Kiri Kanan
Terungkap! Rencana besar, 29 bom rakitan disiapkan untuk gagalkan pelantikan Presiden
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 08:24 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Terungkap! Rencana besar, 29 bom rakitan disiapkan untuk gagalkan pelantikan Presiden
Sumber foto: https://bit.ly/2BsR6nY

Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, terungkap sebuah desain besar dalam upaya penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di gedung DPR/MPR RI Jakarta, yang dilaksanakan Minggu (20/10). 

Argo mengungkapkan, berawal dari enam tersangka yang ditangkap, terungkap rencana yang dilakukan tersangka Abdul Basith (AB) dan kawan-kawan dalam upaya penggagalan pelantikan Presiden. "Jadi ini saya sampaikan ada grand design besar yang intinya untuk menggagalkan pelantikan Presiden Indonesia pada 20 Oktober,” kata dia saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/10).

Tak hanya Abdul Cs, dalam penggagalan pelantikan tersebut juga banyak kelompok yang ingin melakukan hal tersebut.

“Yang pertama berkaitan dengan IR, AB dengan permufakatan jahatnya dengan beberapa pertemuan dia bisa merekrut tersangka Laode S yang diperintahkan untuk membuat bom rakitan dengan spinnel paku yang high exsplosive yang bisa lukai orang lain dengan radius 30 meter,” papar Argo, seperti diinformasikan melalui laman resmi Polri

Argo menyebutkan, Abdul dan kawan-kawan telah berhasil membuat bom rakitan sebanyak 29 untuk melakukan penggagalan pelantikan.

“Ini ada 29 yang sudah dibuat kemarin, ini grand design yang besar dibuat di situ. Sehingga nanti kegiatan-kegiatan pembuatan bom dengan spinnel paku ini dia bisa melukai banyak orang,” jelas Kombes Pol Argo Yuwono.

Rencana Besar

Sebelumnya, polisi telah menangkap enam tersangka yang turut serta dalam perencanaan pengagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. 

“Ada komunikasi antara tersangka AB dengan tersangka SH. Tersangka SH ini berupaya menggagalkan pelantikan Presiden dengan menggunakan ketapel. Rencananya untuk ketapel dan bola karet akan dipakai di gedung MPR untuk menyerang aparat,” lanjut Argo mengungkapkan. 

“Berawal dari WhatsApp grup, beranggotakan 123 orang. Dengan 5 admin. Di grup itu membahas, kegiatan yang akan dilakukan upaya untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden. Dari keterangan WA grup berkembang menjadi perencanaan,” sambung Kombes Pol. Argo Yuwono.

Kemudian polisi melakukan penangkapan kepada 6 tersangka tersebut yakni, SH, E, FAB, RH, HRS dan PSM. Para tersangka itu mempunyai rencana untuk mengagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka dikenakan pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 KUHP, pasal 187 RKUHP pasal 1 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 92 Undang-Undang darurat dengan ancaman 5-20 tahun. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korupsi Ultah Paluta, Kaban dan PPTK dituntut 2 tahun dan 1,6 tahun penjara
Kamis, 14 November 2019 - 21:34 WIB
Elshinta.com - Kaban Kesbang Pol Kabupaten Paluta, Mahlil Rambe (58) dituntut dua tahun pe...
4 bulan DPO, nasib Bos PT LJ Hotel Prima belum diketahui rimbanya
Kamis, 14 November 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Empat bulan berlalu keberadaan Bos PT LJ Hotel Prima, Abdul Latif belum dik...
Polisi amankan istri dan mertua terduga pelaku bom bunuh diri di Medan
Kamis, 14 November 2019 - 12:25 WIB
Elshinta.com - Polisi mengamankan tiga orang pascaledakan bom bunuh diri di Markas Komando...
Bom bunuh diri di Polrestabes Medan, polisi masih buru satu pelaku
Kamis, 14 November 2019 - 07:11 WIB
Elshinta.com - Polisi masih memburu satu orang terkait kasus bom bunuh diri yang terjadi d...
Polda Sumut selidiki kasus pembuangan bangkai babi ke sungai
Rabu, 13 November 2019 - 06:16 WIB
Elshinta.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Utara Kombe...
Polda Jatim telusuri dugaan korupsi pembangunan sekolah ambruk
Selasa, 12 November 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur menelusuri adanya dugaan korupsi dalam pembangunan SDN Gen...
Kodam I/BB bentuk tim investigasi penyebab tewasnya Serda Iman saat latihan
Selasa, 12 November 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Kodam I Bukit Barisan telah membentuk Tim Investigasi untuk mengungkap kasu...
Pantau pekerjaan bersifat publikasi, Kadin Kabupaten Bandung gandeng KPK
Selasa, 12 November 2019 - 15:27 WIB
Elshinta.com - Untuk menyelaraskan tuntutan dan kebutuhan di sektor pengadaan barang dan j...
Menhan pelajari kemungkinan kepulangan Rizieq Shihab
Selasa, 12 November 2019 - 13:03 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku sedang mempelajari kemungkinan ...
Cegah perjudian Pilkades, Kapolresta Tangerang lakukan patroli
Selasa, 12 November 2019 - 12:48 WIB
Elshinta.com - Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi melakukan monitoring terhadap seluruh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)