Balai Arkeologi Papua temukan Situs Yope di Kampung Dondai
Elshinta
Minggu, 27 Oktober 2019 - 06:36 WIB |
Balai Arkeologi Papua temukan Situs Yope di Kampung Dondai
Sumber Foto: https://bit.ly/2WouZZy

Elshinta.com - Peneliti Balai Arkeologi Papua berhasil menemukan Situs Yope di Danau Sentani bagian barat atau tepatnya di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

Demikian dikatakan salah satu peneliti senior dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, di Kota Jayapura, Sabtu (26/10).

"Oleh masyarakat setempat, Yope berarti kampung di teluk. Yope merupakan sebuah teluk, bagian dari Danau Sentani," katanya.

Situs Yope dipercaya oleh masyarakat Dondai, pernah dijadikan perkampungan oleh nenek moyang mereka. "Penelitian arkeologi di Situs Yope berhasil menemukan gerabah prasejarah motif buaya dan bandul jala terbuat dari tanah liat yang dibakar," katanya.

Dalam mendapatkan artefak-artefak ini, kata dia, tim peneliti Balai Arkeologi Papua melibatkan nelayan tradisional Dondai, karena artefak berada di dalam air. "Balai Arkeologi Papua memiliki keterbatasan peralatan menyelam, nelayan tradisional Dondai terbiasa molo yaitu menangkap ikan sambil menyelam. Mereka mampu menyelam cukup lama dalam air," katanya.

Artefak-artefak yang ditemukan di dalam air berupa pecahan maupun utuh. Berdasarkan hasil penelitian dan dikaitkan dengan konteks lingkungan sekitar, maka Yope pada masa lalu merupakan hunian prasejarah, dengan rumah-rumah panggung di atas permukaan air.

"Yope dipilih oleh manusia prasejarah untuk dihuni dengan pertimbangan berada di Danau Sentani yang menjadi sumber air tawar, sumber bahan makanan berupa berbagai jenis ikan dan moluska, terdapat hutan sagu yang pohonnya menghasilkan tepung sagu, ulat sagu, daun dan pelepahnya dapat dijadikan bahan konstruksi rumah," katanya.

Temuan bandul jala, ungkap dia, membuktikan bahwa manusia penghuni Yope pada waktu itu beraktivitas menjala ikan, berdasarkan studi etnoarkeologi pada budaya Sentani, sebelum dikenal jala modern, mereka membuat jala dari pintalan serat kulit pohon melinjo.

Apalagi, lanjut alumnus Universitas Udayana Bali itu, lingkungan sekitar Yope juga dikenal sebagai daerah habitat buaya Nugini (Crocodylus Novaeguineae), sehingga gerabah motif buaya yang ditemukan dapat diasumsikan bahwa gerabah tersebut dibuat di Yope.

"Hal ini merupakan data baru, karena selama ini Abar di Danau Sentani bagian tengah dikenal sebagai penghasil gerabah. Sehingga dulu di Yope, Sentani bagian barat penghasil gerabah, namun budaya ini telah punah," katanya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malam ini nikmati keindahan puncak hujan meteor Geminid
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:26 WIB
Hujan meteor Geminid akan menghiasi langit malam hari ini meski bulan purnama dan potensi cuaca mend...
BATAN: Dukungan pemerintah dapat tingkatkan kontribusi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 19:29 WIB
Pakar Teknik Analisis Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Diah Dwiana mengungkapkan dukunga...
Bantu turunkan stunting, BATAN akan manfaatkan teknologi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 16:22 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut berkontribusi dalam usaha pemerintah mengurangi angka stun...
BATAN jadi pusat kolaborasi teknologi nuklir dunia satu-satunya
Selasa, 03 Desember 2019 - 08:06 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk ...
ITN Malang miliki profesor di bidang Ilmu Arsitektur
Jumat, 22 November 2019 - 16:05 WIB
Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang memiliki seorang profesor di bidang Ilmu Arsitektur, khususny...
LIPI nyatakan Indonesia berperan tentukan iklim dunia
Senin, 18 November 2019 - 14:57 WIB
Pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan keberadaan Indonesia di persimpangan...
Kajian BPPT: Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima
Sabtu, 16 November 2019 - 06:30 WIB
Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan...
Lapan bercita-cita jadikan Biak sebagai `space island`
Jumat, 15 November 2019 - 08:59 WIB
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berharap dengan adanya pembangunan bandar antarik...
Balitbang Kementan kembangkan inovasi bunga Krisan dataran rendah
Selasa, 12 November 2019 - 20:18 WIB
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Penge...
Setelah tiga tahun, Transit Merkurius terjadi lagi malam ini
Senin, 11 November 2019 - 15:32 WIB
Setelah tiga tahun berselang, peristiwa Transit Merkurius melintasi piringan Matahari dan sejajar de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)