perhubungan, Kalau Kementerian PUPR DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) keluar, Pak Menteri PUPR langsung main (membelanjakan) biasanya, karena duitnya gede kalau masih menunggu Januari ya berarti terlambat 1,5 bulan. Biasanya kita beri DIPA pertengahan November," jelas Presiden, dikutip Antara.

Presiden pun mengingatkan pengadaan barang dan jasa pemerintah harus tepat waktu dan keterlambatan sedikit dapat mengurangi daya dorong APBN dan APBD dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

"Sekali lagi ini harus digarisbawahi, terutama belanja infrastruktur yang sangat sensitif terhadap waktu," ungkap Presiden.

Presiden pun mengkritik cara kerja kementerian/lembaga yang sudah menggunakan cara tender elektronik (e-tendering) namun hingga November 2019 masih ada Rp31 triliun pekerjaan konstruksi yang tersisa.

"Kalau e-purchasing itu OK, pengadaan barang itu masih OK, tapi itu juga terlambat. Kita senangnya kejar-kejaran di Oktober, November Desember. 'Mindset' seperti ini harus diubah. Januari apa sih bedanya kita lakukan bulan September dengan kejar-kejaran dengan Januari. Ayo langsung main di tahun awal, kerjanya enak, kualitasnya baik, kontraktornya juga tidak dikejar-kejar seperti dikejar hantu, kenapa kita senang mengulang hal yang sama dan itu jelek?," tegas Presiden dengan nada tinggi.

Tantangan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, menurut Presiden, adalah memastikan proses dan "timing" barang dan jasa.

"Sekali lagi harus seawal mungkin. Januari harus mulai belanja karena ini menyangkut pertumbuhan ekonomi makro kita, menyangkut pertumbuhan ekonomi di daerah kita masing-masing, Kalau uangnya tidak keluar perputaran uang di daerah jadi berkurang, jangan menyepelekan ini, kalau uang tidak berputar, ekonomi di situ pertumbuhannya rendah, kalau uang tidak berputar dan tidak ada pertumbuhan ekonomi, artinnya rakyat kita akan menderita, itu kok diulang-ulang?" ungkap Presiden. 

Berdasarkan data LKPP, pengadaan barang/jasa pemerintah sendiri secara langsung telah mendorong berputarnya roda ekonomi nasional. Total belanja barang/jasa pemerintah pada periode 2015–2019 adalah sebesar Rp5.335 triliun. Dengan nilai penghematan sebesar Rp177,93 triliun dari proses pengadaan melalui e-tendering dan e-purchasing. (Ank/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apakah vape akan dilarang?
Jumat, 15 November 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai akan melakukan sejumlah up...
Pakar Ekonomi Energi nilai Ahok kurang pas jadi dirut Pertamina
Jumat, 15 November 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Masuknya nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam bursa direktur utama P...
Luhut respons rencana Edhy Prabowo serahkan kapal ikan ilegal ke nelayan
Jumat, 15 November 2019 - 08:06 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaita...
Paman Birin: Pesan penting Jokowi, rakyat harus mendapat manfaat dari uang belanja negara
Kamis, 14 November 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor mereview pengarahan Presiden ...
Polemik pesangon eks karyawan PT Tyfountex dibawa ke PHI
Kamis, 14 November 2019 - 21:22 WIB
Elshinta.com - Mediasi terakhir antara mantan buruh PT Tyfountex dengan pihak pengusaha di...
Bantu peserta CPNS, Disdukcapil Kudus buka help desk pengaduan NIK dan KK
Kamis, 14 November 2019 - 21:06 WIB
Elshinta.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuka ...
Bakorwil III Malang, sosialisasikan Program EJSC
Kamis, 14 November 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka mendekatkan Bakorwil III Provinsi Jawa Timur di Malang kepada ...
KKN tematik revmen masih strategis dan perlu dilanjutkan
Kamis, 14 November 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Kegiatan KKN RM sangat strategis dalam upaya mensosialisasikan Program...
Heboh, ada tas mencurigakan di samping pom bensin Kartini Kota Depok
Kamis, 14 November 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Heboh sebuah tas berwarna hitam di tepi sebuah gang di samping sebuah SPBU ...
Seorang ibu melahirkan di tengah acara Wisata Dirgantara
Kamis, 14 November 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Ditengah-tengah kemerihan wisata dirgantara di Lanud Suryadarma, Kalijati, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)