Alat pertanian modern sudah bisa diproduksi anak bangsa
Elshinta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 19:08 WIB |
Alat pertanian modern sudah bisa diproduksi anak bangsa
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2AU0jVR

Elshinta.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pihaknya terus memacu mekanisasi di sektor pembangunan dengan mengembangkan alat-alat dan mesin pertanian modern yang dilakukan oleh bangsa Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedy Nursyamsi di Jakarta, Rabu (9/10) mengatakan, sejumlah alat dan mesin pertanian tersebut seperti traktor otomatis (tanpa awak), mesin penanam (trasplanter); dan mesin pemanen (harvester) yang memudahkan pemanenan dan penanaman.

Selain itu, lanjutnya, dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia di Gedung Kementan, ada drone (pesawat tanpa awak) yang mampu menebarkan benih, pupuk, dan pestisida secara otomatis. "Hebatnya, alat dan mesin pertanian tersebut sudah dapat dihasilkan oleh anak bangsa," katanya.

Dedi mengklaim bahwa mekanisasi mampu menghemat 60 persen biaya tenaga kerja, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas produk pertanian. Dia mencontohkan penanaman padi seluas satu hektar menggunakan tenaga manusia memerlukan waktu hingga dua hari, namun dengan drone hanya setengah jam. Selain itu proses panen padi, olah tanah serta tanam dapat dilakukan dalam satu hari.

Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia yang tahun ini merupakan kedua kalinya dihadiri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian maupun Peternakan dari sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Universitas Indonesia (UI), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Perwakilan mahasiswa pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Bhirawa Aninditya Wicaksana, mengatakan berdasarkan survei mahasiswa pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diketahui petani yang merasakan dampak modernisasi pertanian baru sebesar 42 persen "Untuk apa kita memiliki banyak traktor dan inovasi jika petani belum mampu menggunakannya," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menemukan beberapa alat dan mesin pertanian yang dibagikan tidak sesuai di beberapa lokasi, oleh karena itu spesifikasi alat pertanian harus disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. "Pemerintah harus melakukan pemeriksaan berkelanjutan terkait efektivitas alat mesin pertanian terhadap kondisi riil lahan pertanian setiap daerah," ujarnya, dikutip Antara.

Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia menghasilkan sejumlah evaluasi terhadap pembangunan pertanian serta rekomendasi yang harus dilakukan pemerintah. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi - Ma`ruf Amin dilantik, relawan gelar syukuran, parade budaya dan nobar
Senin, 14 Oktober 2019 - 22:30 WIB
Elshinta.com - Panitia syukuran Inagurasi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 bakal meny...
50 anggota DPRD Langkat terpilih resmi dilantik
Senin, 14 Oktober 2019 - 20:09 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara hari ini dilantik. P...
Zulkifli Hasan bertemu Presiden bahas koalisi dan amandemen UUD 1945, ini kata PAN
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:56 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widod...
Didatangi ribuan warga, Ketua DPC PKB Jember: Tak ada kaitan dengan Pilkada
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - DPR RI Komisi l Mohammad Syaiful Bahri Anshori menjelaskan hadirnya sekitar...
60 spanduk imbauan antisipasi paham radikalisme dan terorisme disebar di Bekasi
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Bekasi, Jawa Barat menyebar spanduk berisi imbauan dan penolak...
Jusuf Kalla minta penanganan stunting tetap berjalan
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:35 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta penanganan anak kerdil atau stunting tet...
Untuk kedamaian NKRI, Polri-TNI dan ASN di Sulbar doa bersama
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Ratusan personel Polri dan TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawes...
Bertemu Zulkifli Hasan, Jokowi bahas soal Amandemen UUD 1945
Senin, 14 Oktober 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Umum PAN sekaligus Wakil Ketua MP...
Bamsoet temui Sandiaga Uno sampaikan undangan pelantikan Jokowi-Ma`ruf
Senin, 14 Oktober 2019 - 17:24 WIB
Elshinta.com - Para pimpinan MPR menemui mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, di kedi...
Izin peledakan batu PT MSS dibawah Polda Jabar
Senin, 14 Oktober 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Peledakan batu yang dilakukan PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) di Kampung ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)