WhatsApp curiga perusahaan Israel mata-matai ponsel
Elshinta
Rabu, 30 Oktober 2019 - 12:26 WIB |
WhatsApp curiga perusahaan Israel mata-matai ponsel
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2q3n6MS

Elshinta.com - WhatsApp menuntut perusahaan pengawas Israel NSO Group karena mencurigai firma tersebut membantu pemerintah memata-matai 1.400 perangkat milik 1.400 pengguna aplikasi perpesanan tersebut di empat benua.

WhatsApp, seperti diberitakan Reuters, memasukkan berkas tuntutan ke pengadilan federal di San Francisco, Amerika Serikat, mereka menuduh NSO membantu pemerintah meretas perangkat di 20 negara. Saat ini baru Meksiko, Bahrain dan Uni Emirat Arab yang teridentifikasi peretasan tersebut.

Peretasan tersebut menargetkan 100 masyarakat sipil, termasuk diantaranya diplomat, opisisi politik, pejabat senior pemerintahan hingga jurnalis.

Serangan tersebut menyalahgunakan sistem panggilan video WhatsApp untuk mengirim malware ke sejumlah perangkat. Malware tersebut dapat digunakan oleh klien NSO, diantaranya pemerintah dan lembaga intelijen, untuk memata-matai ponsel pengguna dan melihat aktivitas.

NSO dalam keterangan tertulis membantah tuduhan tersebut. "Dalam pernyataan sekuat mungkin, kami membantah tuduhan tersebut dan akan melawan dengan keras," kata NSO.

NSO menyatakan mereka menyediakan teknologi kepada lembaga intelijen pemerintah dan penegah hukum berlisensi untuk "memerangi terorisme dan tindak kriminal serius".

WhatsApp, yang digunakan sekitar 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia, disebut-sebut memiliki keamanan yang paling tinggi, salah satunya pesan dienkripsi end-to-end agar tidak bisa dilihat oleh pihak ketiga maupun WhatsApp sendiri, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WhatsApp bakal bisa digunakan di empat perangkat sekaligus
Senin, 21 September 2020 - 11:13 WIB
WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan akun yang sama dapat digunakan...
Trump izinkan TikTok terus beroperasi di AS
Senin, 21 September 2020 - 09:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung kesepakatan yang akan memungkinkan TikTok untuk teru...
TikTok protes soal ancaman blokir di AS
Sabtu, 19 September 2020 - 15:52 WIB
TikTok dan perusahaan induk ByteDance Ltd meminta pengadilan Amerika Serikat melarang pemerintah neg...
Facebook gabungkan Messenger dan Instagram di aplikasi baru untuk UKM
Jumat, 18 September 2020 - 11:26 WIB
Facebook meluncurkan aplikasi baru yang memungkinkan pemilik usaha kecil mengelola halaman dan profi...
Facebook Messenger batasi terusan pesan, perangi berita palsu
Minggu, 06 September 2020 - 14:50 WIB
Serupa dengan apa yang dilakukan Facebook sebelumnya kepada WhatsApp, raksasa jejaring sosial itu me...
Enam kerentanan WhatsApp diungkap
Jumat, 04 September 2020 - 16:59 WIB
Layanan pesan milik Facebook, WhatsApp, mengungkap enam kerentanan yang sebelumnya tidak pernah diun...
Google upayakan kinerja Chrome 10 persen lebih cepat
Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:24 WIB
Google meningkatkan kinerja tab di Chrome, dan perubahan tersebut dapat meningkatkan kecepatan hingg...
Facebook dan Snap berencana akuisisi saingan TikTok, Dubsmash?
Kamis, 13 Agustus 2020 - 11:08 WIB
Facebook dan pemilik Snapchat, Snap, dilaporkan sempat mengadakan pembicaraan untuk mengakuisisi Dub...
Twitter uji coba pisahkan `retweet` dengan `quote tweet`
Minggu, 09 Agustus 2020 - 13:29 WIB
Twitter sedang melakukan uji coba penghitungan quote tweet yang sebelumnya dikenal dengan retweet de...
Facebook izinkan karyawan bekerja dari rumah hingga Juli 2021
Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:54 WIB
Facebook akan mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah hingga Juli 2021 karena pandemi COVID-19...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV