Kiri Kanan
KPK masih tunggu hasil kerja Polri terkait kasus Novel
Elshinta
Rabu, 23 Oktober 2019 - 06:21 WIB |
KPK masih tunggu hasil kerja Polri terkait kasus Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan. Sumber foto: https://bit.ly/2W6AoE8

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap menunggu hasil kerja dari tim teknis yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian guna mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Terkait upaya penanganan perkara penyerangan terhadap Novel Baswedan, saya kira Presiden kan sudah menyampaikan dan memberikan waktu tiga bulan pada saat itu. Nanti kita tunggu saja," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/10).

Hal tersebut dikatakannya sebagai respons atas rapat paripurna DPR RI yang menyutujui usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan Tito dari jabatan Kapolri.

"Mungkin akhir bulan ini ya (diumumkan hasil kerja tim teknis) atau nanti kita lihat waktunya. Jangka waktu tiga bulan itu kan diberikan Presiden kepada Polri sebenarnya secara institusional. Nanti kita tunggu hasilnya apa dari instruksi yang diberikan Presiden itu," ucap Febri, seperti dikutip Antara.

Diketahui, Novel diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. (Fan/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Persempit ruang kejahatan, Polresta Tangerang cek seluruh pendatang
Kamis, 21 November 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Guna mempersempit ruang gerak tindak kejahatan dan aksi terorisme, Kapolres...
Dishub DKI ungkap dua pola penindakan pelanggar jalur sepeda
Kamis, 21 November 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan sedikitny...
Kapolri nyatakan Polri telah bekerja maksimal selidiki kasus Novel Baswedan
Kamis, 21 November 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan bahwa Polri telah bekerja sec...
KPK surati Interpol cari Sjamsul dan Itjih Nursalim lewat `red notice`
Kamis, 21 November 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada National ...
Tak berhak miliki tanah, mahasiswa UGM gugat UU Keistimewaan Yogyakarta ke MK
Rabu, 20 November 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Felix Juanardo Winat...
Ade Armando penuhi panggilan Polda Metro terkait meme Anies Baswedan
Rabu, 20 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi Ade Armando memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa ...
Sudah 71 terduga teroris ditangkap pascabom bunuh diri Medan
Rabu, 20 November 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Polri, hingga Selasa (19/11), telah menangkap sebanyak ...
Polisi tetapkan mantan Kades Anjun sebagai tersangka
Selasa, 19 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Polisi Resort Purwakarta, Jawa Barat, telah menetapkan Kepala Desa Anjun, K...
Anggota Ombudsman dukung Kejagung keluarkan edaran penegak hukum ganggu investasi di daerah
Selasa, 19 November 2019 - 15:57 WIB
Elshinta.com - Anggota Ombudsman  RI Adrianus Eliasta Meliala mengapresiasi tindakan Kejag...
Akademisi: Seharusnya aset First Travel dikembalikan kepada korban
Selasa, 19 November 2019 - 14:35 WIB
Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat memutuskan bahwa aset dari First Travel akan diram...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)