Ekonom UI: Kabinet Jokowi perlu kaum muda mampu jadi eksekutor mumpuni
Elshinta
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 21:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Ekonom UI: Kabinet Jokowi perlu kaum muda mampu jadi eksekutor mumpuni
Sumber foto: www.finansialku.com/elshinta.

Elshinta.com - Kualifikasi sudah diungkapkan Presiden Jokowi jika akan menempatkan kalangan muda di kabinet Indonesia Kerja jilid 2. Menteri muda tersebut harus mengerti manajerial, manajemen, dan bisa mengeksekusi program yang ada jadi persyaratan, disamping harus dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman dengan cepat.

Diantara kandidat yang ada, CEO Gojek Indonesia, Nadiem Makarim layak dikedepankan. Menurut ekonom Universitas Indonesia, Fitra Faisal, Indonesia dapat meniru Malaysia dalam mengangkat Syed Syaddiq sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). "Terlebih kita memiliki banyak calon potensial dari kalangan muda yang bisa melahirkan terobosan dalam membantu mengatasi tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia di bidang ekonomi. Salah satunya, Nadiem Makarim," ujarnya di Jakarta, sabtu (19/10) pagi seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi.
 
Ia menambahkan, dengan kredibilitas Nadiem dalam membangun Gojek, perusahaan rintisan yang dibangun satu dekade lalu dan kini telah menjadi Decacorn, atau punya valuasi di atas US$ 10 miliar, pria berusia 35 tahun ini bisa diberi kepercayaan untuk beberapa bidang karena kemampuan eksekusi yang mumpuni.
 
"Pilihannya mulai dari investasi, digital, ataupun bidang pendidikan. Tapi yang saya ingin tekankan, adalah bagaimana digitalisasi menjadi tuntutan dunia saat ini. Semua bidang akan terkait dengan digitalisasi dan juga teknologi, makanya digital sangat penting. Menurut saya, Nadiem punya kapasitas dalam hal itu," jelas Fitra Faisal.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rizal Ramli sebut buzzer politik merusak demokrasi
Jumat, 05 Juni 2020 - 22:25 WIB
Perilaku buzzer politik dalam melakukan penggiringan opini publik di media sosial telah  merusak de...
Rapimnas Partai Gerindra minta Prabowo kembali pimpin partai
Jumat, 05 Juni 2020 - 12:26 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, 34 DPD Partai Gerindra dalam Ra...
Alumnus ITN Malang jadi Plt Sekda Kabupaten Malang
Selasa, 02 Juni 2020 - 19:11 WIB
Penunjukkan Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupa...
Anggota DPR: Jaga semangat puasa jalani \
Kamis, 28 Mei 2020 - 18:14 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Ermarini mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga semangat puasa ...
Pengamat: KPU harus beri perhatian serius klaim peretasan data pemilih
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:36 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin mengatakan Komisi Pemilihan Umu...
DPD PDI Jabar: Pangeran Persib dampingi Yena Ma\'soem di Pilkada Kabupaten Bandung
Selasa, 26 Mei 2020 - 18:57 WIB
Di tengah pandami COVID-19 tidak menyurutkan langkah DPD PDI perjuangan Jawa Barat dalam menjaring b...
Pansus COVID-19 DPRD Sumut minta agar masyarakat terdampak COVID-19 diberi bantuan uang
Rabu, 20 Mei 2020 - 19:37 WIB
Panitia Khusus (Pansus) COVID-19 DPRD Provinsi Sumatera Utara mengaku kecewa terhadap respon dari Ti...
Jubir Pemerintah: Perlu kajian data komprehensif untuk relaksasi PSBB
Rabu, 20 Mei 2020 - 18:55 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menegaskan perlu kajian data yang k...
Pilih calon duta besar, Jokowi kedepankan kualitas
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:25 WIB
Anggota Dewan Kehormatan Partai Hanura Gerry Hukubun mengapresiasi nama-nama calon duta besar pili...
Imbau karyawan masuk 25 Mei, Menteri BUMN diminta peka terhadap sensitivitas keagamaan
Senin, 18 Mei 2020 - 21:55 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta pegawai BUMN masuk pada H+1 Idul Fitri di tengah pandemi Covi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV