Kiri Kanan
Diversifikasi pangan untuk ketahanan pangan
Elshinta
Senin, 21 Oktober 2019 - 19:16 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Sigit Kurniawan
Diversifikasi pangan untuk ketahanan pangan
Sumber Foto: Doddy Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Bung Karno pernah berpesan, pangan merupakan hidup matinya sebuah bangsa. Ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional.  

Gencarnya pembangunan seperti, infrastruktur, industri, perumahan dan berdirinya daerah otonomi daerah baru membuat berkurangnya lahan pertanian, sehingga sulit melakukan kegiatan ketahanan pangan yang produktif. 

Di Bandung hanya ada 100 hektar tanah pertanian, di Cirebon tinggal 80 hektar. “Perkembangan daerah menjadi kota harus dijawab dengan keputusan politik. Harus ada keputusan politik yang kuat. Lahan pertanian yang ada saat ini tidak boleh diubah, agar tidak terus menyusut,” kata anggota DPR RI, Herman Khaeron, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tema “Tantangan dan Peluang Pangan Dalam Negeri”, Seberapa Kuat Ketahanan Pangan Indonesia”. FGD di swiss-belhotel Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (21/10).

“Diversifikasi pangan juga perlu dilakukan. Ketahanan pangan tidak hanya beras, ada juga sagu dan jagung. Serta memaksimalkan potensi perikanan. Di mana luas lautan Indonesia, dua pertiga dari daratan,” ujar Herman.

Selain Herman, hadir sebagai pembicara Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan pada Kementerian Pertanian Dr. Rachmi Widiriani, SP, M.Si; Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar dan pengamat pertanian Khudori.

Hermanto mengatakan, lahan pertanian dan sumber komoditi pangan masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Misal Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian mayoritas dari berbagai komoditi dari Jawa. “Apa yang terjadi kalau pulau Jawa rusak ekosistemnya. Padi lebih dari separuh dari Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat pertanian Khudori mengatakan, kebijakan stabilisasi harga pangan harus ada. “Instrumen stabilisasi pasar yang masih ada operasi pasar. Hampir semua mekanisme pangan di luar beras diserahkan ke pasar,” ujar Khudori.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah harus cerdas, komoditas mana yang menjadi prioritas. Pertama beras. Setelah itu, baru komoditas lainnya. Dia juga mengusulkan ada juga subsidi output. “Perlu dilakukan juga peningkatan produksi. Memanfaatkan inovasi dan teknologi. Meningkatkan produksi, harus perhatikannya juga pelaku. NTP (Nilai Tukar Petani) bergerak disitu-situ aja. Petani harus sejahtera,” jelasnya.

Lebih lanjut Rachmi mengatakan, pihaknya akan terus menyuarakan ketahanan pangan dan gizi. Selain itu, efektifitas ketahanan pangan, dan sanitasi serta pencegahan infeksi menjadi perhatian.

Seberapa kuat ketahanan pangan dan gizi Indonesia.  Pada 2015-2018 ada 177 kabupaten/kota yang meningkat status ketahanan pangannya. “Global food security indeks kita juga naik, dari 74 ke 65. Selain itu, rata-rata pertumbuhan pangan strategis, terdapat peningkatan. Seperti produksi padi, jagung, cabe dan sebagainya. 

“Dari sisi ketersediaan energi, juga mengalami peningkatan. Kami sudah menghitung itu,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPU Subang rintis upaya pusatkan informasi dengan `Simpan Dadu`
Kamis, 21 November 2019 - 21:11 WIB
Elshinta.com - Komisis Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat ini tengah merin...
Kapolres Majalengka pimpin FGD tertib berlalu lintas
Kamis, 21 November 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Polres Majalengka, Jawa Barat, puluhan ojek online, ojek konvensional dan becak ...
Kemehub perkirakan penumpang kapal naik 1,84 persen masa Natal-Tahun Baru
Kamis, 21 November 2019 - 17:47 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mem...
Pemkab Penajam Paser Utara harap Pemerintah segera tentukan lokasi pusat ibu kota
Kamis, 21 November 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap pemerintah pusat segera m...
Menko PMK sebut biaya ikuti latihan kerja diambil dari Kartu Pra Kerja
Kamis, 21 November 2019 - 16:58 WIB
Elshinta.com - Presiden Jokowi akan segera menggulirkan program Kartu Pra Kerja yang dituj...
IKA UM buka Job and Career Expo 2019
Kamis, 21 November 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Para pencari kerja menyerbu ajang Job and Career Expo 2019 di Gedung Sasana...
ASN harus berikan pelayanan terbaik  pada masyarakat
Kamis, 21 November 2019 - 16:15 WIB
Elshinta.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terwadahi dalam Korps Pegawai Republik Indonesi...
Menpan-RB beri sinyal kemungkinan PNS bekerja dari rumah
Kamis, 21 November 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) T...
Kemenpan-RB beri Polres Jayapura predikat baik dalam pelayanan publik
Kamis, 21 November 2019 - 15:15 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan...
Indonesia-Malaysia tanda tangani MoU batas negara
Kamis, 21 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Indonesia dan Malaysia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Under...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)