Korupsi pekerjaan Bandara Nisel Rp27 miliar, Kejatisu kembali tahan SHS
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 19:38 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Korupsi pekerjaan Bandara Nisel Rp27 miliar, Kejatisu kembali tahan SHS
Foto: Amsal/Radio Elshinta

Elshinta.com - Tim Pidsus Kejati Sumatera Utara, kembali menahan SHS tersangka korupsi pengerjaan peningkatan PCN Runway, Taxiway dan Apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, yang merugikan negara Rp14 milliar lebih.

SHS merupakan PNS pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan yang juga Koordinator Tim Pengawas Belanja Modal pada proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian membenarkan pihak kejaksaan kembali melakukan penahanan kepada SHS dan menitipkannya ke Rutan Tanjung Gusta Medan, guna memudahkan proses penyidikan serta penuntutan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (22/10).

Dilanjutkan juru bicara Kejatisu menyatakan untuk ini pihak penyidik telah menahan enam orang tersangka. Sebelumnya pihak kejaksaan telah menahan lima tersangka, yaitu IAF merupakan Kasubag Umum dan Kepegawaian pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Kualanamu. 

Dia juga menjabat Ketua Pokja pada paket pengerjaan peningkatan PCN Runway, Taxiway dan Apron di UPBU Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, serta IPR (47) adalah PNS Otoritas Banda Udara Wilayah II selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pengerjaan proyek itu, serta AH merupakan Direktur II pada PT Mitra Agung Indonesia, dan DCN adalah Direktur PT Harawana Konsultan.

Dalam kasus ini, lanjut Sumanggar bahwa SHS selaku Kordinator Tim Pengawas Belanja Modal pada proyek turut menandatangani berita acara pembayaran pengerjaan proyek senilai Rp27 milyar, yang menyatakan proyek tersebut rampung 80 persen sebagaimana diajukan Direktur II PT Mitra Agung Indonesia, AH dan Direktur PT Harawana Consultant, DCN. Kemudian dilanjutkan dengan pembayaran Termyn I dan IV dengan total pembayaran Rp19.847.973.127,-.

Saat pembayaran pihak rekanan tidak melampirkan laporan pekerjaan sesuai termyn, sementara capaian pekerjaan hanya 43,80 persen yang telah dikerjakan. Berdasarkan pemeriksaan oleh tim ahli Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu ditemukan bahwa volume pekerjaan yang terpasang hanya 20 persen dan tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant.

Atas temuan tersebut, kemudian dilakukan audit oleh Kantor Akuntan Publik Pupung Heru menerangkan bahwa Kerugian Negara dalam peningkatan PCN Runway, Taxiway dan Apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp14.755.476.788,-.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Notaris di NTT aksi mogok terkait kasus tanah Labuan Bajo
Jumat, 22 Januari 2021 - 10:20 WIB
Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Provinsi Nusa Tenggara Timur (N...
Polresta Denpasar dalami dugaan kasus pembunuhan seorang wanita
Jumat, 22 Januari 2021 - 10:10 WIB
olresta Denpasar beserta jajaran sedang mendalami dugaan kasus pembunuhan seorang wanita bernama Dwi...
Kejagung periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan
Jumat, 22 Januari 2021 - 06:15 WIB
Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa satu saksi, yakni S selaku Deputi Direktur Penyer...
DPO 3,5 tahun, Tim intel Kejatisu dan Kejari Medan tangkap Dirut PT PACE
Kamis, 21 Januari 2021 - 10:11 WIB
Tim Gabungan Tangkap Buronan (Tabur) Kejatisu dan Kejari Medan menangkap Ketua Ikatan Nasional Konsu...
Polres Tanjungpinang tangkap tiga residivis kasus narkoba
Kamis, 21 Januari 2021 - 08:30 WIB
Polres Tanjungpinang, Kepri, berhasil menangkap empat orang tersangka kasus narkoba, di mana tiga or...
Pinangki mengaku bangga menjadi seorang jaksa
Rabu, 20 Januari 2021 - 22:49 WIB
Pinangki Sirna Malasari mengaku punya rasa bangga menjadi anggota korps Kejaksaan Agung Republik Ind...
Terdakwa pembakar mobil Via Vallen dituntut tiga tahun
Rabu, 20 Januari 2021 - 21:41 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Jawa Timur, menuntut Pije selaku terdakwa pembakar mobil ...
KPK turut sita empat mobil dan tanah kasus korupsi pengadaan CSRT
Rabu, 20 Januari 2021 - 19:30 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyita empat unit mobil serta tanah dan bangunan di Jakart...
Ombudsman dan Pemprov Sumut tingkatkan sinergi percepat penyelesaian laporan 
Rabu, 20 Januari 2021 - 17:23 WIB
Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan Inspektorat Pemprov Sumut terus meningkatkan sinergi guna memperku...
Kejagung periksa eks Dirut Asabri terkait kasus korupsi
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:15 WIB
Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Dirut Asabri dalam penyidikan kasus dugaan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV