Kiri Kanan
Pameran Anuga 2019: Produk mamin Indonesia bukukan transaksi USD 15 juta
Elshinta
Senin, 21 Oktober 2019 - 13:15 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Pameran Anuga 2019: Produk mamin Indonesia bukukan transaksi USD 15 juta
Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia meraih transaksi senilai USD 15 juta di pameran Anuga 2019 yang berlangsung pada 5-9 Oktober 2019 di Messe Koln, Jerman. 

Pameran Anuga merupakan pameran internasional terbesar khusus produk mamin. Keikutsertaan Indonesia kali ini merupakan hasil kerja sama Kedutaan Besar RI di Berlin dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg.

“Produk mamin Indonesia berhasil membukukan transaksi senilai USD 15 juta di Pameran Anuga 2019. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk mamin Indonesia semakin digemari di pasar Jerman dan Uni Eropa,” jelas Atase Perdagangan Berlin Nurlisa Arfani dalam keterangannya, Senin (21/10).

Tahun ini, Pameran Anuga telah berlangsung selama 100 tahun. Pameran ini digelar setiap dua tahun sekali dan merupakan tempat berkumpulnya para pelaku usaha di sektor industri mamin dari berbagai negara di dunia. Ada 24 perserta Indonesia yang turut berpartisipasi di pameran ini.

Dari jumlah tersebut, 15 peserta berpartisipasi secara mandiri; sedangkan 7 lainnya difasilitasi oleh KBRI Berlin dengan mekanisme pembiayaan bersama (cost sharing). Perusahaan-perusahaan tersebut menempati lahan seluas 500m2 . Dari luas lahan tersebut, Paviliun Indonesia sendiri menggunakan lahan seluas 102,5 m2 .

Sebanyak 15 peserta mandiri tersebut yaitu Agrim Industries, Garudafood Putra Putri Jaya, Global Coconut, Mulia Boga Raya, Rajdular Brothers, Sari Segar Husada, ABC President, Indofood, Karya Indah Alam Semesta, Fresh Ontime Seafood, Great Giant Pinneaple, Kalbe Farma, Sasa Inti, PT ICC Indonesia, dan PT Mayora Indah Tbk. Sedangkan, 7 peserta yang difasilitasi KBRI Berlin, yaitu CV Universal Trading Indonesia, PT Nison Indonesia, CV Hasil Barokah Mandiri, PT Indo Rempah Commodities, PT Kobe Boga Utama, PT Lautan Natural Krimerindo, dan Intrafood Singabera Indonesia.

Menurut Nurlisa, peserta yang difasilitasi KBRI Berlin merupakan perusahaan yang telah memenuhi standar produk makanan Eropa. “Kami memprioritaskan perusahaan yang sudah memenuhi standar produk makanan di Eropa untuk tampil di Pameran Anuga. Dengan demikian, produknya dapat langsung dipasarkan,” ujar Nurlisa.

Produk-produk yang ditampilkan pada pameran ini, antara lain bahan makanan seperti margarin; bumbu masakan seperti penambah rasa, saus rempah siap saji; aneka mi kering; berbagai produk turunan dari sawit; produk turunan dari kelapa; makanan camilan seperti wafer, cokelat, sereal, mi instan, permen, biskuit, kacang; produk buah olahan; dan produk ikan seperti makanan laut beku dan kaleng.

Nurlisa menambahkan, tren industri makanan dan minuman di Jerman saat ini berorientasi ke produk organik, vegan, dan halal. Produk tersebut dikemas dengan pembungkus dari kertas atau plastik yang dapat didaur ulang serta dapat mempertahankan aroma dan rasa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasokan solar Pertamina dukung pertumbuhan ekonomi
Senin, 18 November 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Pengamat ekonomi Universitas Mataram Firmansyah mendukung penuh langkah Pertamin...
KAI: 22 dan 29 Desember tanggal favorit libur Natal-Tahun Baru
Senin, 18 November 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi akan ada kenaikan volume penumpan...
Pengamat minta pemerintah segera atasi kelangkaan solar
Minggu, 17 November 2019 - 14:51 WIB
Elshinta.com - Pemerhati transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono mengaku prihatin ...
Perizinan kapal tangkap akan dipermudah KKP
Minggu, 17 November 2019 - 12:27 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo akan mempermudah perizina...
Produksi bawang merah Kabupaten Tapin menurun
Minggu, 17 November 2019 - 10:29 WIB
Elshinta.com - Akibat musim kemarau berkepanjangan, membuat produksi bawang merah di Kabup...
BKPM: Ekonomi Papua tidak bisa maju secara masif tanpa investasi
Minggu, 17 November 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berpendapat...
Pemerintah diharapkan bantu ekspor sarang burung walet ke Tiongkok
Sabtu, 16 November 2019 - 23:18 WIB
  Elshinta.com - Ketua Perkumpulan Pengusaha Komoditas Sarang Burung Walet Indones...
Hasil survei sebut kesadaran masyarakat bayar pajak cukup tinggi
Sabtu, 16 November 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Hasil survei kepatuhan pajak yang diselenggarakan oleh Centre for Indonesia...
 Pengamat harap kabinet Indonesia Maju mampu wujudkan visi poros maritim dunia
Jumat, 15 November 2019 - 19:46 WIB
Elshinta.com - Indonesia kehilangan kesempatan besar untuk menikmati potensi Poros Maritim...
Harga jual tinggi, Pertamina berdayakan warga budidayakan Maggot Lalat BSF
Jumat, 15 November 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina (Persero) secara berkelanjutan melakukan pemberdayaan serta pe...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)