Mencicipi Aneka Kuliner Legendaris di Makassar
Elshinta
Kamis, 10 Oktober 2019 - 08:03 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Mencicipi Aneka Kuliner Legendaris di Makassar
Iga bakar dan sop konro karebosi (sumber: wisatalogi.com)

Elshinta.com - Ada dua hal menarik dari Makassar yang menjadi daya tarik wisatawan. Pertama adalah pesona kawasan pantai dan lautnya. Kawasan ini juga memiliki berbagai pulau kecil yang cocok untuk dijelajahi termasuk island hopping. Pesona kedua dari Makassar selanjutnya adalah kuliner khas yang sangat melegenda.

Wisatawan sengaja datang ke Makassar untuk menikmati berbagai pesona bawah laut dan juga pantai yang menarik. Namun, tidak sedikit yang rela datang jauh-jauh hari hanya untuk makan dan menjelajahi berbagai kulinernya yang nikmat dan sangat melegenda. Berikut beberapa kuliner legenda di Makassar yang bisa dikunjungi.

1. Iga Bakar dan Sop Konro Karebosi

Iga bakar dan sop konro karebosi cukup mudah ditemukan di kawasan jalanan utama dari Makassar. Makanan ini terbuat dari olahan iga sapi yang dibuat menjadi sop dengan kuah yang penuh rempah. Daging yang matang lalu dibakar dengan bumbu kacang yang sangat nikmat. Makanan ini biasanya disajikan dengan nasi panas dan es teh yang segar.

Meski cukup mudah ditemukan, hanya beberapa tempat saja yang cukup melegenda dan menyajikan makanan ini. Anda Bisa datang ke Jalan Gunung Lompobattang No.41-43, Pisang Utara, Ujung Pandang, Makassar.

2. Coto Maros Harimau

Sebagai salah satu kuliner cukup melegenda di Makassar, Coto Maros Harimau selalu dicari oleh wisatawan baik dalam atau luar negeri. Makanan ini mirip dengan soto yang ada di Jawa, tapi lebih kental dengan isian aneka jeroan sapi dan juga daging. Semuanya dimasak hingga empuk dan disajikan dengan lontong, sambal. dan juga lauk lainnya.

Coto Maros Harimau berada di Jalan Harimau, Maricaya, Kec. Makassar, Kota Makassar. Kedai ini buka setiap hari selama 24 jam. Jadi, Anda tidak perlu khawatir kalau mendadak lapar di tengah malam.

3. Mie Hengky

Kuliner peranakan yang terbilang unik di Makassar adalah Mie Hengky. Mie yang digunakan di sini adalah mie yang sudah digoreng kering lalu dicampur dengan sawi dan aneka lauk lainnya. Lokasi dari kedai ini berada di Jalan Nusantara No.352, Butung, Wajo, Kota Makassar.

4. Ayam Goreng Sulawesi

Ayam goreng Sulawesi yang sudah ada sejak 1983 ini sekilas ayam goreng ini akan sama dengan ayam goreng kebanyakan yang dijual di luaran sana. Namun, kuliner ini memiliki rasa yang sangat khas. Hal inilah yang membuat kedai di Jalan Sulawesi No.285A, Butung, Wajo, Kota Makassar ini selalu ramai.

5. Pallu Basa Serigala

Pallu Basa (sumber: tamalangkun.com)

Pallu Basa sebenarnya hampir sama dengan coto. Yang membedakannya adalah penyajian dan juga cara makannya. Kalau pallu basa, kuah panas akan diberi tambahan kuning telur yang masih mentah. Saat makan telur akan diaduk hingga merata. Selanjutnya adalah saat makan, kalau coto dengan lontong, pallu basa dengan nasi.

Kedai pallu basa ada banyak di Makassar, tapi yang cukup terkenal ada di Jalan Serigala XIV, Mamajang Dalam, Mamajang, Kota Makassar.

Demikianlah rekomendasi lima kuliner legendaris di Makassar yang bisa Anda coba dan santap sampai puas saat melakukan perjalanan ke Makassar. Kepincut dan ingin mengunjungi Makassar dalam waktu dekat, segera lakukan pemesanan tiket pesawat ke Makassar dari aplikasi atau website terpercaya Airy.

Di platform itu ada banyak tiket pesawat yang dijual dengan tarif terjangkau termasuk tiket pesawat Batik Air. Pemesanan tiket di Airy juga sangat aman, cepat, dan tidak akan membuat Anda kecewa dengan layanannya.

Memesan tiket pesawat di Airy juga memudahkan Anda dalam melakukan reschedule kalau ada perubahan jadwal mendadak. Selain itu refund juga bisa dilakukan kalau Anda berniat melakukan pembatalan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budaya patuh terhadap new normal untuk berwisata sehat
Jumat, 18 September 2020 - 14:05 WIB
Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali karena pandemi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali...
PSBB, wisata Kepulauan Seribu ditutup sementara
Kamis, 17 September 2020 - 19:47 WIB
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta resmi menutup sementara wisata di wilaya...
Ancol kembali tutup sementara mulai 14 September
Jumat, 11 September 2020 - 21:47 WIB
Manajemen Taman Impian Jaya Ancol akan menutup sementara kawasan wisata pantai, Dunia Fantasi (Dufan...
Wisata Candi Bajang Ratu kembali dibuka, wisatawan pun berdatangan
Kamis, 10 September 2020 - 21:56 WIB
Pandemi virus Covid-19 membuat beberapa destinasi wisata terpaksa ditutup sementara. Tidak terkecual...
Disparbud Langkat ajak kerjasama PTPN-2 kembangkan prasarana destinasi wisata
Kamis, 10 September 2020 - 14:47 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyambangi kantor Di...
Wisman ke Indonesia per Juli 2020 mencapai 159,76 ribu orang
Selasa, 01 September 2020 - 18:46 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indon...
Bendungan Rentang Majalengka jadi tempat wisata favorit keluarga
Senin, 31 Agustus 2020 - 15:36 WIB
Salah satu bendungan raksasa yang terletak di kawasan utara Majalengka tepatnya di Dusun Rentang, De...
Tingkatkan daya tarik wisata, Kemenparekraf  gelar gerakan BISA di Lumajang
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:19 WIB
Program Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) yang digulirkan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk ...
Wisatawan tanpa masker dan sakit dilarang masuk Gunung Bromo
Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugen...
Cara aman berwisata di masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:16 WIB
Wajar bila Anda merasa ingin berjalan-jalan dan berwisata di tengah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AK...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV