Sarasehan Kebangsaan diharapkan ciptakan terobosan di bidang SDM
Elshinta
Minggu, 20 Oktober 2019 - 07:57 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sarasehan Kebangsaan diharapkan ciptakan terobosan di bidang SDM
Foto: Bayu Koosyadi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Selama lima tahun ke depan, Pemerintah berkomitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sehingga cita-cita bangsa ini menjadi negara maju nomor lima di dunia pada 2030 dapat terwujud.

Berangkat dari hal tersebut, Forum Komunikasi Pejuang NKRI menggelar Sarasehan Kebangsaan Sabtu (19/10) di Ballroom Hotel Century, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi.

Hadir dalam sarasehan, Mantan Ketua DPR RI dan Politisi, Akbar Tanjung, Guru Besar dan Dosen Teknik Kimia ITB, Prof. I Gede Wenten, Politisi Partai Golkar, Ir. Ridwan Hisjam, Perancang-Pembuat Fin Komodo, Ir. Ibnu Susilo, dan Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang NKRI Prof. Muji.

Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang NKRI, Profesor Muji mengatakan bahwa sebagai satu bangsa, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah yang tidak dimiliki bangsa dan negara lain. Namun disamping diberkahi dengan sumber daya manusia belum mumpuni walaupun sudah dibekali pendidikan yang cukup.

“Oleh karena itu melalui sarasehan kebangsaan yang kita gelar hari ini dapat melahirkan pemikiran yang up to date, dan sesuai perkembangan zaman sehingga nantinya bisa menghasilkan sumber daya yang benar-benar dibutuhkan negara,” katanya kepada para wartawan di acara Sarasehan Kebangsaan dengan tema "Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju".

Ketua Panitia Sarasehan Kebangsaan, Dody Iwa Kusumah mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghasilkan solusi untuk memajukan sumber daya manusia bangsa Indonesia. Menurut dia susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin untuk 5 tahun kedepan dalam rangka membangun SDM yang unggul.

“Menteri harus sesuai dengan ilmu yang diperoleh, tidak melenceng, dan sesuai bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Akbar Tanjung sebagai pembicara kunci mengemukakan bahwa sebagai sebuah Partai Politik, Golkar memiliki perspektif memajukan bangsa dengan menghasilkan kader-kader yang mumpuni.

“Saat ini banyak kader-kader Golkar yang berkarya di berbagai lembaga dan institusi seperti Pemerintahan, DPR dan lainnya. Partai Golkar sendiri memiliki sistem sendiri untuk menghasilkan dan menguji kadernya yanh disebut PDTT (Prestasi, Dedikasi dan Tidak Tercela),” ucap dia.

Ir. Ibnu Susilo sendiri menjelaskan tentang Teknologi Transportasi, dimana menurutnya transportasi harus dibuat sebagai industri sendiri secara step by step, sehingga tidak hanya berteori tetapi harus diterapkan secara mandiri.

“Ini semua bisa terwujud jika didukung SDM yang unggul. Itu sesuai dengan visi Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Sudah saatnya kita bangkitkan jiwa nasionalisme untuk kejayaan bangsa ini,” tuturnya.

Sedangkan Ir. Ridwan Hisjam mengatakan dibidang kelautan bangsa Indonesia harus bisa membangun SDM yang unggul untuk membawa Indonesia Maju. Pemerintah harus fokus membangun industri perikanan agar bisa meningkatkan pemasukan negara. “Indonesia ini adalah pusatnya ikan sedunia, karena banyak sekali rumpon-rumpon yang bertebaran di laut kita. Laut kita sebagai tempat tinggal ikan.

Perlu kita rubah paradigma baru tentang perikanan SDM. Harus ada target 5 tahun mendatanng, dimana menterinya harus punya target yang jelas, bisa menghasilkan 300 triliun. Jika target tidak tercapai sebaiknya menteri yang bersangkutan harus mundur,” paparnya.

Ridwan juga mengusulkan penerapan dan implementasi satu sistem kementerian kelautan dan perikanan untuk meningkatkan pendapatan negara. “Target dapat tercapai pejabat setingkat Dirjen dan Menteri bisa bekerjasama . Mereka juga harus mampu bekerja sesuai dengan visi Presiden Jokowi. Harus memiliki chemistry dengan Presiden,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DKI nyatakan tak segan tindak tegas pelanggar PSBB transisi
Jumat, 05 Juni 2020 - 21:37 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tak segan menindak tegas para pelanggar pembatasan sosial...
Jokowi Salat Jumat berjamaah di Masjid Istana
Jumat, 05 Juni 2020 - 14:15 WIB
Presiden Joko Widodo menunaikan Salat Jumat berjamaah di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresi...
Sistem ganjil genap untuk toko-toko yang buka di Jakarta
Jumat, 05 Juni 2020 - 11:28 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan sistem ganjil genap untuk toko-toko yang akan dibuka p...
Polda Metro siap kawal pembukaan mal di Jakarta
Jumat, 05 Juni 2020 - 10:41 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menyatakan, jajarannya siap mengawal pembu...
Kapolda Metro sebut PSBB Jakarta berhasil
Jumat, 05 Juni 2020 - 10:08 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menyebut, kebijakan pembatasan sosial bers...
Jakarta diprediksi cerah berawan
Jumat, 05 Juni 2020 - 09:47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca untuk wilayah DKI Jakarta cera...
MRT Jakarta kembali normal dan buka semua stasiun
Jumat, 05 Juni 2020 - 09:36 WIB
 Operasional kereta MRT Jakarta mulai beroperasi normal, Jumat (5/6).
PSBB transisi diberlakukan, Pemprov DKI tetapkan protokol bagi 12 sektor kegiatan 
Jumat, 05 Juni 2020 - 08:32 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan protokol bagi 12 sektor kegiatan ekonomi dan sosial kemas...
Aturan ganjil genap ditiadakan hingga 12 Juni 2020
Jumat, 05 Juni 2020 - 07:55 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan sementara kebijakan ganjil-g...
`Rapid test` COVID-19 Terminal Kampung Rambutan sasar sopir angkutan
Jumat, 05 Juni 2020 - 06:13 WIB
Kegiatan tes cepat (rapid test) COVID-19 di Terminal Kampung Rambutan oleh Relawan Indonesia Bersatu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV