Kiri Kanan
Jokowi perlu ekonom yang sanggup berikan pertumbuhan ekonomi 7,5-8%
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 14:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Jokowi perlu ekonom yang sanggup berikan pertumbuhan ekonomi 7,5-8%
Analis ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra. Foto: https://bit.ly/2k4nE2w/Elshinta.com.

Elshinta.com - Setelah bersumpah dan dilantik MPR-RI menjadi Presiden RI Periode 2019-2024, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato awal masa jabatanya dihadapan Sidang MPR RI, Minggu (20/10/2019). Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada tahun 2045, seabad Indonesia Merdeka, Indonesia harus telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

“Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa pada tahun 2045 itu, Produk Domestik Bruto (PDB) harus bisa mencapai 7 triliun Dollar AS dan menjadi Negara 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan 0 persen.

“Kita harus menuju kesana. Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Tapi semua tidak datang otomatis dengan mudah, tapi  harus disertai kerja keras. Dan kita harus kerja cepat. Harus diserta kerja produktif bangsa kita,” tegasnya.

Menanggapi optimisme Presiden Jokowi tersebut, peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra memandang mungkin saja pendapatan perkapita Rp 324 juta/tahun di tahun 2045 bisa dicapai.

“Tetapi dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan Tim Ekonomi Kabinet periode lalu yang telah terbukti hanya sanggup memberikan pertumbuhan ekonomi 5%,” tutur Gede, Selasa (22/10).

Menurut Gede, dirinya sudah melakukan simulasi perhitungan. Dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% pertahun, maka untuk dapat mencapai pendapatan perkapita Rp 324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5%-8% setiap tahunnya sejak 2019 hingga 2045 atau selama 26 tahun.

“Karena bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi hanya stabil di 5%, maka di tahun 2045 pendapatan perkapita kita hanya Rp 156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi,” kata Gede dalam rilisnya yang diterima Redaksi elshinta.com.

Demi mewujudkan cita-cita sesuai pidatonya tadi, Gede menyarankan  Presiden Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk naikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,5%-8%. Jangan ada lagi tempat di Kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Karut-marut kebijakan nikel yang konsisten untuk inkonsistensi 
Kamis, 21 November 2019 - 22:06 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri pemberian penghargaan Indonesia Mi...
Kemnaker ingin SDM yang dapat mengelola masalah
Kamis, 21 November 2019 - 20:10 WIB
Elshinta.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  menginginkan sumber daya manusia (S...
Gubernur BI: Hingga November, nilai tukar rupiah terapresiasi 2,03 persen
Kamis, 21 November 2019 - 19:08 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah sejak awal tahun sampai dengan 20 November 2019 mengalami apr...
Pemerintah siapkan insentif untuk investasi perusahaan AS di Indonesia
Kamis, 21 November 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif untuk perusahaan-perusahaan AS yan...
IHSG turun 0,61% pada akhir perdagangan Kamis sore 
Kamis, 21 November 2019 - 18:08 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun sejak pagi hingga penutupan pe...
Rupiah menguat tipis usai BI tahan suku bunga
Kamis, 21 November 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (...
Pemerintah petakan langkah strategis hadapi tantangan ekonomi 2020
Kamis, 21 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Pemerintah memetakan sejumlah strategi dan langkah prioritas hadapi tantangan ek...
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di level 5%
Kamis, 21 November 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 20-21 November 2019 memutuskan unt...
Ekonom: Jangan `jerumuskan` Ahok ke BUMN
Kamis, 21 November 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menegaskan Ahok jangan `dijerum...
IHSG tergelincir 0,85% ke 6.103 di akhir perdagangan sesi I hari ini
Kamis, 21 November 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 51,06 poin atau 0,85% ke 6.10...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)