Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Elshinta
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:13 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Administrator
Tas limbah plastik karya Deasy Esterina yang tembus pasar global
Produk inovasi tas dari limbah plastik. Sumber foto: https://bit.ly/35Ji9ZR

Elshinta.com - Plastik merupakan produk yang sangat sulit terurai secara alami. Padahal sampah plastik pun terus menumpuk. Adalah Deasy Esterina yang tertarik untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ia membuat berbagai model tas dan berhasil tembus mancanegara.

Setahun setelah kuliah yakni sekitar tahun 2014, Deasy mendirikan Kreskros. Awalnya bukan untuk bisnis namun sebagai hobi. Deasy membuat craft sendiri dan dijual seadanya. Keadaan berubah setelah ia kembali dari kuliah di Surabaya ke kota asalnya di Ambarawa.

“Saya melihat banyak pabrik di sekitar Ambarawa yang menghasilkan banyak limbah plastik. Di sini ada peluang, dan pengendalian limbah harus kita mulai dari diri sendiri,” ujarnya, dilansir dari eMajels.

Walau Deasy mengambil jurusan Arsitektur Interior di Universitas Ciputra Surabaya, namun semua fakultas di sana mendapat pengajaran tentang entrepreneurship. “Saya juga lahir di keluarga pengusaha. Ayah saya memiliki usaha pembuatan suvenir dompet dan tas.

Walau hanya industri kecil tapi saya belajar mengenai management SDM, produksi, hingga penjualan dari keluarga dan kolega.”

Deasy kemudian mengajak dua ibu-ibu warga sekitar untuk mengembangkan usaha ini. Ternyata warga sangat antusias. “Mereka memiliki semangat berkarya meskipun belum tentu memiliki keahlian berkerajinan tangan,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Hal tersebut dilakukan Deasy sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan terutama masalah sampah plastik. “Sebagai salah satu solusi bersama dari masalah global kita yaitu limbah plastik yang kian menumpuk dan tak terolah. Selain itu, kami juga mencoba meningkatkan kesejahteraan pihak-pihak yang ikut andil terutama warga dan ibu-ibu sekitar yang kami beri keterampilan tambahan untuk mengolah limbah plastik.”

Karena semakin yakin untuk memperdalam usaha ini, Deasy kemudian konsentrasi pada pengembangan branding,eksplorasi material yakni kantong plastik, dan material lainnya. Lalu pada 2016, Kreskros menjadi socio-business.

Dengan menggunakan uang simpanan sebesar Rp10.000.000 saat masih membantu usaha keluarga, peraih juara 3 Asephi Emerging Award 2018 ini mantap mendirikan usahanya. Modal tersebut masih terus bertambah seiring pengembangan Kreskros.

Produk yang pertama dibuat adalah tas dengan model totebag, pouch, dan backpack. Namun saat ini sudah lebih dari 20 model yang diproduksi. Semuanya masih berupa tas dan pouches.

“Kuantitas produk biasanya meningkat bila sedang ada persiapan pameran atau pesanan dari reseller kami dari luar negeri.”

Untuk harganya ditawarkan dari Rp200 ribu hingga Rp2 juta. Walau Deasy tidak membuat untuk suvenir, hanya saja biasanya suvenir dibuat untuk beberapa bentuk kolaborasi, misalnya kampanye pengurangan limbah plastik, atau membuat merchandise untuk dijual di beberapa gerakan yang ikut didukungnya.

Deasy menjelaskan prosesnya diawali dari pengumpulan kantong plastik bekas yang diperolehnya. Selanjutnya dilakukan pencucian dan pemotongan plastik. Setelah plastik siap, pertama dilakukan sampling. Setelah sample jadi seperti yang diinginkan, kemudian pembuatan pola meliputi rajutan, potongan kain, penyiapan semua aksesori, dan jahit. “Terakhir adalah quality control dan pengemasan.”

Untuk memasarkan produknya, Deasy menggunakan dua cara yakni online dan bazaar. Alasannya online karena cara tersebut paling manjur untuk bisnis hari ini. “Terutama karena lokasi usaha kami di daerah Ambarawa, bukan terletak di kota target pasar kami,” demikian Deasy.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Carousel, berawal dari bisnis clothing kini ekspansi ke bisnis animasi dan konser musik
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:15 WIB
Carousel merupakan salah satu brand clothing di Indonesia yang menggunakan karakter hewan sebagai co...
Swain Mahisa Ardana, sukses berbisnis dan populer di dunia musik
Kamis, 18 Juni 2020 - 06:10 WIB
Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, karier Swain Mahisa Ardana cukup mentereng. Soal talentanya...
Inspirasi Benaya Tiarno, pengusaha muda  yang sukses jalankan bisnis pulsa
Minggu, 14 Juni 2020 - 20:44 WIB
Peluang bisnis di era pesatnya teknologi digital sangatlah banyak. Kebutuhan masyarakat untuk berkom...
Inspirasi Yudist Ardhana, youtuber asal Bali yang sukses di pentas nasional
Selasa, 09 Juni 2020 - 07:50 WIB
Setelah lebih dari 4 tahun Yudist Ardhana menjadi seorang Youtuber atau content creator, kini ia tel...
Yuwendra Thiomas, bangun bisnis fashion luxury untuk kalangan `hypebeast`
Minggu, 07 Juni 2020 - 09:42 WIB
Saat ini Yuwendra mengelola sejumlah bisnis yang bergerak di bidang fashion yang menyasar pangsa pas...
Fikri Faizah, sosok milenial yang sukses di industri digital, teknologi, dan bisnis
Rabu, 08 April 2020 - 15:06 WIB
Fikri Faizah adalah salah satu contoh pemuda milenial yang sukses memanfaatkan peluang bisnis indust...
Mengenal generasi ketiga TAN Group yang gencar lakukan ekspansi bisnis
Senin, 09 Maret 2020 - 12:13 WIB
Ricky, seorang lulusan teknik robotika dengan predikat First Class Honor dari University of New Sout...
Eca Maresha, beautypreneur yang sukses pasarkan produknya hingga luar negeri
Kamis, 05 Maret 2020 - 16:26 WIB
Berkat kegigihan dan semangat kerja kerasnya, Eca berhasil mengembangkan usahanya hingga keluar nege...
Inspirasi Rian dan Astika, anak muda yang sukses kembangkan bisnis milk tea 25 cabang
Rabu, 04 Maret 2020 - 19:41 WIB
Membangun usaha sejak muda dan meraih sukses, itulah yang tampil dari sosok Rian Hidayatullah dan As...
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV