Wali kota di Filipina tewas ditembak
Elshinta
Sabtu, 26 Oktober 2019 - 08:18 WIB |
Wali kota di Filipina tewas ditembak
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2AiZ7fl

Elshinta.com - Seorang wali kota, yang berada dalam daftar Presiden Filipina Rodrigo Duterte soal para pejabat daerah yang dicurigai terlibat dalam jaringan narkoba, tewas ditembak oleh orang tak dikenal pada Jumat (25/10).

David Navarro, wali kota kecil di pulau selatan Mindanao, sedang dibawa oleh polisi ke kantor kejaksaan di Cebu City di Filipina tengah, ketika beberapa pria bersenjata menyergap dia dan para personel  polisi yang mengawalnya, kata kepolisian.

Navarro ditangkap polisi pada Kamis (24/10) setelah ia dituduh melecehkan seorang tukang pijat di Cebu.

Mengutip Antara, insiden itu merupakan kasus penembakan terbaru pada kalangan tokoh terkemuka dalam perang yang dilancarkan Duterte terhadap perdagangan narkoba.

Nama Navarro berada dalam daftar terbaru Duterte yang berisi para "politisi-narkoba". Daftar itu diluncurkan Duterte kepada publik pada Maret, menjelang pemilihan paruh waktu pada Mei 2019.

Kepolisian mengatakan mereka telah membunuh 6.700 pengedar narkoba dalam adu tembak selama perang terhadap narkoba. Perang tersebut mulai dilancarkan Duterte lebih dari tiga tahun lalu dan menuai kecaman dari kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia di dalam dan luar negeri.

Pada 14 Oktober, kepala kepolisian Filipina mengundurkan diri kurang dari satu bulan sebelum pensiun setelah ia dituduh terlibat dalam kejahatan "mendaur ulang" narkoba sitaan.

Tuduhan itu bisa merongrong gerakan antinarkotika yang diusung pemerintah. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pejabat: AS akan mulai produksi vaksin COVID-19 akhir musim panas
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:02 WIB
Perusahaan pembuat obat, atas kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat, sedang berada dalam pros...
Menkes: Jerman mampu cegah gelombang kedua corona
Selasa, 14 Juli 2020 - 08:39 WIB
Jerman mampu mencegah gelombang kedua virus corona pada musim gugur jika masyarakat tetap waspada, t...
Paus Fransiskus `tersakiti` dengan keputusan Turki soal Hagia Sophia
Senin, 13 Juli 2020 - 15:11 WIB
Paus Fransiskus pada Minggu (12/7) mengatakan bahwa dirinya merasa tersakiti dengan keputusan Turki ...
Lebih dari 70 buruh tani di Inggris positif COVID-19
Senin, 13 Juli 2020 - 11:59 WIB
Sekitar 200 buruh tani dekat Malvaren di kawasan West Midlands, Inggris diminta mengisolasi diri set...
Kapal perang AS terbakar di San Diego, 21 orang cedera
Senin, 13 Juli 2020 - 11:48 WIB
Kapal perang Amerika Serikat USS Bonhomme Richard, yang merapat di Pangkalan Angkatan Laut di San Di...
Kasus corona naik, Afrika Selatan kembali terapkan jam malam
Senin, 13 Juli 2020 - 10:26 WIB
Afrika Selatan akan kembali melarang penjualan alkohol selain menerapkan jam malam untuk menurunkan ...
Akibat Corona, utang baru korporasi global capai rekor 1 triliun dolar
Senin, 13 Juli 2020 - 08:35 WIB
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia akan menghadapi utang baru sebanyak satu triliun dolar AS pad...
Rekor, dalam 24 jam WHO catat 230.370 kasus corona global
Senin, 13 Juli 2020 - 07:04 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat rekor lonjakan kasus virus corona global pada Minggu (12/7...
Ulama Malaysia dukung Hagia Sophia jadi masjid
Minggu, 12 Juli 2020 - 18:15 WIB
Sejumlah ulama Malaysia menyatakan dukungan penuh pada keputusan Pengadilan Tinggi Turki, yang merub...
Venezuela perpanjang status darurat COVID-19 hingga sebulan
Minggu, 12 Juli 2020 - 14:49 WIB
Pemerintah Venezuela pada Jumat (10/7) memperpanjang status darurat di negara tersebut hingga satu b...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV