Kiri Kanan
BPOM tarik peredaran Ranitidin dan Albothyl, ini penjelasannya
Elshinta
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 13:24 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
BPOM tarik peredaran Ranitidin dan Albothyl, ini penjelasannya
Ahli kimia Farmasi BNN yang juga Kepala Pusat Laboratorium narkotika BNN, Kombes Pol. Drs. Mufti Djusnir. Sumber foto: https://bit.ly/2q53xUp

Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk Ranitidin dan Albothyl dari peredaran. Obat tersebut sering dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki gangguan pada asam lambung.

Ahli kimia Farmasi BNN yang juga Kepala Pusat Laboratorium narkotika BNN, Kombes Pol. Drs. Mufti Djusnir mengatakan suatu obat harus melewati tahapan riset yang cukup panjang sebelum digunakan kepada manusia. "Batasan-batasan suatu riset adalah kemungkinan yang terjadi di kemudian hari," kata Mufti saat diwawancarai Elshinta, Sabtu (12/10).

Dikatakannya tahapan riset pada obat salah satunya, percobaan kepada hewan terlebih dahulu serta dosis yang digunakan juga harus melalui riset.

Mufti menjelaskan bahwa US Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicines Agency (EMA) telah memberikan peringatan terkait obat yang mengandung Ranitidin.

"Obat yang mengandung Ranitidin ini bila mengonsumsi dalam waktu yang lama akan berisiko karena mengandung N-Nitrosodimethylamine yang bisa memicu kanker," jelasnya.

Ia mengatakan masyarakat perlu waspada, karena daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu Pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menarik peredaran obat tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota TNI beri pelayanan kesehatan kepada korban gempa Ambon
Kamis, 21 November 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Pasca gempa berkekuatan 6.8 skala richter yang mengguncang Kota Ambon ...
Menkes siap tampung aspirasi publik soal tembakau alternatif
Kamis, 21 November 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dokter Terawan Agus Putranto tidak mau men...
Bappenas kunjungi Langkat bahas penurunan angka stunting terintegrasi
Kamis, 21 November 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Tim Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Badan Perencanaan Pembanguna...
Yuk kenali vitamin F untuk jantung hingga saluran cerna
Selasa, 19 November 2019 - 09:37 WIB
Elshinta.com - Vitamin F, kombinasi dari dua jenis lemak penting, yaitu asam alfa-linolena...
Waspada! Ini indikasi penyebab munculnya keinginan bunuh diri
Minggu, 17 November 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Staf Subbagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar...
Persadia Subang raih juara II dalam WDD Tingkat Jabar
Minggu, 17 November 2019 - 00:25 WIB
Elshinta.com - Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Kabupaten Subang mendapat Juara II ...
BPJS nilai wajar bila ada peserta yang turunkan kelasnya
Sabtu, 16 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Rencana Pemerintah untuk menaikan iuran BPJS Kesehatan, membuat masyarakat menurunkan...
Cegah penyakit, Dirjen Kesmas ajak masyarakat jaga kesehatan lingkungan
Jumat, 15 November 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tar...
Bahaya vape, ada partikel-partikel belum sempurna terbakar masuk dan mengendap dalam organ tubuh
Jumat, 15 November 2019 - 12:08 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan larangan penggunaan va...
Pakar sebut bangkai babi yang dibuang ke sungai bisa picu infeksi
Jumat, 15 November 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Pakar yang juga dosen Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Deru Cantik