Kiri Kanan
Angka stunting di Indonesia turun jadi 27,67 persen
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:56 WIB |
Angka stunting di Indonesia turun jadi 27,67 persen
Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Sumber foto: https://bit.ly/2pt3Fge

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengumumkan angka kasus stunting atau kekerdilan pada anak di Indonesia mengalami penurunan 3,1 persen, dari 30,8 persen menjadi 27,67 persen, menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin.

"Kemenkes punya tugas bagaimana menghitung anak stunting setiap tahun. Dikerjakan oleh BPS dan Litbangkes, dulu Riskesdas 2018 30,8 persen sekarang jadi 27,67 persen," kata Menkes dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/10), seperti dikutip Antara.

Nila menjelaskan, apabila dibandingkan dengan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 persen, artinya di era pemerintahan Joko Widodo periode pertama , pihaknya telah berhasil menurunkan angka kekerdilan hingga 10 persen dalam lima tahun.

Penurunan angka stunting yang cukup signifikan ini berkat koordinasi lintas kementerian lembaga dengan membentuk Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Diketahui, penelitian prevalensi stunting tahun 2019 dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan mengintegrasikan Susesnas dan Survei Status Gizi. (Fan/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota TNI beri pelayanan kesehatan kepada korban gempa Ambon
Kamis, 21 November 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Pasca gempa berkekuatan 6.8 skala richter yang mengguncang Kota Ambon ...
Menkes siap tampung aspirasi publik soal tembakau alternatif
Kamis, 21 November 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dokter Terawan Agus Putranto tidak mau men...
Bappenas kunjungi Langkat bahas penurunan angka stunting terintegrasi
Kamis, 21 November 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Tim Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Badan Perencanaan Pembanguna...
Yuk kenali vitamin F untuk jantung hingga saluran cerna
Selasa, 19 November 2019 - 09:37 WIB
Elshinta.com - Vitamin F, kombinasi dari dua jenis lemak penting, yaitu asam alfa-linolena...
Waspada! Ini indikasi penyebab munculnya keinginan bunuh diri
Minggu, 17 November 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Staf Subbagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar...
Persadia Subang raih juara II dalam WDD Tingkat Jabar
Minggu, 17 November 2019 - 00:25 WIB
Elshinta.com - Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kabupaten Subang mendapat Juara II ...
BPJS nilai wajar bila ada peserta yang turunkan kelasnya
Sabtu, 16 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Rencana Pemerintah untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan, membuat masyarakat menurunkan...
Cegah penyakit, Dirjen Kesmas ajak masyarakat jaga kesehatan lingkungan
Jumat, 15 November 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tar...
Bahaya vape, ada partikel-partikel belum sempurna terbakar masuk dan mengendap dalam organ tubuh
Jumat, 15 November 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan larangan penggunaan va...
Pakar sebut bangkai babi yang dibuang ke sungai bisa picu infeksi
Jumat, 15 November 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Pakar yang juga dosen Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Deru Cantik