Tak hanya tempat wisata, Kebun Raya Kendari jadi lokasi penelitian
Elshinta
Rabu, 23 Oktober 2019 - 08:42 WIB |
Tak hanya tempat wisata, Kebun Raya Kendari jadi lokasi penelitian
Sumber foto: https://bit.ly/2qxgeri

Elshinta.com - Selain menjadi tempat wisata, Kebun Raya Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), juga akan menjadi lokasi penelitian bagi mahasiswa.

"Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya menyebutkan bahwa Kebun Raya merupakan kawasan konservasi, yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola krarifikasi taksonomi," kata Gubernur Sultra Ali Mazi saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Kebun Raya Kendari, Selasa (22/10).

Ali menjelaskan, kebun raya itu ditata berdasarkan pola-pola klasifikasi taksonomi, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut. Untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

"Dengan demikian keberadaan kebun raya Kendari merupakan satu-satunya kebun raya daerah yang ada di Sultra saat ini. Diharapkan sebagaimana fungsi yang disebutkan tentang kebun raya ini," ungkapnya, sebagaimana dikutip Antara.

Ali Mazi juga menjelaskan, kebun raya dapat dikategorikan sebagai rumah terbuka hijau, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang penata ruang terbuka hijau pada wilayah kota, perkotaan paling sedikit 30 persen dari seluruh luas wilayah kota yang memiliki fungsi ekologi sebagai paru-paru kota.

"Tumbuhan dan tanaman hijau yang ada didalamnya untuk menyerap kadar korbodioksida. Selain itu kebun raya dapat menciptakan suasana nikmat, nyaman, sejuk dan asri," tukasnya. (Fan/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Malam ini nikmati keindahan puncak hujan meteor Geminid
Jumat, 13 Desember 2019 - 13:26 WIB
Hujan meteor Geminid akan menghiasi langit malam hari ini meski bulan purnama dan potensi cuaca mend...
BATAN: Dukungan pemerintah dapat tingkatkan kontribusi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 19:29 WIB
Pakar Teknik Analisis Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Diah Dwiana mengungkapkan dukunga...
Bantu turunkan stunting, BATAN akan manfaatkan teknologi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 16:22 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut berkontribusi dalam usaha pemerintah mengurangi angka stun...
BATAN jadi pusat kolaborasi teknologi nuklir dunia satu-satunya
Selasa, 03 Desember 2019 - 08:06 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk ...
ITN Malang miliki profesor di bidang Ilmu Arsitektur
Jumat, 22 November 2019 - 16:05 WIB
Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang memiliki seorang profesor di bidang Ilmu Arsitektur, khususny...
LIPI nyatakan Indonesia berperan tentukan iklim dunia
Senin, 18 November 2019 - 14:57 WIB
Pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan keberadaan Indonesia di persimpangan...
Kajian BPPT: Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima
Sabtu, 16 November 2019 - 06:30 WIB
Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan...
Lapan bercita-cita jadikan Biak sebagai `space island`
Jumat, 15 November 2019 - 08:59 WIB
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berharap dengan adanya pembangunan bandar antarik...
Balitbang Kementan kembangkan inovasi bunga Krisan dataran rendah
Selasa, 12 November 2019 - 20:18 WIB
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Penge...
Setelah tiga tahun, Transit Merkurius terjadi lagi malam ini
Senin, 11 November 2019 - 15:32 WIB
Setelah tiga tahun berselang, peristiwa Transit Merkurius melintasi piringan Matahari dan sejajar de...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)