Kiri Kanan
Jusuf Kalla minta penanganan stunting tetap berjalan
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:35 WIB |
Jusuf Kalla minta penanganan stunting tetap berjalan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2B8fb30

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta penanganan anak kerdil atau stunting tetap berjalan di pemerintahan baru, sehingga target penurunan angka prevalensi di bawah 20 persen dapat tercapai.

Untuk memastikan target penurunan prevalensi anak kerdil tercapai, Wapres JK memimpin rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait di Kantor Wapres Jakarta, Senin (14/10) dengan dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo.

"Saya berharap semuanya bekerja keras untuk menuntaskan apa yang telah menjadi target bersama, yakni angka prevalensi turun di bawah 20 persen. Terlebih, dampak dari stunting ini sangat besar karena menyangkut pembangunan bangsa," kata Wapres JK di Kantor Wapres Jakarta.

Selain itu, stunting juga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi apabila tidak segera diatasi, tambah Wapres. Berdasarkan studi Bank Dunia, negara dengan jumlah anak kerdil dapat merugi 2-3 persen dari nilai produk domestik bruto (PDB). Oleh karena itu, Pemerintah tidak boleh mengabaikan kondisi stunting di Indonesia karena dapat berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas dalam negeri.

"Bisa dibayangkan dahsyatnya dampak stunting bagi Indonesia. Kerugian tersebut mencakup biaya untuk mengatasi stunting dan hilangnya potensi pendapatan akibat rendahnya produktivitas anak yang tumbuh dengan kondisi stunting," jelasnya.

Pemerintah telah menetapkan 160 kabupaten-kota sebagai daerah prioritas untuk penanganan stunting, dan jumlah tersebut akan bertambah menjadi 260 daerah pada 2020.

Wapres meminta seluruh kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) yang terlibat dalam program penanganan stunting tersebut untuk benar-benar bersinergi dalam bekerja mencapai target penurunan angka prevalensi stunting. "Anggaran ada, SDM ada, sekarang tinggal bagaimana seluruh K/L mengkovergensikan program-program yang digelontorkan hingga tingkat desa. Saya pribadi optimistis jika seluruh program yang direncanakan berjalan lancar, maka angka stunting Indonesia akan banyak terkoreksi," ujar Wapres, dikutip Antara. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkab Jayapura libatkan KPK tingkatkan PAD
Rabu, 13 November 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, Papua bekerjasama dengan Tim Koordina...
Pertamina MOR I berbagi dengan anak-anak penderita kanker
Rabu, 13 November 2019 - 20:07 WIB
Elshinta.com - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memberikan perhatian khusus ke...
Kementerian BUMN: Ahok dapat kelola BUMN lebih baik
Rabu, 13 November 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Kementerian BUMN meyakini bahwa sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dapa...
Komisi II DPR dukung pembentukan badan regulasi nasional
Rabu, 13 November 2019 - 19:32 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Dolly Kurnia mengatakan komisinya mendukung pe...
Menteri Sosial: Siapa pun bisa jadi pahlawan pemberantasan kemiskinan
Rabu, 13 November 2019 - 19:21 WIB
Elshinta.com - Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan siapa pun bisa menjadi pahlawan ...
Wali Kota Tebing Tinggi serahkan penghargaan kepada BNN RI
Rabu, 13 November 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam menanggulangi narkotika di wi...
Kementerian PUPR siapkan skenario kebutuhan air di ibu kota negara baru
Rabu, 13 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan ske...
Keluarga terduga pelaku bom bunuh diri mengaku kaget
Rabu, 13 November 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Pihak keluarga terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan merasa ...
Pasien RSJ Prof Dr Soerojo tampilkan kesenian tradisional Kubro Siswo
Rabu, 13 November 2019 - 17:48 WIB
Elshinta.com - Ada yang menarik saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun ...
Presiden: Tak ada toleransi bagi oknum aparat yang halangi kebijakan dan inovasi
Rabu, 13 November 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo sekali lagi meminta kepada aparat penegak hukum untuk ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)