Erdogan tak akan pernah izinkan rokok elektrik di Turki
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 09:47 WIB |
Erdogan tak akan pernah izinkan rokok elektrik di Turki
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Sumber foto: https://bit.ly/2Bvfpl5

Elshinta.com - Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Minggu (20/10) waktu setempat, mengatakan tidak akan pernah mengizinkan perusahaan rokok elektrik berproduksi di Turki, sebaliknya meminta warga Turki untuk mengkonsumsi teh.

Berbicara di sebuah acara yang menentang merokok di Istanbul, Erdogan mengatakan ia telah memerintahkan Menteri Perdagangan agar `jangan pernah` mengizinkan rokok elektrik di Turki dan menyebutkan bahwa perusahaan tembakau `memperkaya diri mereka dengan meracuni` orang.

"Mereka meminta lahan dan izin untuk memproduksi (rokok elektrik) ini. Kami tidak memberi itu kepada mereka dan tidak akan pernah," tegas Erdogan, seperti dikutip Antara dari Reuters, Selasa (22/10).

Sekitar 27 persen dari total populasi Turki berusia di atas 15 tahun merokok pada 2016, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), turun dari sekitar 31 persen pada 2010, dengan mayoritas perokok pria.

Kendati vaping bukan hal ilegal di Turki namun pembelian atau distribusi rokok elektrik ilegal. Meski demikian, banyak orang yang membeli rokok elektrik melalui distributor daring, yang juga menyediakan cairan untuk dimasukkan ke alat tersebut.

"Mari kita tinggalkan rokok dan minum teh Rize (kampung halaman Erdogan)," ungkap Erdogan. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China alami lonjakan kasus baru COVID-19
Senin, 11 Januari 2021 - 14:25 WIB
China daratan mengalami lonjakan kasus harian COVID-19 tertinggi dalam lima bulan lebih, demikian me...
Dalam ritual mandi es tahunan, warga Jepang berdoa pandemi berakhir
Minggu, 10 Januari 2021 - 21:56 WIB
 Masyarakat Jepang dengan kostum tradisional, para laki-laki mengenakan cawat dan perempuan berpak...
Australia waspada tinggi atas masuknya varian baru COVID-19
Sabtu, 09 Januari 2021 - 17:34 WIB
Otoritas kesehatan Australia mengatakan pada Sabtu (9/1) bahwa mereka dalam  siaga tinggi setelah k...
Arab Saudi akan cabut larangan perjalanan pada 31 Maret
Sabtu, 09 Januari 2021 - 17:10 WIB
Arab Saudi akan mencabut larangan penerbangan internasional mulai Rabu, 31 Maret, demikian laporan k...
India temukan lagi 20 kasus jenis baru COVID-19
Selasa, 05 Januari 2021 - 20:10 WIB
India pada Selasa (4/1) menemukan lagi 20 kasus jenis baru COVID-19, sehingga totalnya kini menjadi ...
China laporkan 33 kasus baru harian COVID-19
Senin, 04 Januari 2021 - 12:31 WIB
China daratan melaporkan 33 kasus baru COVID-19 pada 3 Januari, naik dari sehari sebelumnya, yaitu 2...
Beijing mulai vaksinasi massal, ribuan warga Shunyi dikarantina
Minggu, 03 Januari 2021 - 14:55 WIB
Pemerintah Kota Beijing mulai menggelar vaksinasi COVID-19 secara massal terhadap kelompok masyaraka...
Kasus Covid-19 melonjak, Kota Tokyo siap umumkan status darurat
Minggu, 03 Januari 2021 - 10:57 WIB
Pemerintah Kota Tokyo di Jepang, akan meminta pemerintah pusat pada Sabtu (2/1) waktu setempat atau ...
Chile laporkan kasus pertama jenis baru COVID-19 Inggris
Rabu, 30 Desember 2020 - 10:24 WIB
Chile pada Selasa (29/12) melaporkan kasus pertama jenis baru COVID-19 Inggris, yang mendorong otori...
Pastikan tidak ada jenis baru COVID, Kuwait buka perbatasan
Selasa, 29 Desember 2020 - 10:25 WIB
Kuwait tidak akan memperpanjang keputusannya untuk menghentikan penerbangan setelah 1 Januari 2021 d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV