Di KTT, Presiden Jokowi tolak pengiriman limbah bahan berbahaya dan beracun
Elshinta
Selasa, 05 November 2019 - 06:35 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Di KTT, Presiden Jokowi tolak pengiriman limbah bahan berbahaya dan beracun
Presiden Jokowi berbincang dengan PM Australia Scott Morrison saat menghadiri Lunch On Sustainable Development, di IMPACT Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11) siang. Sumber foto: https://bit.ly/2WK0Ow8

Elshinta.com - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 Asia Timur atau KTT Eats Asia Summit, Presiden Joko Widodo mempersoalkan pengiriman illegal hazardous waste atau limbah berhaya ilegal yang akhir-akhir ini diterima beberapa negara ASEAN, tidak terkecuali dengan Indonesia. 

Presiden Jokowi menyatakan, Indonesia telah mengambil langkah pemberitahuan melalui masing-masing Kedutaan Besar, dan telah melakukan pengiriman kembali kontainer-kontainer tersebut ke pelabuhan asal pengiriman. 

“Law enforcement juga kami lakukan bagi pihak yang terlibat di dalam negeri. Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur, untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional,” kata Presiden Jokowi dalam KTT Eats Asia Summit, di IMPACT Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11). 

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi dalam media briefing, pihak Bea Cukai dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah melakukan pemeriksaan terhadap 882 kontainer dan sebanyak 374 kontainer sudah dikembalikan ke negara asal. 

Terkait limbahan bahan beracun berbahaya itu, Menlu menyebutkan, yang menyampaikan tidak hanya Presiden Jokowi, tetapi Presiden Filipina Duterte juga menyampaikan hal yang sama. 

“Sampai saya keluar masih belum ada tanggapan ya, tetapi kadang-kadang tidak ditanggapi nggak apa-apa tetapi message-nya sampai,” kata Menlu menjawab wartawan, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Sampah Plastik

Menlu Retno mengatakan, dalam East Asia Summit itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan mengenai masalah kerja sama yang terkait dalam langkah penanganan sampah plastik di laut. 

Presiden mengingatkan bahwa jika tidak diatasi segera maka ekosistem laut di kawasan Indo-Pasifik akan rusak. Indonesia saat ini, ucap Presiden, sedang menjalankan strategi nasional untuk menangani sampah laut, dari hulu ke hilir. Ia optimistis Indonesia bisa mencapai target pengurangan sampah laut hingga 70 persen di tahun 2025. 

“Saya berpandangan negara EAS harus dapat mendorong gerakan global anti sampah plastik,” ujar Presiden seraya menambahkan, gerakan global ini melibatkan sektor swasta aktivis lingkungan, generasi pemuda dan milenial. Presiden berharap negara di kawasan Asia Timur tetap konsisten dalam memerangi sampah plastik dan limbah berbahaya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malaysia umumkan 1.195 kasus COVID-19 di Sabah
Senin, 28 September 2020 - 21:05 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengumumkan terdapat 1.195 kasus positif COVID-19 di daerah Lah...
Istana Negara Malaysia benarkan rencana pertemuan Anwar Ibrahim
Rabu, 23 September 2020 - 19:48 WIB
Istana Negara Malaysia membenarkan agenda pertemuan  Presiden Partai Keadilan Rakyat  Anwar Ibrah...
Hari ke-20 Brunei nihil kasus baru corona
Rabu, 23 September 2020 - 18:47 WIB
Brunei pada Rabu memasuki hari ke-20 nihil kasus baru Covid-19, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1...
Mahathir namakan partainya Partai Pejuang
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:26 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad menamakan partai yang dibentuknya Partai Pej...
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur mulai belajar kembali di sekolah 
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:26 WIB
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah, Senin, set...
Thailand perpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli
Selasa, 30 Juni 2020 - 20:58 WIB
Pemerintah Thailand pada Selasa memperpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli untuk menceg...
Mulai pulih, Malaysia fokus pulihkan pariwisata domestik
Jumat, 12 Juni 2020 - 20:12 WIB
Setelah mulai pulih dari pandemi COVID-19, Malaysia memasuki masa transisi untuk menerapkan fase nor...
Mahathir dikeluarkan dari Partai Bersatu
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:11 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia  Mahathir Mohamad dikeluarkan dari keanggotaan Partai Pribumi Bersa...
Masuk Malaysia per 1 Juni dikenakan biaya karantina
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:12 WIB
Rapat Majelis Keselamatan Negara (MKN) telah membuat keputusan untuk mengenakan biaya karantina hote...
95 WNI direpatriasi secara mandiri dari Filipina
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:58 WIB
Sebanyak 95 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan  secara mandiri dari Filipina semasa pandemi C...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV