Pemerintah diminta keluarkan aturan terkait tembakau alternatif
Elshinta
Kamis, 10 Oktober 2019 - 13:02 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pemerintah diminta keluarkan aturan terkait tembakau alternatif
Sumber foto: https://bit.ly/2M0QmMW/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) dan Pengamat Hukum, Ariyo Bimmo mendorong pemerintah untuk mengeluarkan aturan terkait tembakau alternatif. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan aturan tersebut.

"Produsen harus bisa memperlihatkan tingkat compliance yang tinggi terhadap regulasi. Kalau ada sekarang kan nggak ada. Bagaimana kita mau patuh. Regulasinya belum ada," kata dia dalam diskusi, di Jakarta, Rabu (9/10).

Aturan tersebut, lanjut dia, berisi poin-poin terkait peredaran tembakau alternatif di Indonesia. Salah satunya terkait batasan umur dalam penggunaan produk tembakau alternatif.

"Batasan umur diperketat, perlindungan konsumen," ungkapnya dia seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal.

Sejauh ini, pelaku usaha masih dengan kesadaran sendiri menerapkan batasan umur bagi konsumennya. "Beberapa seller, kita punya ethic kalau kita menjual ke orang dengan informasi yang tidak benar ini barang bakal rusak namanya. dan pasar akan jatuh," ujar dia.

"Vape bukan untuk orang dewasa yang belum mulai mau merokok. Itu yang harus berulang ulang kita sampaikan ke masyarakat. Bukan untuk memulai (merokok)," imbuhnya.

Selain itu, dengan adanya regulasi, proses edukasi kepada masyarakat dapat dijalankan. Aturan tersebut juga perlu menunjuk sebuah lembaga yang melakukan riset khusus terkait tembakau alternatif sehingga dapat diketahui dengan jelas dampaknya pada konsumen.

"Kemudian informasi. Harus ada nanti dalam aturan tersebut, pihak yang mengeluarkan informasi yang sahih. Kalau di Inggris Public Health of England itu. Tapi di Indonesia ini harus ada. Oke BPOM, tapi harus berdasarkan riset ya. Jangan dia bikin survey, atau berdasarkan laporan," katanya.

Sementara Produksi Liquid Vape, Eko HC mengatakan vape atau rokok elektrik merupakan potensi industri 4.0 yang sangat menarik dan memiliki proyeksi yang besar. Namun, memang perlu adanya rancangan aturan atau regulasi yang mendukung untuk melegakan industri tersebut.

“Prinsipnya kita mau selamatkan masyarakat dan ada industri yang bisa menopang perekonomian negara,” kata Eko.

Menurut dia, pembuatan liquid vape ini terus mengalami peningkatan yang sangat luar biasa meskipun home industri. Misal, para peracik liquid yang memulai dari 100 botol berkembang terus menjadi hingga 10.000 dan seterusnya.

“Ini luar biasa peningkatannya bagi perekonomian negara sehingga perlu disupport, karena pertumbuhannya terlihat sekali signifikan dan sangat cepat,” jelas dia.

Kemudian, Eko mengatakan ketika industri ini mendapatkan lampu hijau dari bea cukai justru malah meningkat luar biasa. Memang, industri ini belum legal tapi setidaknya peredarannya sudah diizinkan oleh bea cukai sehingga market muncul.

“Setelah data cukai sekitar 200 miliar, omset per tahun sejak diberlakukan sampai hari ini Rp500 miliar. Artinya, tumbuh 28 kali lipat itu tinggi gede banget. Artinya yang harus diperhatikan pemerintah kalau potensi ekonominya tinggi, kenapa dilarang? Aneh gak?,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Marwan Jafar: Dorong BUMN memberdayakan desa
Selasa, 25 Februari 2020 - 18:45 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Marwan Jafar mengapresiasi langkah-langkah pembenahan total sejumlah BUM...
Rupiah melemah di tengah penguatan mata uang regional 
Selasa, 25 Februari 2020 - 18:07 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore berakhir melemah...
Akhir perdagangan hari ini, IHSG turun lagi ke 5.787 
Selasa, 25 Februari 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun lagi di hari perdagangan ketiga. Selasa (25/2). IHS...
IHSG memperkecil pelemahan dan kembali ke 5.806,94 pada perdagangan sesi I
Selasa, 25 Februari 2020 - 13:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempersempit pelemahan pada sesi pertama perdagangan har...
Wamen Budi Arie: Produktivitas dan pendapatan petani meningkat berkat dana desa  
Selasa, 25 Februari 2020 - 13:07 WIB
Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menghadiri dialo...
Rupiah awal pekan ini terkoreksi 
Senin, 24 Februari 2020 - 11:26 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (24/2) pagi, mengalami kor...
IHSG awal pekan melemah seiring koreksi bursa saham global
Senin, 24 Februari 2020 - 11:07 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan, Senin (24/2), dibuka ...
Indonesia dicoret sebagai negara berkembang, apa dampaknya?
Senin, 24 Februari 2020 - 08:59 WIB
Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi menilai keputusan Amerika Serika...
Warga Banten mulai menggunakan QRIS dalam sistem pembayaran non tunai
Minggu, 23 Februari 2020 - 20:15 WIB
Perkembangan ekonomi tidak lepas dari peran media, penyampian berita karya tulis jurnalistik dalam h...
Curah hujan tinggi, harga cabai merangkak naik
Minggu, 23 Februari 2020 - 19:27 WIB
Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir ini menjadikan pasokan cabai di pasaran terbatas. A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)